
"Brengsek kau!! karna itu kau pacaran dengan Nizi hah!"
"Kau gunakan pacarmu untuk memenuhi nafsumu? Kau pikir kau suaminya?"
buk buk
Dia memukul mukul wajah pacar Nizi yang tengah ambruk. tidak bisa lagi bertahan.
"ku kira kau sebaik yang selama ini kau tunjukkan pada kami, tapi apa ini sialan!" teriak wanita itu, dia sudah tampak hilang kendali.
kemudian wanita itu melemparkan botol miras ke dinding untuk mengelabui lawannya.
"Stop" suara Nizi melemah, suaranya sudah melemah karna rasa takutnya.
"Kak Riant hentikaaaaaaan!!!!!!" Pekik Nizi. Dia berteriak di iringi dengan sesugukan. Tangisan yang berusaha dia tahan lepas begitu saja.
Siapa wanita itu? Tentu saja Adrianty. Dia pergi ke klup ini sebagai pahlawan untuk Nizi yang hampir dilecehkan oleh pacarnya.
Dan.....
Bruuk
Pacar Nizi dan yang terlibat dengannya tumbang seketika. Tidak sanggup melawan Adrianty lagi. Mereka merasa kelelahan. Taktik Adrianty dalam mengalahkan musuhnya benar benar licik.
"Nizi kau tidak apa apa? Kau baik baik saja kan.
Tak apa, ada aku, jangan takut Okey"
Adrianty memeluk Nizi yang sedang sesegukan karna menangis.
Huhuhu
Hiks hiks hiks
"Aku takut kak"
" haa aaaa aaa"
"Sudah Nizi, tak apa apa, ada aku disini" Adrianty mengusap usap kepala Nizi yang sedang ketakukan. Dia memeluk Nizi dengan erat layaknya seorang kakak.
...----------------...
sebelum kejadian berlangsung
Sepertinya akan datang hari hari yang indah, itu yang dirasakan oleh para perawat dan dokter yang merawat tuan Sorno.
Adrianty tak habis habisnya membahas hal hal sepele yang menurutnya menghibur. Sesekali tuan Sorno akan menimpali omongan Adrianty. Sehingga terciptalah canda gurau yang sangat harmonis.
Banyak hal yang mereka bahas. Mulai dari menggosipkan pak Portan sikepala pelayan, sekretaris Ken, hingga pak bule yang mengantar Adrianty.
Hingga tidak terasa hari sudah mulai larut.
"Ayah, sudah larut, waktunya Riant pulang, ayah jaga diri baik baik ya yah. Jangan lupa obatnya, makan yang banyak agar tubuh ayah jadi gemuk. ayah sehat sehat yaaa. Akhir pekan Adrianty akan jenguk ayah lagi kok" Adrianty mengusap usap tangan mertuanya.
"Hm, pulanglah. Sandi pasti menunggumu dirumah, minta supir yang menjemputmu" Sorno mengusap wajah Adrianty.
"Baiklah ayah Riant pulang dulu ya cepat sembuh"
Adrianty berdiri dan berjalan mendekati pintu keluar.
Ceklek
__ADS_1
Ganggang pintu sudah dia buka.
"Ayah jangan lupa makan obat yaaa, makan yang banyak, saat Riant kesini lagi berat ayah harus naik sepuluh kilo ya. Awas kalau tidak" Adrianty tersenyum dan berjalan keluar.
"Hahaha, anak itu sangat cerewet"
Tuan Sorno tersenyum.
Syukurlah, akhirnya tuan besar sudah mau terbujuk untuk minum obat, sepertinya kedatangan nona Adrianty sangat baik dampaknya bagi tuan besar. Semua perawatan dan dokter merasa sangat senang.
.....
Adrianty pulang dari rumah utama tuan Sorno. Setelah berpamitan dengan beberapa orang yang sempat berpapasan dengannya.
Mobil melaju dengan sedang dan meninggalkan rumah besar itu.
Sekarang Adrianty sudah berada di dalam mobil. Dia tampak bermenung, dia mengingat ingat semua yang sandi katakan.
Dadanya sesak, ingin rasanya mengoyak isi hatinya. Menjadi seseorang yang tidak di inginkan hal biasa oleh Adrianty.
Akan tetapi jika keluar dari mulut seseorang yang bahkan dia tidak terlalu mengenalnya seakan akan mengatakan bahwa Adrianty adalah orang yang tidak pernah di Inginkan.
Dia melihat keluar melalui kaca jendela mobil. Terlihat bermenung dengan menatap nasib masa depannya.
Dret dret dret dret dret
Telpon Adrianty bergetar, tanda seseorang menghubunginya.
Nizi?
"Halo, iya Nizi ada apa"
Terdengar Isak tangis di ujung telepon.
"Ada apa Nizi, ada apa!!!"teriak Adrianty cemas.
"Kak tolong aku huhuhuhu" di iringi suara tangisannya...
"Kamu dimana Nizi!!!" tanya Adrianty cemas.
"Hai kau yang di sana!!" tiba tiba telepon sudah di ambil alih oleh seseorang.
"Siapa kau, kau apakan Nizi!!!"
Teriak Adrianty memenuhi langit langit mobil.
"Kutunggu kau! Di Bar GM. Lantai paliang atas ya sayang, ruangnya cari sendiri hhaha, aku tunggu kau sayang!" Seseorang di balik telepon mematikan sambuangan.
Suara itu terdengar seperti seorang pria.
"Brengsek!!!" Pekik Adrianty.
"Pak ke bar Grand Master sekarang cepat....!! anda tahu jalannya kan?"
"iya, saya tahu nona" ucap supir. supir itu masih terkejut dengan perkataan Adrianty. mengumpat dengan lantang.
Kalau sampai Nizi kenapa napa, ku patahkan semua sendi kalian! Geram Adrianty.
Mobil melaju dengan kecepatan tinggi.
Membelah jalan raya yang tidak cukup ramai malam ini.
__ADS_1
Ciiit
Mobil di rem dengan mendadak. Sampailah mereka di klup grand master, bar yang terkenal itu. Bar yang hanya di tempati oleh orang orang kalangan atas, dan investornya adalah orang orang yang berkuasa.
Adrianty turun dari mobil dan langsung masuk kedalam bar tersebut. Awalnya dia di cekat oleh beberapa orang bodyguard karna menyelusup tanpa kartu nama.
Akan tetapi Adrianty langsung menyibakkan rambutnya keatas, karna rambutnya yang menutupi wajahnya membuat orang tidak mengenalinya.
"Kalian ingin menghalangi jalan ku?"
"Eh Nona Riant, hehe silahkan masuk" semua bodyguard langsung mempersilahkannya masuk.
Kenapa Adrianty bisa masuk ke gedung bertingkat dengan 17 lantai tersebut? Karna Adrianty adalah mantan kekasih kesayangan pemilik bar tersebut.
sehingga semua karyawan bar itu sangat mengenal siapa Adrianty, hanya orang baru saja yang tidak tahu siapa Adrianty.
Adrianty berlari menaiki tangga dan menaiki lift dengan nafas yang memburu.
Ting
Akhirnya lift berhenti di lantai paling atas. Di tempat yang paling tenang dan biasanya di gunakan untuk berbisnis para penguasa.
Tang tang tang
Adrianty memeriksa setiap ruangan di lantai atas tersebut. Dari ruangan pertama dan sampai ruangan akhir.
Semua dia buka, tak kunjung mendapatkan petunjuk dimana Nizi berada.
Adrianty panik setengah mati, nafasnya masih memburu semua ruang telah dia periksa akan tetapi tidak terlihat seorangpun yang terlihat seperti Nizi. Adrianty panik dan mengacak acak rambutnya frustasi.
kalau sampai Nizi kenapa napa habis kalian
Adrianty berlari lari hingga sampailah dia di sebuah ruangan. Ruangan itu tertutup. Akan tetapi terdengar Isak tangis di dalamnya.
"Huffft..." Adrianty berdiri di depan pintu itu dengan degupan jantung, harap harap cemas kalau itu bukan Nizi.
Adrianty mencoba menguatkan dirinya Dan....
"Brakk brak brak "beberapa kali tendangan kuat membuat pintu itu terbuka.
"Nizi!!!!" Adrianty berteriak panik melihat Nizi yang dikelilingi oleh pra pria di sekitarnya yang berusaha melecahkan Nizi.
"Bajingan !!!!!" Adrianty langsung menyerang pemuda itu tanpa ampun.
Buk
Satu pukulan mendarat pada satu orang.
Tang
Adrianty menghempaskan seorang pria yang berusaha menaklukkan nya dan....
Prankkkk
botol wine mengenai kepala seseorang. Botol itu langsung pecah belah dan menghasilkan bunyi yang nyaring.
dan pertempuran pun tidak dapat dihindarkan. semua orang berusaha menaklukkan Adrianty.
akan tetapi apalah daya Adrianty sangat kejam jika bertengkar. dia terlihat seperti binatang buas.
dia menyerang lawannya tanpa ampun. ada bercak darah yang tinggal di kemeja putih Adrianty. Untung saja dia masih mengenakan blezer. sehingga darah tidak terlalu banyak.
__ADS_1