First Wedding Trip

First Wedding Trip
alasannya


__ADS_3

Sementara di dalam kamar


Adrianty mencengkram erat kasurnya, dia menyeka terus menerus buliran air yang keluar dari ujung matanya. Sesak di dadanya sudah tak bisa di teloransi lagi. Tenggorokan nya pun sudah penuh oleh sesak napas.


Tentunya hal tu terjadi pada dirinya. Dia bahkan tak sempat berfikir kenapa dia menandatangani hal itu.


Sebenarnya tanpa di paksa pun Adrianty pasti menandatangani dokumen itu.


Karena perusahaan yang sekarang adalah usaha yang di bangun ibunya bersama dengan ayahnya. Ibunya berjuang sendiri dari bawah hingga sampai titik ini, dia bertemu ayahnya di tengah jalan perjuangan sang ibu. Ayah Adrianty tidak memiliki andil karna ayah Adrianty dulunya anak seorang pengusaha sukses. Bisa di katakan Adrianty memiliki saham utama dalam perusahaan. Dia takkan melepaskan hal itu karna itu lah satu satunya hal yang dia punya dari ibunya.


Adrianty mulai menimang nimang semua hal yang terjadi padanya. Mulai dari dia kecil sampai sekarang, dari dia di tinggalkan ibunya, hingga kini dia meninggalkan orang yang menjadi pengganti ibunya.


Jika dia masih berada di lingkungan ini mungkin dia hanya menjadi alat bagi ayahnya dan ibu tirinya yang tak tau diri.


Itu lah sebabnya dia menandatangani dokumen itu, selain ingin keluar dari bayangan yang menyiksa dia juga ingin keluar dari zona sesak ini dan menjalani kehidupannya sendiri tanpa di ganggu orang lain.


"Akhirnya aku keluar juga ya dari rumah ini, tak kusangka akan terjadi seperti ini, kusangka aku akan melarikan diri dari rumah ini dan menikah dengan pria yang mencintai ku dan aku mencintainya. Siapa sangka aku di jual dan di usir dari rumah ini. Harga diri yang ingin ku selamatkan sudah berakhir. Haah sudahlah, yang penting aku tidak akan bisa di atur atur lagi. Haha, bahkan aku pun hina di mata sekretaris itu, apa lagi nanti didepan suami ku yang tua renta dan bernafsu itu. Dia mungkin Punya banyak wanita simpanan lainya. Dan aku tak ingin mengetahui itu"


Adrianty mengambil amplop yang berisi dokumen perjanjian nikah tadi.


Dia melihat lihat isi dokumen tersebut dengan seksama. Kedua bola matanya terbelalak melihat isi dokumen itu.


"Apa apaan ini, apa tuan Sorno itu orang strress? Mengapa dia membuat hal seperti ini!


Yang menandatangani di bawah ini adalah pihak A dan pihak B sebagai pelaku yang melakukan perjanjian di bawah ini.


Pihak A Sandi Kasorno Andrana dan pihak B Adrianty Syahada.


Pihak B dilarang untuk menyentuh pihak A bahkan se inci pun.


Pihak B dilarang tidur sekamar bahkan seranjang dengan pihak A


Pihak B dilarang menjual nama pihak A pada kepentingan apa pun.


Pihak B dilarang ikut campur dalam urusan pihak A bahkan hubungan percintaannya dengan wanita lain.

__ADS_1


Pihak B dilarang banyak omong kepda pihak A. Dan selalu mematuhi apa yang dikatakan oleh pihak A"


Adrinaty terdiam sesaat, lama kelamaan mulutnya melebar, dia tertawa membaca kontrak pernikahan itu, isinya sangat mustahil, dan berada di luar ekspetasinya. Dan kelegaan pun muncul bersemi di dada Adrianty.


" Mengapa orang itu sampai berfikir akan hal itu? Sepertinya dia punya penyakit narsisme ya, aku kan jadi banyak untungnya. Kenapa kita tidak usah bertemu saja sekalian?


Ehem


"Pihak B dilarang bertemu dengan pihak A


Dan pihak A juga tidak akan bertemu degan pihak B dan mereka menjalani kehidupan mereka masing masing!


Seharusnya mereka menambahkan itu kan? Kenapa ada kontrak yang sangat detail ini tetapi tidak menyebutkan 1 hal itu ya? Haha jika di pikir pikir lagi dia memang orang gila ya haha. Pantesan sekretaris nya begitu. Sama saja anehnya mereka.


Pak tua itu tak ingin disentuh rupanya ya haha"


Malam itu kesedihan yang meluap sudah berganti lembaran menjadi kelegaan yang sangat melegakan bagi Adrianty.


Akhirnya Adrianty menarik selimutnya dan meletakkan documen itu di samping tempat tidurnya. Dan mematikan lampu. Lama kelamaan matanya sudah tak ingin lagi bersahabat dengan pikirannya dan lama kelamaan Adrianty mulai menjelajahi dunia fantasi di alam bawah sadarnya.


...............


Terlihat seorang pria tampan sedang duduk di kursi kekuasaan nya dengan memegang sebuah pulpen dan berhadapan dengan banyaknya tumpukan dokumen di atas meja.


Siapa lagi dia kalau bukan tuan muda Sandi Kasorno Andrana, seorang preseden grup Y.A yang sangat terkenal akan kebesarannya.


"Ken"


"Iya tuan muda"


"Bagaimana keadaan tua bangka itu?"


Sret sret sret sret sambil diiringi bunyi coretan menandatangani dokumen.


"Akhir akhir ini tuan besar sering tidur tuan, walupun memang dia setiap hari berbaring, tapi biasanya tuan besar sering mengobrol dengan orang lain. Seperti kepada para dokternya. Akan tetapi akhir-akhir ini dia hannya tidur, bahkan sampai 18 jam lamanya"

__ADS_1


"Apa kata dokter?"


"Kondisi tubuh tuan besar makin lama makin memburuk tuan"


"Hufttt" sandi menghela nafas kasar sambil mengacak acak rambutnya.


Bagaimana tidak, Sandi adalah anak tunggal di Y.A grop, sehingga dia harus melakukan segala sesuatu dengan benar seorang diri. Dan hanya di bantu oleh sekretaris setianya. Dia harus memikirkan semuanya dari hal kecil hingga hal yang besar, tentu saja ada kalanya dia merasa letih.


"Wanita itu, dia belum kembali?"


"nona Kanisa tuan? Masih belum. Tapi kita bisa meminta bawahan kita untuk menjemput nona jika tuan muda ingin bertemu dengannya"


"Diam kau! Apa yang kau tahu? Bukankah dia ingin pergi dan bertemu dengan keluarga tercintanya itu. Jadi biarkan saja dia, hingga keluarganya itu miskin dia akan kembali lagi pada ku"


Ken hannya diam melihat perangai keras kepala tuan mudannya itu.


Anda hanya menyiksa diri anda tuan, sekarang pun nona sudah menjadi direktur sekarang di perusahaan keluarganya itu. Anda berfikir kalau dialah satu satunya orang yang pantas untuk anda, saya tidak tahu akan berapa lamanya hal berlangsung, saya jadi berharap kan agar nona keras kepala itu mengubah diri anda.


Suasana kembali diam. Sandi sekarang yang awalnya duduk di kursi kekuasaannya itu, sekarang sudah beralih untuk tiduran di sofa.


"Ken"


"Iya tuan"


"Wanita yang di klub hari itu sudah kau urus?"


Deg, Ken hanya diam sepertinya dia melupakan sesuatu yang sangat penting.


"Kenapa diam?"


Matilah aku, aku benar benar lupa hal itu. kenapa harus memikirkan wanita itu sekarang tuann. Sial, kali ini aku lalai.


Sekretaris itu mengepalakan tangannya sambil menghela napas panjang tapi tidak terdengar oleh tuan mudanya.


"Sudah tuan, dia hanya seorang gadis yang tidak memiliki apa apa tuan, dan saya sudah membereskannya"

__ADS_1


Benar, berbohong saja satu kali ini, toh gadis itu aku juga tidak tahu bagaimana wajahnya kena sorotan lampu di klup itu


Ken meremas jarinya, itu pertama kalinya dia merasa gugup. Dan pertama kalinya dia berbohong untuk menutupi kelalaiannya.


__ADS_2