
Pagi hari yang cerah di sebuah rumah besar milik orang kaya. Bergaya Eropa dengan ornamen ornamen mahal yang terpasang di setiap sudut rumah tersebut.
Rumah itu hanya diisi oleh tuan rumah seorang saja dan lebihnya diisi oleh para pelayan rumah ini. Dan sekarang hadirlah seorang wanita sebagai nyonya muda mereka, dan mengisi kamar yang berada di lantai bawah tepatnya di ujung lorong menuju dapur. Yaitu Adrianty yang sudah bersiap siap untuk pergi ke kampusnya.
Lemarinya ketika bangun sudah di isi oleh pakainnya yang lama, ada juga banyak pakaian baru yang harganya mencapai tujuh digit. Barang barangnya sudah di tata dengan sempurna di seluruh ruang tersebut.
Akan tetapi Adrianty tidak akan mengenakan pakaian pakaian bermerek itu, karna dia takut akan berurusan dengan harganya nanti.
Hari ini dia harus pergi pagi sekali ke kampus, karna pergi mengambil pakaian magang yang sudah di sediakan di kampusnya.
Hari ini adalah hari magang pertama Adrianty, jadi dia harus segera mempersiapkan segala keperluan nantinya.
Dengan balutan pakaian sederhannya, yaitu dengan kemeja putih dan rok mini warna hitam hingga lutut, serta blezer yang sudah melekat pada dirinya.
Adrianty mengenakan softlensnya karna jika mengenakan kacamata pastinya ribet.
Waaww kau sangat persis seperti wanita karir Adrianty
dia bercermin sambil memandangi penampilannya yang menurutnya sangat elegan.
Didalam kamar utama lantai 2
Sandi telah siap dengan setelan jasnya. Rambutnya di sisir rapi. Sepatu yang dia gunakan hitam berkilau. Balutan jasnya yang berwarna hitam dan di baluti kemeja putih di dalamnya menambahkan kesan elegan. Dasi yang sudah di ikat di leher berwarna seiringan dengan warna jas yang digunakan.
Ken datang untuk menjemput tuannya dan mengantarnya menuju perusahaan . Seperti biasanya, Ken sudah siap dari pada tuannya, dia selalu setia menunggu tuannya itu.
Dia sekarang sedang duduk di sofa ditemani oleh leptop dan teh hangat di pagi hari.
"Eh, bapak sekretaris anda sudah datang?"
__ADS_1
Adrianty yang telah siap dengan setelannya menyapa seluruh umat rumah ini di pagi hari.para pelyan awalnya sangat gugup, karna biasanya hannya kepal pelayan lah yang mengucapkan selamat pagi pada tuannnya.
"Ya nona" berdiri sambil memberi hormat, sepertinya dendam tadi malam sudah menghilang.
"OOO, kalau begitu selamat pagi, saya berangkat dulu ya tuan" sembari tersenyum mengucapkan selamat dia sudah berjalan menuju keluar. Dia tampak tergesa gesa dan langkahnya terhenti seketika Adrianty di hentikan oleh suara seseorang.
"Kau diam di situ!"
Siapa lagi dia kalau bukan tuan muda Sandi yang baru saja turun dari kamar utama di lantai dua. Hannya dengan suaranya yang datar bisa mengagetkan Adrianty.
Eh dia??
"Tu tuan, se selamat pagi tuan"
Adrianty membalikkan badannya dan memberi hormat. Dia berusaha tersenyum walaupun sekarang dia sangat terkejut.
Raut wajahnya terlihat berkeringat, dia harus tersenyum secerah mentari walaupun tangannya sudah gemetar ketakutan.
Tannya Sandi.
"Sa saya, ke kampus tuan?"
"Kekampus? Dengan pakaian seperti itu?"
Dia melirik pakaian Adrianty yang tampak berbeda seperti mahasiswa lainnya.
"Ini? Ahh, hari ini adalah hari magang pertama saya tuan, makannya saya berpakaian seperti ini, apa terlihat aneh tuan?" Sambil memperagakan pakainnya.
"Tidak.
__ADS_1
eh? Tuan muda menjawab? Ken
"Kau bilang kau magang? Perusahaan mana?" Mulai menuruni anak tangga dan sekarang sudah berjalan menuju meja makan.
"Saya magang di perusahaan Y.A grop tuan"
Langkah Sandi terhenti, dia melirik ke arah Ken.
Ken mengangguk, memberi kebenaran.
"Kau diterima di sana?" Mulai duduk di meja makan.
"Ah, i iya tuan" dia merasa sangat gugup jika bicara dengan suaminya ini.
"Mengapa berdiri di sana? Duduk!" Sang raja pun mulai memberikan titahnya.
"Ti tidak usah tuan, sa saya akan makan di..." Kata katanya terputus.
"Kubilang duduk kau duduk!"
Aura nya mulai keluar, seperti ingin menelan orang saja pikirnya.
"Ba baik tuan"
Adrianty berjalan menuju meja makan, dia mengambil tempat yang sangat jauh dari Sandi karna takut nanti kenapa napa, jadi dia memilih menjauh dia duduk di ujung meja makan dan menundukkan kepala.
Sarapan hari ini sedikit tegang, tidak seperti hari hari lainnya yang biasanya hanya diisi oleh Ken dan tuan mudannya saja di meja makam, sedangkan kepal pelayan berdiri di samping Sandi dengan tenang.
"Makan makanan mu!" Sandi langsung mengambil garpu dan pisaunya, lalu menyantap makanan dengan tenang.
__ADS_1
Begitu juga dengan Adrianty, mungkin juga karna lapar dia pun akhirnya memakan makannya dengan lahap.