First Wedding Trip

First Wedding Trip
Pangeran berkuda putih


__ADS_3

Flashback


Sudah tiga hari berlalu sejak terjadinya pertengkaran yang terjadi di rumah Sandi dengan tempat spesifiknya di dapur dekat meja makan.


Kedua orang tersebut tidak pernah saling menyapa, Adrianty kembali kekamar bawahnya. Sedangkan Sandi, sering pulang larut malam. Entah dia pulang atau tidak, yang pastinya Adrianty tidak peduli.


Mungkin dia sedang lembur dan banyak kerjaan. Hanya itu yang dapat Adrianty pikirkan. Bahkan di kantor pun mereka jarang bertemu. Jika dirumah saat pagi hari mereka dengan tidak sengaja berpapasan, Sandi benar benar hanya menganggap Adrianty sebagai angin. Ada, tapi tidak terlihat. Adrianty yang diperlakukan seperti itu tentu saja merasa risih sendiri.


Apa dia sakit hati, jawabnya iya. Tentu saja, siapa juga yang tidak merasa tidak enak diperlakukan seperti itu, tidak saling menyapa dengan suami sendiri hanya karna pekara tidak boleh memasak didapur. Hanya alasan yang klise dan membuat orang merasa konyol dalam keadaan seperti ini.


Hari ini Adrianty seperti biasanya ingin pergi ke kantor. Melaksanakan kegiatannya sebagai anak magang yang baik dan tauladan. Datang di pagi hari yang bahkan karyawan lainnya masih belum datang. Untuk apa? Ya untuk menghindari pertemuannya dengan Sandi suaminya sendiri. Yang bahkan tidak menganggap dirinya ada.


"Ahhh." Adrianty meregangkan otot-otot yang tegang karna terlalu tekun bekerja.


Tidak apa hidup seperti ini saja, tidak bersapaan dengan suami sendiri. Haha, miris sekali hidupmu Adrianty Adrianty tersenyum kecut.


Tidak apa, toh lagi pula kami hanya nikah kontrak, kami melakukan pernikahan hanya dengan dihadiri oleh empat orang saja, aku, tuan Sandi, penghulu, dan sekretaris Ken sebagai saksi. Tidak apa juga sih untuk apa banyak orang yang tahu dengan pernikahan ini, toh aku juga cepat atau lambat juga akan bercerai


Putus asa sudah pikiran Adrianty. Dia hanya memanfaatkan alur saja mulai sekarang. Kemana skenario kehidupan ini berjalan, pikirnnya.


Kadang Adrianty sempat berfikir untuk kabur dari rumah dan memulai hidup baru pada saat dia kuliah.


Tapi hatinya sangat bertolak belakang dengan pikirannya itu. Lalu bagaimana dengan ibu, saham ibu, makam ibu, dan pesan ibu yang dia terima setiap saatnya. Riant jangan pernah membenci atau meninggalkan ayahmu ya nak, meski kau sangat sulit untuk mengakuinya. Tanpanya kau tidak akan lahir di muka bumi ini. Selalu saja pesan itu yang Adrianty ingat ketika dia ingin memberontak.


"Huh, capek ya kalau kerja non-stop itu, semangat! Harus terbiasa, kau akan menjalankan dunia kerja sesungguhnya Adrianty setelah ini" Adrianty menyemangati diri sendiri. Setelah itu dia kembali pada dunianya, yaitu menyelesaikan semua tumpukan kertas yang ada di atas mejanya.


"Adrianty"


"Adrianty"


"ADRIANTY SYAHADA!!"


"Eh i i ya ada apa?" Adrianty terbangun dari lamunannya.


"Ada apa - ada apa, kamu dengar nggak!!"


"I iya senior, ada apa" Adrianty langsung berdiri dari posisinya. Menghadap pada seorang yang dipanggil senior itu.


"Kamu itu masih magang disini jangan seenaknya ya, baru kurang seminggu kami kerja di sini udah molor. Kamu mau saya keluarkan dari sini!!!"


Emang kamu punya kuasa kayak gitu cerca Adrianty dalam hati. Akan tetapi sekarang mulutnya sedang tersenyum menahan gundukan marah dalam hatinya.


"Ti tidak senior hehe. Saya di panggil untuk apa ya senior?"


"Ck, masih banyak tanya lagi, disana kau di panggi mengejar Arik!!" Dan akhirnya Adrianty pergi di tinggal pergi oleh seorang yang di panggil senior itu. Seorang wanita dengan paras cantik bak model gitar spanyol.


Untung aku orangnya penyabar, kalau tidak sudah kupotong lidah ularmu itu, lagian ngapain juga aku bermenung sih


Adrianty pergi berjalan meninggalkan mejanya dan bergegas pergi memenuhi permintaan menejer Arik.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


"Masuk" Adrianty mendapat sahutan dari dalam.


"Selamat siang pak, katanya saya di panggil ya. Ada apa pak?"


Seorang pria berparas tampan yang tengah sibuk dengan kemputernya mengalihkan pandangannya dan tersenyum melihat Adrianty.


"Kau sudah datang. Baguslah.


Aku ada tugas untukmu. Bisakah kau menolongku?"


"Iya pak, tentu saja saya bisa"


" Kalau begitu bisakah kau mengantarkan documen ini ke ruang presedir?"


Adrianty terkejut bukan main. Ruang presedir? Bukankah itu ruangan suaminya sendiri? Apakah dia akan bertemu dengan suaminya. Tidak, aku tidak siap. Sudah bersusah payah untuk tidak berjumpa mengapa harus seperti ini.


"Eeeehh!!" Adrianty berteriak kaget.


"Kau kenapa? Kenapa berteriak?"


Tanya Arik heran.


"Tidak begitu maksud saya, kenapa harus saya pak, lagi pula saya hanya seorang anak magang tidak pantas bagi saya_"


"Bila ku minta kau antarkan berarti kau yang mengantarkan apa tidak mengerti?" Ucap Arik dingin.


Adrianty merinding melihat tatapan Arik padanya. Apakah ini dirinya yang sebenarnya?


"Tapi saya _"


"Kau yang punya kafe di dekat sinikan?"


"Ya?"


Lagi lagi ucapanku di potong. sialan!


"Iya pak kenapa?"


"Karyawanmu yang bernama Berlian, Sekarang dia adalah wanita ku!"


"Apa? Kak Berlian pacar anda! Maaf pak "


Cepat cepat Adrianty menutup mulutnya karna kaget.


Jangan bilang pak Arik suka pada kak berlian. Kak berlian yang banyak bacot itu?


Arik tersenyum senang mendengar pernyataan Adrianty. hatinya berbunga-bunga dengan indahnya.


"ohya aku mau pergi ke kafemu itu. Bisakah kau bilang pada Berlian kalau pangeran berkuda putih akan datang menjemput?"


"Pangeran berkuda putih?"

__ADS_1


"Ya, bilang saja, dia pasti tahu itu"


"Ba baik pak"


Arik buru buru mengambil kunci mobilnya dan berlenggang pergi


"Tapi pak!!"


"Kerjakan tugas yang ku berikan padamu sekarang! Dan jika ada yang bertanya padaku, katakan aku ada urusan darurat! kau mengerti!!"


Dengan cepat Arik meninggalkan ruangannya dan meninggalkan Adrianty seorang.


Berlian, tunggu aku


"Waw waw waw. Ini benar benar berita menarik. Jangan bilang pak Arik suka sama kak berlian lalu mereka pacaran. Aaaaaaa. Aku harus beri kabar gembira ini pada mereka semua. Hihihi"


Adrianty mengambil hpnya dan langsung mengirimkan pesan sesuai amanat Arik tadi pada berlian.


"Hmm sangat romantis, padahal dia bisa kirim pesan sendirikan. Ternyata menejer Arik bisa romantis juga ya. hehehe"


Sekarang adalah hari patah hati seisi kantor


Akhirnya Adrianty menjalankan tugas yang diberikan Arik kepadanya. Dengan cepat dia menaiki lift menuju ruangan presedir.


"Kau mau kemana?" Cegat salah satu senior di kantor itu.


"Saya ingin keruang presedir"


"Mau ngapain, mau nggoda tuan Sandi ya? Heh kamu tuh nggak sesuai d Ngan seleranya. Emangapayang kamu banggain dari tubuhmu itu?"


Senior itu membanggakan dirinya sambil mengibaskan rambutnya kebelakang. Dengan gaya kecentilan dia mebusungkan dadanya kedepan Adrianty hingga dadanya menyentuh documen yang di pegang Adrianty.


"Kayaknya senior butaya, saya lagi pegang documen tentu saja mau antar document ini. Hati hati ya mbak kalau bicara, dada besar tapi otak kosong ya. Minggir!" Adriantyi menyenggol lengan panjang wanita itu hingga senior itu sedikit bergeser dan memberi jalan.


Semua mata melihat ke arah mereka, ada yang sedang cecekikan menahan tawanya, ada yang sedang merekam kejadian itu.


wah akhirnya ada ya yang memberi senior pelajan


benar lagi pula apa yang dia banggakan oleh senior itu


pasti Adrianty sudah gila melawan senior itu


benar, ada yang mengatakan senior itu adalah simpanannya CEO.


menjijikkan ya


gosip sudah bertebaran lah seisi kantor itu.


"DIAM KALIAN!!"


semua orang langsung terdiam karna mendapat amukan.


Dasar wanita jalang, awas kamu!!

__ADS_1


__ADS_2