First Wedding Trip

First Wedding Trip
batas perasaan


__ADS_3

"Anda kan punya banyak wanita simpanan selain saya, kalau anda bawa dia pulang, apa kita akan sekamar bertiga nantinya?"


"Hah? Apa maksudmu? Wanita ku yang mana yang kau maksud."


"Ituu..


Dia... "


Kata Adrianty yang sudah gugup, jika dia salah bicara maka hal yang dia dapatkan adalah amukan dari Sandi.


Iya kan, Kata orang dia kan cassanova, jadi dia punya banyak wanita donk


"Siapa kubilang? jangan bercanda!" karna Kesal Sandi hingga meninggikan suaranya.


"Mana saya tahu!! "


Teriak Adrianty tak kalah kerasnya.


"Kan anda yang punya urusan mana saya tahu siapa saja mereka, intinya... Benar kan anda punya wanita lain di luar sana iya kan!!"


Teriak Adrianty berusaha menutupi kesalahan yang dia buat


"Wah..


Kau selain pembangkang kurang ajar juga yaa. Beraninya kau berteriak di depan ku!"


mereka saling berteriak satu sama lainnya. tidak menghiraukan orang yang sudah tidur di lantai bawah sana.


Adrianty langsung menciut dan menundukkan kepalanya ke bawah.


"Kemari kau.."


Tapi si empu yang diperintahkan tidak menjawab.


"Kuhitung sampai 2


Satu..."


Dengan buru buru Adrianty langsung mendekat kearah Sandi.


"Hahaha


Kan bagus kalau kau patuh bagini.


Kemari!"


Sandi menggeser duduk nya dan menyuruh Adrianty duduk di sampingnya.


"Siapa dia, wanita yang kau katakan?"


Tanya Sandi yang mulai melemahkan suaranya.


Glek


Bukannya merasa senang Adrianty malah semakin menciut.


Kata kata itu terasa seperti ancaman bagi Adrianty.


"Kenapa diam?


Kau mengarang cerita yaa. Hapus itu dari otak pendek mu itu!


Hai kukatakan sekali pada dirimu.


Aku itu bukan suami murahan yang membawa selingkuhan pulang kerumahnya.


Tapi aku tipe suami setia, kalau pun aku selingkuh aku tidak akan membawa dia pulang dan memperkenalkan dirinya pada istriku. Aku akan menyimpannya sampai dia tidak ketahuan.


Mata Adrianty langsung tajam menatap Sandi.


"Tuan, anda brengsek yaa"


"Apa?"


"Anda bilang anda setia tapi apa? Tidak membawa selingkuhan kerumah?"


Langsung saja Adrianty mengambil bantal yang berada di sampingnya


Buk


Buk


Buk


Adrianty memukul Sandi dengan keras menggunakan bantal sofa tersebut. Dia mengeluarkan semua tenaganya.


"Hai hai hentikan! "


Sandi yang dipukul langsung melakukan perlindungan diri dengan menyilangkan tangannya.


"Stop!" ucap Sandi berusaha menghentikan.


Tapi Adrianty tidak mendengar, hingga akhirnya Sandi berlari langsung menaiki tangga menuju lantai kamarnya.

__ADS_1


"Berhenti di situ pria brengsek! "


Adrianty merasa tertantang dan mengikuti permainan Sandi untuk bermain kejar-kejaran.


Disela sela perlarian itu Sandi merasa kesal dan berhenti sejenak


"Apa? Pria brengsek? Siapa yang kau maki it.."


Grebb


Alhasil Adrianty berhasil menggapai tangan Sandi.


Adegan saling melepas dan mengikat satu sama lain pun terjadi. Sandi berusaha melepaskan tubuhnya dari cengkraman Adrianty, sedangkan Adrianty berusaha mengeratkan satu tangannya yang memegang tubuh sandi, dan satu tangan lagi sibuk memukul Sandi dengan bantal sofa.


"Anda adalah suami brengsek yang pernah saya temui tuan


Walaupun hubungan kita kontrak bukan berarti anda seenaknya saja yaa pada saya"


Brak


Dua insan itu terjatuh terhimpit sempurna, mereka terjatuh ketika Sandi ingin membuka pintu kamarnya. Kakinya tersandung. Tujuan utama ingin melarikan diri dengan bersembunyi di dalam kamar alhasil inilah yang terjadi.


Adrianty berada di atas panggung Sandi, sebaliknya Sandi tertelungkup ke lantai.


Adegan dorong mendorong itu ternyata berakibat jadi seperti ini.


........


"Akhh"


bantal yang awalnya berada di tangan Adrianty sudah terlempar jauh entah kemana.


Sandi yang karna jatuh dalam keadaan tertelungkup merasa kesakitan. Terutama di area wajahnya. Sepertinya hidung Sandi menjadi korban yang paling menderita


"Akhh


Hidung ku berdarah"


Adrianty langsung berdiri dari posisinya. Dan membawa Sandi duduk dengan benar.


Berdarah


Sandi memegang hidungnya yang mulai mengeluarkan cairan merah.


"Sa saya minta maaf tuan"


Ujar Adrianty takut.


Dengan cepat dia mengambil tisu yang berada di atas meja kamar itu. Adrianty sangat teliti dalam hal ini, dia melap darah yang mengalir di hidung Sandi.


Sandi memegang pangkal hidungnya yang berdenyut.


"Oii


Berapa berat badan mu?"


"Kenapa?"


"Punggung ku sakit "


Keluh Sandi.


"Maafkan saya tuan, saya tidak bermaksud.


Tapi itu juga salah anda juga, kenapa anda tiba tiba lari setelah mengatakan hal itu


Walaupun hubungan kita ini kontrak semata bukan berarti saya tidak menghormati anda dalam pernikahan ini tuan"


Sandi menatap Adrianty yang sedang sibuk menempelkan salep dan ansaplas ke hidungnya.


"kau mengormati ku?


Kenapa?"


"Karna anda suami saya"


Ucap Adrianty tanpa ragu.


"Hanya karna itu?"


"Lalu apa?"


Tanya Riant sambil menatap Sandi.


Sandi mengubah posisi duduknya yang awalnya menghadap kedepan, memiringkan tubuhnya dan mengarah pada Adrianty.


"Jangan jatuh hati pada ku


Ku peringatkan dari sekarang! "


Suara Sandi sangat rendah dan terkesan dingin. Dia sudah memasang batas antara dirinya dan istrinya.


Jangan sampai ada sebuah perasaan di antara hubungan ini. Jangan sampai hal itu terjadi, batasi perasaan masing-masing. Ini demi kebaikan bersama. Itu hal yang di sampaikan oleh Sandi.

__ADS_1


"Ya tuan"


Adrianty hanya mengangguk paham.


Yahh, memangnya siapa juga yang berharap, aku sudah lama membentengi diriku untuk hubungan seperti ini. Aku bukan awam mengenai hubungan kontrak saling menguntungkan ini. Aku orang yang berpengalaman.


Hening...


Sandi tidak berniat untuk memperpanjang percakapan.


Sedangkan istrinya masih sibuk mengemasi barang barang p3k, dan memasukkan kembali kedalam kotak. Dia tampak berpikir karna matanya nyalang menatap ke depan.


"Tapi tuan...


Berarti prasangka saya kalau anda punya wanita lain itu benar?"


"Hah? "


"Benar kan?"


Tanya Adrianty lembut.


"Hai


Bukan begitu maksud ku, aku mengatakan untuk jangan jatuh hati padaku bukak berarti seperti itu..


Otak mu ini penuh kecurigaan saja pada ku"


Ucapnya mulai kesal.


Sandi langsung berdiri dari duduknya, dia hendak pergi ke ruang ganti baju, tapi..


Dia menghentikan langkahnya.


"Kau putuskan, kau ingin di sofa atau di lantai?"


ucapnya


"Apa?


Kok pilihannya itu tuan"


"Lalu kau mau di mana? Di kasur? Jangan harap, kubilang jangan jatuh hati pada ku kan! Batasi nafsu mu pada ku.."


Mendengar itu telinga Adrianty panas.


Apa, nafsu?


Bahkan aku sudah melihat banyak tubuh atas pria walaupun hanya di komik, lebih bagus dari tubuh kerempengnya itu


Karna kesal Adrianty langsung berdiri.


"Itu terserah saya tuan, dimana saya tidur itu urusan saya. Tapi karna anda sudah mengajak saya tidur sekamar dengan anda. Maka anda yang harus bertanggung jawab atas kenyamanan saya"


Adrianty sudah berjalan menuju tempat tidur king size itu. Dia duduk Sampai menyilang kan kaki dan tangannya, menantang tatapan Sandi.


"Saya tidur disini tuan.."


ucapnya sambil menepuk tempat tidur itu.


"Pilih lah tuan, anda ingin di sofa atau di kasur?"


"Hai!!!"


Pekik Sandi.


"Jangan macam macam kau..


Turun!"


Dengan cepat Adrianty mengambil selimut dan menyelimuti seluruh tubuhnya hingga tampak seperti bola.


"Jangan sentuh saya dengan tangan anda tuan!"


Tekan Adrianty.


"Wahh


Wanita kurang ajar kau!!"


"Sebaiknya anda cepat mandi tuan, tubuh anda bau ketek"


Adrianty menyembulkan kepalanya di balik selimut sambil menutup hidungnya.


"Apa?"


Sandi mengendus ketiaknya.


Tidak bau apapun.


"ck, Awas kau Riant..."


Sandi langsung memasuki kamar mandi.

__ADS_1


"hah?"


ucap Adrianty melongo.


__ADS_2