
Tidur dengan seorang Sandi Kasorno Andrana bukan hal tabu yang diinginkan oleh para wanita di luar sana.
Bagaimana tidak, mulai dari postur tubuh, wajah, isi dompet jabatan serta kekuasaan yang dia miliki adalah hal yang diinginkan para wanita dan para mertua. Benar benar menantu idaman bukan.
Banyak rumor yang beredar bahwa Sandi selalu gonta ganti pasangan setiap malam hanya untuk menemani malamnya.
Bahkan media sempat menciduk kalau Sandi pernah masuk ke hotel bersama seorang wanita. Tapi entah hal itu benar atau tidak hanya dia yang tahu. Bahkan hal itu sempat buming di sosial media.
Akan tetapi hal itu membuat banyak masyarakat merasa bingung tentang kebenarannya.
Karna dia tidak pernah mengklarifikasi kebenaran tersebut. Jadi Sandi banyak di sangka seorang CEO yang haus akan wanita malam, atau penghangat ranjang.
malam dengan sunyinya menemani para insan yang sedang berada pada aktivitas mereka masing-masing.
Sekarang Adrianty sudah berada di bawah selimut yang cukup tebal yang mempu menghangatkan tubuh. dia sekarang sedang menerka-nerka apa yang akan terjadi dengan dirinya.
Aku sekamar dengannya, tadi dia berteriak seperti ingin membunuh saja. Hiks, aku ingin tidur di kamar bawah. Lebih baik di sana dari pada disini. Dia memintaku tidur di kamar ini tapi dia suruh aku tidur di tikar. Kemana rasa kemanusiaan di dalam diri orang biadap ini? Huhuhu ku kira kita tidak akan bertemu tapi apa ini, aku bahkan tidak tahu apa yang akan kau lakukan padaku nanti malam
Adrianty asyik sendiri di bawah selimut dengan pikirannya. Sudah pasrah pada apa yang akan terjadi untuk drama berikutnya, dia bermain hp sambil menari-nari kan kakinya ke belakang dan kembali memikirkan nasibnya sendiri. Dia melakukan aktivitas seperti biasa ketika malam harinya. Membahas segala sesuatu yang ingin dia ketahui. Dan chetingan terlebih dahulu dengan teman temannya.
Lambat laun waktu barjalan, hari sudah semakin larut. Dan akhirnya Adrianty tertidur dia atas karpet yang cukup lembut itu. yang ukurannya muat satu orang saja.
.....
Sandi sekarang berada di ruang kerjanya. Tentunya bersama sekretaris Ken yang sangat setia kepada tuannya itu.
"Tuan, ini minuman anda" Ken menyodorkan gelas.
"Hm"
Tidak banyak percakapan yang muncul di antara mereka berdua.
Memang seperti itu biasanya, Sandi hanya bicara seperlunya. Wajahnya yang dingin dan ganas itu selalu menjadi hal permanen baginya. Dia hanya mengatakan satu dua kata yang penting dan tidak banyak bicara.
__ADS_1
Bahkan sekretarisnya itu hanya bisa mendengarkan kalimat pendek setiap harinya. Bahkan di saat meeting pun dia hanya bicara intinya saja. Jika tidak sesuai ekspektasi maka ken lah yang akan turun tangan mengurus orang orang yang tidak becus itu.
Tak. tik. tak. tik.
Benar benar hanya terdengar ketikan pada keyboard leptop, bahkan jika jarum jatuh pasti sangat terdengar nyaring di telinga.
Sudah setengah jam Sandi sibuk dengan leptopnya, sesekali dia meminum air yang di berikan oleh Ken.
"Ken"
"Ya tuan" akhirnya robot itu bicara.
"Barang barang wanita itu sudah kau pindahkan?" terbesit dipikiran Sandi pada perintahnya yang di klup tadi.
"Barang nona tuan? Sudah tuan muda"
"Hm"
Tunggu, wanita mana yang di maksud tuan muda? Tidak barang barang nona muda..... kan? Berperang dengan pikiran sendiri. Takut salah wanita mana yang dimaksud oleh tuannya. Jika itu adalah Kanisa maka dia sudah melaksanakan perintah tuannya. Tapi jika itu Adrianty maka dia sepertinya dalam masalah.
Tidak menjawab.
"Maksud tuan muda barang nonakan?"
Alis Sandi naik sebelah merasa bingung.
"Lalu barang siapa lagi?" Tanyanya dingin.
Benar juga ya, tentunya barang nona kanisa, memang siapa lagi
"Ken" memanggil tanpa mengalihkan matanya.
"Ya tuan "
__ADS_1
"Kau pulanglah"
"Saya tidak apa apa tuan"
"Ku bilang pulang ya pulang, kau tidak mengerti!" Sandi menghentikan keyboardnya berkerja dan menatap tajam Ken.
"Baik tuan" keluar setelah memberi hormat. Tak seperti biasanya tuannya seperti ini. Biasanya Ken bahkan berdiri sampai dini hari menunggu tuannya selesai bekerja, tapi sekarang dia pulang sangat cepat. Bukanya merasa beruntung hari ini tapi malah bingung sendiri melihat tingkah laku tuannya.
Sandi mengotak atik laptonya, dan akhirnya waktu berlalu begitu cepat dengan iringan jarum jam di ruangan tersebut.
Akhirnya Sandi selesai dengan pekerjaannya, dia merenggangkan otot ototnya yang tegang, bermenung menatap langit langit ruangan itu. tidak lama kemudian dia keluar dari ruang kerjanya.
....
Ceklek
Pintu kamar terbuka, Sandi masuk dan menyapu pandangan seluruh isi kamar. Mencari insan yang tadi dia tinggalkan dengan cara yang paling menjengkelkan.
Terlihat Adrianty tidur di lantai, Sandi duduk dipinggiran kasurnya dan menyibakkan rambut Adrianty yang menutupi wajahnya. Di pandangannya istrinya itu.
"cantik juga kau ya" bibirnya menyeringai. Sepertinya Sandi sangat menikmati tampang istrinya yang terlihat bodoh dimatanya itu.
"Tidur saja seperti bayi, kau sudah besar tapi tidur seperti anak kecil? bangun pun kau seperti kucing garong. Hahaha" Sandi heboh sendiri menjahili istrinya yang sedang tidur.
Menusuk pipinya, menarik rambutnya, dan memain-mainkan jemarinya.
Dan sekarang jatuhlah pandangannya melihat daging lembut dan seksi berwarna pink alami.
Sial kenapa sangat menggoda!
Sandi langsung berdiri dan berjalan ke tempat tidur king sizenya. Menyelimuti diri hingga dada dengan pikirannya masih diisi bentuk bibir Adrianty.
Dia memejamkan matanya kuat supaya tertidur, akan tetapi gambaran itu masih terlihat jelas di otaknya. Sandi melayangkan tangannya keatas untuk mengusir bayangan mesum yang muncul di pikirannya.
__ADS_1
Jam dinding terus menjalankan jarumnya. Dan akhirnya Sandi tertidur dengan nyaman di bawah selimutnya. Dia hanyut kedalam alam bawah sadarnya.
Sepertinya dia tidak terlalu terusik dengan kehadiran seseorang di dalam kamarnya.