First Wedding Trip

First Wedding Trip
foto


__ADS_3

Malam hari di kediaman Sandi.


Hari sudah menunjukkan pukul 10 malam, sudah saatnya bagi semua orang untuk tidur dan istirahat. Mengumpulkan lagi tenaga yang sempat terkuras dari pagi hingga sore tadi.


Di rumah ini para pelayan sudah tidur, termasuk kepala pelayan. Mereka akan tidur ke kamar mereka masing masing jika sudah jam tidur. Jika ditanya apakah tuan rumah mereka belum tidur jam segitu? Jawabannya belum, bahkan Sandi pun jarang sekali pulang kerumahnya.


Di kamar, Adrianty tidak bisa tidur. Dia mencoba memejamkan matanya tapi tidak bisa juga. Ada hal lain yang mengusik pikiranya.


Besok akhir pekan, aku sudah berjanji pada ayah mertua untuk berkunjung, Minggu lalu tidak jadi gara gara masalah sepele itu. Tapi kalau aku berkunjung gimana caranya yaaa.


Dia menepuk bantal yang sedang di pangku di atas perutnya.


Apa tuan Sandi jam segini sudah pulang yaa?..


Lihat dulu ahh....


Akhirnya Adrianty tidak jadi tidur dan melangkah keluar kamarnya. Kemudian menutup pintu kamar dengan hati hati.


Kemana semua orang yaa..


Apa sudah tidur..


Adrianty menyalakan lampu ruang tamu menggunakan remote control yang sudah bisa dia gunakan.


Dia langsung berjalan menaiki tangga menuju lantai kamar Sandi berada. Dia berjalan pelan menuju kamar itu, takut jika tiba tiba orang terbangun karna ulah dirinya.


Tok. Tok tok


"Tuan, anda di dalam?


Tuan ini sayaa.."


"Kenapa tidak menjawab, apa dia belum pulang?"


Bisik nya pelan


karna tak asa jawaban, Adrianty mengambil inisiatif sendiri.


Ceklek


Tanpa izin si pemilik kamar,


Adrianty masuk ke dalam kamar tersebut. Dia mencoba mencari Sandi dalam kamar itu, mulai dari tempat tidur, sofa, kamar mandi, bahkan di tempat ganti baju pun tidak di temukan manusia itu.


Belum pulang ternyata, sebaiknya aku keluar nanti kalau lagi sial aku ketahuan.


Adrianty berjalan dari kamar ganti menuju pintu keluar, di sela sela itu dia melewati sebuah lemari Tinggi transparan yang terdapat banyak brang di situ.


Wahh, ini mainan? Dia kolektor? Ini semua bukanya mainan mahal? Tidak main main yaa. Pasti dia gamer, atau dia Wibu ya, ini semua Hero di game itu sama karakter film anime. Benar benar orang kaya. Terniat banget ya beli yang kayak gini.


Tapi aku suka semua ini. Kalau minta satu boleh nggak yaa. Hihihi.


Adrianty menilik semua mainan mahal itu dari atas sampai bawah. Hingga matanya tertuju pada sebuah foto seorang yang berada di bawah lemari itu.


Foto seorang wanita yang di bingkai dengan bingkai kaca, terlihat seperti bingkai dari laut yang dihiasi kerang dan figur laut di tepinya.


foto itu seperti terjatuh dari suatu tempat.


"Foto wanita? Dia siapa? "


Adrianty mengambil foto itu. Terlihat di dalamnya gadis cantik dengan rambut terurai kebawah menggunakan baju berwarna putih berlengan sebahu dan belahan dada yang sangat kebawah.


Dengan latar belakangnya terlihat seorang pria yang berdiri begitu jauh darinya. Pria itu jelas menggunakan pakaian yang senada dengan wanita itu.


Sepertinya ini di pantai . Sudah pasti pria di belakang ini tuan Sandi, tapi wanita ini siapa yaa.


Dia sedikit terlihat berfikir, apa ini mantan tuan, adiknya tuan, saudara perempuannya atau siapa?


"Sudahlah letakkan ini Riant dan cepet keluar dari kamar ini" rutuknya setengah berbisik.


Akhirnya Adrianty meletakkan kembali foto itu kembali seperti semula.

__ADS_1


Dia mematikan lampu kamar itu dan langsung keluar dari kamar sandi.


Ceklek


Pintu kamar tertutup dengan sempurna.


Di balik kaca mata tebalnya, terlihat jelas di pancaran matanya kalau Adrianty sedang memikirkan sesuatu.


Sudahlah jangan di pikirkan. Hus hus. Adrianty mengibaskan tangannya di depan wajah untuk mengusir bayangan tadi.


Setelah turun dari tangga, Adrianty langsung menuju sofa di ruang tamu. Dengan niat menunggu Sandi pulang kerumah.


Aku tidak peduli kapan dia pulang, aku harus menunggu pria itu pulang lalu merengek padanya. pokoknya apapun itu harus ku lakukan untuk membujuk suami sialan itu. lihat saja!


ucapnya dalam hati dengan semangat yang berkobar.


.........


Waktu sudah menunjukkan pukul satu malam, akhirnya si empu yang di tunggu pun datang. Sepertinya Adrianty sudah terlihat tidak menepati niatnya yang tadi. Karna dia sudah berkhianat dengan tidur di atas sofa ruang tamu tersebut.


Sandi masuk kedalam rumah sendirian. Tanpa pengawalan sekretaris yang sangat patuh itu.


Awalnya dia heran, kenapa lampu ruang tamu masih menyala, apakah pelayan tidak mematikan lampu? Tapi sepertinya pertannyaan itu terjawab dengan keberadaan Adrianty yang tertidur di atas sofa itu.


Apa yang dia lakukan keningnya berkerinyit heran.


awalnya Sandi tidak peduli, dan berjalan melewati Adrianty yang tertidur pulas, tapi mungkin karna masih punya hati nurani sebiji jagung, dia pun melihat lagi kebelakang.


Haahh


Memang gadis meropotkan


Sandi mendekati sofa tersebut dan menggoyangkan tubuh Adrianty yang sedang tertidur.


"Oii..


Oii.. bangun! Kenapa kau tidur di sini!!" ucapnya sedikit berteriak


Karna merasa terusik, Adrianty akhirnya membuka matanya, awalnya dia tidak merespon dan hanya mengedipkan matanya.


"Tuan!!!! "


Orang yang di teriaki juga terlonjak kaget


"Ada apa dengan mu ke apa kau" berteriak! Sandi memegang dadanya yang bergetar.


"Haha..


Tuan anda sudah pulang?


Pas sekali tuan saya menunggu anda pulang"


Adrianty mengambil kacamata yang berada di atas sofa dan memakaikannya.


"Kau menunggu ku?"


Lihat, seringai mulutnya itu terlihat jelas.


"Iya !! "


Teriak Adrianty menggema


"Bicara biasa saja kenapa begitu!"


"Haha"


"Kenapa kau menunggu ku?"


Sandi memperbaiki posisi duduknya yang awalnya menekuk lutut di dekat sofa sekarang duduk di ujung sofa dekat kaki Adrianty


Aahh iya aku lupa..

__ADS_1


"Itu tuan....


besok kan akhir pekan, apakah besok tuan ada waktu, saya ingin pergi berkunjung ke rumah tuan besar Sorno. ta-tapi kalau tuan sibuk tidak apa apa juga. he-he" karna gugup dia sampai mengatakan hal yang tidak penting.


Hening.......


tidak terdengar jawaban dari mulut Sandi. Karena dia tidak merespon perkataan Adrianty.


"Kau menunggu jawaban ku?"


"Tuan!!!" Pekik Adrianty untuk kesekian kalinya.


"Hahaha"


Tawa Sandi pecah, terdengar deras sampai menggema di seluruh ruangan.


"Baiklah,, mari pergi bersama, memangnya jam berapa kau berencana pergi? "


"Setelah semua pekerjaan saya selesai, sepertinya setelah sarapan tuan"


Kata Adrianty menatap mata Sandi.


"Terlalu cepat?"


"Apakah itu cepat tuan?"


"Ya"


jawabnya singkat.


"Kalau begitu kita sesuaikan saja dengan jadwal anda."


Sandi tampak menimbang nimbang sambil mengacak rambutnya dan melonggarkan dasinya, tidak lupa pula dia melepaskan dua kancing kemeja dia atasnya, dan itu tampak menggoda.


Wahh..


Pemandangan langka, Riant kau harus kuat kan memorimu akan ini.


"Baiklah,setuju


sekarang kau pergi tidur!"


Adrianty langsung berdiri dari duduknya dan langsung berjalan meninggalkan Sandi sesuai perintah.


"Hai kau kemana!"


"Ke kamar tuan, kan disuruh tidur"


"Dimana kamar mu?"


"Di situ"


Tunjuk Adrianty pada lorong menuju kamar lamanya.


"Kau..."


Huuuuffffftt


Sandi menghela nafas panjangLagi lagi masalah kamar pikirnya.


"Pindah ke atas, pergi kekamar ku tidur disitu!"


Titahnya kesal.


"Bukankah kamar itu bukan hak saya tuan?"


"Apa yang kau bicarakan, kau itu istri ku itu hak mu, bahkan yang ada di rumah ini hak mu jadi apa masalahmu"


Hmmm


Adrianty tampak berpikir sejenak.

__ADS_1


"Kalau saya tidur di atas, bagaimana dengan wanita anda yang lain?"


"Hah? "


__ADS_2