Gadis Barbar Itu Istriku

Gadis Barbar Itu Istriku
Penjelasan Zizi


__ADS_3

Sejak kejadian video yang dikirimkan Mona pada Zizi kemarin, Cyra jadi sedikit waspada. Dia tidak mau Andin and the gank sampai mengetahui hal tersebut. Jika hal itu sampai ditelinga mereka, bisa dipastikan Cyra langsung dikeluarkan dari sekolah.


Untuk menghindari hal tersebut, Cyra meminta bantuan pada Zizi untuk segera mengklarifikasikan masalah tersebut pada Mona.


Disinilah mereka sekarang, ditaman, tempat kemarin mereka bertiga sempat bertemu.


"Ada apa kamu panggil aku, Zi?" tanya Mona begitu sampai ditempat janjian.


Sebelumnya Zizi sudah mengiriminya pesan untuk menemuinya di taman kemarin.


"Kok, ada Cyra disini?!"


Mona mulai waspada. Jangan-jangan dia bakal dilabrak.


"Nggak apa-apa!" balas Zizi santai.


"Mon, aku mau bahas soal video yang kemarin. Videonya masih kamu simpan?!" tanyanya to the point.


"Ma-masih! Kenapa emangnya?!"


Mona sedikit gugup entah karena apa.


"Aku udah tanyain soal kebenaran video itu sama Cyra. Dan, dia emang ngakuin kalau dia emang tinggal bareng sama cowok yang ada divideo kamu itu. Tapi cowok itu bukan teman kumpul kebonya Cyra seperti yang kamu bilang ke aku kemarin, kok!" terang Zizi.


"Whatt??" Cyra membelalak kaget mendengar keterangan Zizi barusan.


"Pasangan kumpul kebo kamu bilang?!" tanyanya pada Mona emosi.


"Eh, itu, aku ..." jawab Mona gelagapan.


"Sabar, Ra! Biar aku yang jelasin."


Zizi menarik tangan Cyra yang hendak mendekati Mona. Gadis itu yakin, jika dibiarkan Cyra bakal ngamuk tidak terima.


"Mon, dengar penjelasan aku. Mona itu bukannya tinggal dengan pasangan kumpul kebo seperti yang kamu bilang. Tapi, dia tinggal dengan kakak sepupunya yang dari kampung. Dia sedang kuliah di Jakarta dan sebentar lagi lulus."


Zizi berhenti sejenak mengambil napas.


"Dan soal kenapa Cyra bisa tinggal bareng sama dia dikontrakannya, itu karena Cyra sedang dapat hukuman dari papanya karena sudah membuat banyak masalah di sekolah."


Zizi melihat Mona yang mulai serius mendengarkan.


Cyra sendiri kagum dengar penjelasan Zizi yang lancar jaya tanpa tersendat. Harus diapresiasi untuk akting sahabatnya itu.


"Kamu tahu kejadian dua bulan lalu yang melibatkan Cyra dan Andin, kan?!" lanjut Zizi.


"Ya, aku ingat!" balas Mona mengangguk.


"Nah, karena kejadian itu, Cyra mendapatkan Surat Peringatan terakhir dari sekolah. Sekali saja Cyra membuat masalah, Cyra bakal dikeluarkan dari sekolah.


"Ya, aku tahu soal itu. Andin pernah cerita ke aku," komentar Mona.


"Nah! Karena hal itulah papanya Cyra marah besar. Beliau sampai mencabut semua fasilitas Cyra, termasuk mengasingkannya keluar rumah. Cyra harus mau tinggal dikontrakan sepupunya demi menjalani hukumannya hingga enam bulan kedepan. Itu artinya, Cyra baru boleh tinggal dirumahnya lagi setelah lulus sekolah."


"Oh, begitu!"


Mona mengangguk paham sekarang.

__ADS_1


"Tapi, kalian lagi nggak bohongin aku, kan?!" tanya Mona tiba-tiba.


Sepertinya masih ada sedikit kecurigaan yang mengganjal dihati tukang gosip itu.


"Oh, enggak, lah! Kalau aku bohong, nggak mungkin, dong Cyra ngenalin sepupunya ke aku?!"


Zizi mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan sebuah foto digalerinya.


"Nih, lihat! Aku punya foto kami bertiga."


Zizi menyodorkan ponsel barunya di depan Mona.


"Gegara kamu nunjukin video itu ke aku, aku jadi membujuk Cyra buat jujur. Barusan aku udah jelasin, kan alasannya kenapa?! Dan gegara itu juga aku maksa Cyra buat nunjukin kontrakannya sekaligus ngenalin aku ke sepupu Cyra itu. Kamu lihat, ganteng, ya. Sayang udah punya gebetan," ujar Zizi seraya melirik Cyra yang melotot kearahnya.


Mona mengamati foto yang ditunjukkan Zizi.


Difoto itu, terlihat Cyra sedang duduk disofa berdampingan dengan Ditya dan Zizi duduk ditangan sofa sebelah Ditya sehingga posisi Ditya berada ditengah-tengah dua gadis itu dan merangkul mereka menghadap kekamera Zizi.


Untung Zizi gadis yang cerdas. Dia menggunakan kesempatan yang ada sebaik mungkin.


# Flashback on


Zizi keluar dari kamar Cyra hendak mengambilkan gadis itu minum karena dadanya sesak akibat tangisnya yang tertahan.


Saat akan melangkah ke dapur, Zizi terlonjak kaget melihat seorang laki-laki tengah berdiri didepan kamar sahabatnya itu.


"Ka-kamu?!" tunjuk Zizi pada Ditya yang juga terlihat terkejut.


Buru-buru Ditya menghapus matanya yang basah.


"Oh, kenalkan! Aku temannya Cyra, namaku Zivanna, tapi suka dipanggil Zizi."


Cyra mengulurkan tangannya pada Ditya.


"Ditya! Emm, aku ... aku adalah ..."


Ditya bingung mau jawab apa.


"Sepupunya Cyra, kan?!" sambung Zizi tersenyum penuh arti.


"Eh, iya!"


"Cyra udah cerita, kok kenapa dia bisa tinggal sama sepupunya. Itu karena Cyra lagi dapat hukuman dari papanya, kan?! Makanya dia disuruh tinggal disini biar dia sadar akan kesalahan yang udah dia lakuin."


"Eh, i-iya!"


Lagi-lagi Ditya hanya mampu mengangguk mengiyakan.


"Ya, udah! Aku mau ambil minum dulu buat Cyra."


Zizi pun berlalu ke dapur dengan seringaian lebarnya. Untung saja dia bisa berakting.


"Kamu lagi ngobrol sama siapa, Zi?!" tanya Cyra parau dari arah kamar.


"Sepupu kamu!" sahut Zizi keras.


"Eh!"

__ADS_1


Cyra langsung berlari keluar kamar.


"Siapa yang kamu bilang sepupu?!" tanya Cyra penasaran.


"Tuh! Sepupu kamu, kan?! Barusan dia pulang."


Zizi menunjuk Ditya yang duduk di ruang tamu dengan dagunya.


"Ditya?!" gumam Cyra namun masih didengar oleh laki-laki itu.


"Ya! Aku baru pulang! Kamu nggak ngabarin dulu kalau teman kamu mau datang," ujarnya penuh penekanan.


"Eh, maaf! Tadi dia nganterin aku pulang karena tadi hampir pingsan gegara tidak sarapan," jawab Cyra.


"Ya, sudah! Sini, aku ada sesuatu buat kamu."


Ditya pun menoleh pada Zizi yang terdiam didekat galon dengan gelas berisi air ditangannya.


"Temanmu juga ajak kesini."


Cyra segera duduk di sebelah Ditya dan Zizi duduk di sofa single.


"Emm, boleh minta foto bertiga, nggak?!" tanya Zizi ragu-ragu saat Ditya dan Cyra asyik membuka bungkusan yang tadi Ditya bawa dari cafe.


"Buat apa?!" tanya Cyra heran.


"Eh, itu, buat kenang-kenangan kalau aku bisa foto bareng sepupu kamu yang ganteng ini. Hehe ...!" cengir Zizi.


"Orang gitu dibilang ganteng, cih!" gumam Cyra lirih.


Ditya pun tersenyum mengangguk. Dia langsung menyuruh Zizi duduk ditangan sofa dan merangkulkan kedua tangannya pada dua gadis itu sementara Zizi melakukan selfie.


"Terima kasih, ya!" ucap Zizi senang.


"Ya! Sama-sama! Oh, ya, aku ke dalam dulu, ya. Kalian makan saja kuenya," sahut Ditya seraya bangkit pergi kekamarnya.


"Ngapain, sih minta foto segala?!" bisik Cyra sesaat setelah kepergian suami sirinya.


"Ada, deh!!"


Zizi mengerling penuh misteri pada Cyra.


#Flashback of


"Sekarang kamu udah ngerti, kan?! Jangan sampai kamu bergosip yang enggak-enggak. Kamu bisa dituntut oleh papanya Cyra soal itu. Tahu, kan Pak Bayu itu siapa disekolah kita?! Dan reputasinya didunia bisnis?! Sekali saja keluarganya terusik, habislah orang itu," ancam Zizi diantara senyumnya.


"I-iya! Sorry, Ra! Udah nuduh kamu yang enggak-enggak!"


Mona dengan gugup meminta maaf. Lalu dengan cepat dia pergi meninggalkan Zizi dan Cyra yang sedang tertawa cekikikan mengiringi kepergian biang gosip itu.


"Wah, hebat kamu, Zi! Bisa dapat penghargaan kategori aktris terbaik kamu," puji Cyra menepuk pundak sahabatnya itu.


"Zizi, gitu, loh," ucapnya bangga.


"Haha ...!"


Keduanya kembali tertawa meninggalkan taman menuju kelas mereka.

__ADS_1


__ADS_2