Gadis Barbar Itu Istriku

Gadis Barbar Itu Istriku
Ikut tinggal dikontrakan


__ADS_3

Tidak terasa, lima minggu sudah Ditya berada di Semarang.


Namun, karena berada ditempat kerja yang baru dan harus bisa menyesuaikan dengan jam kerjanya yang lumayan padat, Ditya sampai jarang berkomunikasi dengan Cyra, istri kecilnya yang mulai dia cintai itu.


Selama lima minggu tersebut, Ditya hanya melakukan video call sebanyak tiga kali saja. Itupun pada saat dirinya benar-benar sedang senggang. Paling banter melakukan pesan lewat aplikasi hijau.


Sementara Cyra sendiri meskipun tinggal terpisah jarak dan waktu dengan sang suami, namun dia tidak merasakan kesepian. Sebab, dia juga tengah sibuk mengurusi kesehatan mamanya yang semakin kesini semakin membaik.


Bahkan, dokter kejiwaan yang didatangkan langsung dari rumah sakit ternama di Jakarta atas rekomendasi dari dokter yang mengurusi sang mama saat masih di Rumah Surga itu menyatakan sang mama boleh pulang dan dirawat dirumah.


Dan disinilah mama Cyra sekarang. Dirumah kontrakan yang tengah Cyra tempati saat ini. Sudah seminggu ini wanita yang selama ini dianggap ODGJ itu ikut tinggal dikontrakan sang putri.


Awalnya wanita itu heran kenapa putrinya itu ngontrak rumah, kenapa tidak tinggal dirumah besar saja? Cyra beralasan pada mamanya jika dia ingin hidup mandiri saja.


"Ma, bangun, Ma! Sudah pagi!"


Cyra berusaha membangunkan mamanya dengan mengguncang lengan wanita paruh baya yang masih lelap tertidur dibawah selimut gambar kartun kodok hijau kesukaan gadis itu.


"Eugh!" lenguh wanita paruh baya tersebut.


Tubuhnya menggeliat merasa terganggu dengan tidurnya yang terasa begitu nyenyak. Entah sudah berapa tahun lamanya dia tidak merasakan tidur senyenyak ini sejak dianggap g*la oleh orang-orang.


"Sudah pagi, Ma! Mama bangun, ya! Mandi setelah itu kita sarapan," ucap Vyra dengan suara lembut.

__ADS_1


Wanita itu tersenyum lalu mengangguk.


"Kamu sudah mau sekolah?!" tanyanya.


"Iya, Ma! Itu di depan sudah ada Zizi yang lagi nungguin aku. Makanya Mama buruan mandi!"


Cyra segera menuntun sang mama keluar dari kamarnya menuju kamar mandi.


Wanita itu hanya mampu menuruti keinginan sang putri.


"Sementara Mama mandi, aku siapin sarapan dan obat untuk Mama, ok?!"


"Ya!"


Wanita itu mengangguk lalu masuk ke kamar mandi.


"Wah, Mamaku sudah cantik dan wangi. Sini, aku sisirkan rambut Mama!"


Lagi-lagi wanita itu hanya mampu menurut saja setiap apa yang dilakukan anak gadisnya itu.


Ya! Ingatannya memang telah kembali dengan begitu cepat setelah pertemuannya dengan sang putri selama lima bulan terakhir. Hanya saja ingatan itu benar-benar normal kembali baru sebulan terakhir ini. Untuk itulah alasannya kenapa dia diperbolehkan tinggal bersama Cyra, sesuai permintaannya, tentu saja setelah mendapat rekomendasi dari dokter kejiwaan yang menanganinya.


Cyra menyuruh mamanya untuk duduk dikursi makan. Dengan telaten gadis itu menyisir rambut dan mengikatnya dengan ikat rambut miliknya.

__ADS_1


"Wah, wah! Tante aku sudah cantik sekali pagi-pagi," seloroh Zizi yang baru masuk ke ruang makan.


Sedari tadi gadis itu berada diruang tamu sedang sibuk menyalin PR dari buku Cyra.


"Iya, dong! Mama siapa dulu?!" sahut Cyra seraya memeluk bahu sang mama.


"Terima kasih! Kalian memang selalu bisa membuat Mama tersenyum. Zizi sudah sarapan? Ayo, kita sarapan bareng. Lihat, nih, Cyra sudah masak nasi goreng!"


Mama Cyra menunjuk nasi goreng buatan putrinya setelah membalas pelukan dari sang putri.


"Belum, dong! Kan, niatnya emang mau numpang sarapan, Tante. Hahaha ...!"


Zizi tergelak saat melihat Cyra mencibir kearahnya.


"Dasar muka gratisan!" cibir Cyra


"Biarin, wleee ...!" Zizi tak mau kalah.


"Itu PR sudah kelar belum?! Jadi cewek , kok malesan banget. Udah sarapan numpang, tugas sekolah juga main nyontek aja. Enak bener punya hidup," sindir Cyra.


"Hehe ..., udahan, dooong! Thanks, ya, Say, udah baiiikkk banget sama aku," cengir Zizi.


"Berantem terus dari tadi. Kapan sarapannya, nih?!" Mama Cyra menengahi.

__ADS_1


"Sekarang, dooonngg!!" seru Cyra dan Zizi bersamaan.


"Hahaha ...!"


__ADS_2