Gadis Barbar Itu Istriku

Gadis Barbar Itu Istriku
Obrolan dipetang hari


__ADS_3

Pov Ditya


Aku pulang dari cafe sekitar pukul 17.30 WIB. Kulihat istri kecilku tengah terlelap dikasur masih menggunakan baju yang sama yang dipakainya tadi pagi. Itu artinya dia belum mandi.


Tak lama kemudian kulihat dia menggeliat dan perlahan membuka matanya melihat kearahku yang sedang membereskan belanjaanku dan memasukkannya ke kulkas disudut kamar dekat pintu kamar mandi. Mungkin juga dia terbangun karena kegaduhan yang kubuat.


"Kau sudah bangun? Mandilah! Ini sudah hampir maghrib. Setelah itu kita makan," ujarku saat melihatnya terbangun.


Dia tidak menjawab pertanyaanku, tapi dia langsung menuruti perintahku untuk segera mandi. Terbukti dia langsung mengambil bajunya yang masih didalam koper yang dia letakkan di samping kasur, lalu bergegas ke kamar mandi.


Sekitar sepuluh menit kemudian dia keluar sudah dengan wajah segarnya.


"Sini makan."


Aku memintanya duduk lesehan dengan alas karpet tipis yang sudah lumayan usang.


Dia pun melangkah kearahku dan duduk bersila didepanku.


" Maaf, aku hanya beli nasi bungkus saja. Aku belum gajian. Minggu depan kalau aku sudah gajian aku akan ajak kamu makan diluar," ujarku jujur.


Kusodorkan nasi bungkus didepannya dan langsung dibukanya.


Kulihat keningnya berkerut saat mengetahui isi dari nasi bungkusnya. Pandangannya beralih kenasi bungkus di depanku.


"Kok, lauknya beda? Kenapa lauk punyamu cuma telor balado dan orek tempe, sementara punyaku ada ayam bakarnya?!" tanyanya terheran.


Aku tersenyum mendengar pertanyaannya.


"Aku sedang malas makan dengan lauk ayam. Sudah seminggu ini lauknya ayam terus," jawabku berkilah.


'Boro-boro makan dengan lauk ayam, bisa makan sehari tiga kali dengan lauk tumis kangkung dan tempe bacem saja sudah sangat bersyukur,' batinku.


"Oh!" jawabnya manggut-manggut.


"Makanlah! Setelah ini ada yang ingin kubicarakan," perintahku.


Kulihat dia mulai makan dengan ragu-ragu. Tampak dari cara makannya yang sedikit-sedikit, apalagi makan dengan menggunakan tangan secara langsung.

__ADS_1


Sebenarnya tadi dia hendak makan dengan menggunakan sendok, tapi dia letakkan kembali karena melihatku makan dengan tangan. Mungkin dia ingin menghormatiku yang makan dengan tangan.


Dia menyuapkan nasi menggunakan tiga jarinya sehingga hanya sedikit yang masuk kemulut dan aku yakin, ini pertama kalinya dia melakukan hal itu. Namun, lama-lama dia mulai terbiasa hingga makan sangat lahap sampai tak bersisa sebutir pun nasi dibungkusnya.


Kusodorkan teh tawar hangat yang tadi sempat kubuat dan langsung disambarnya lalu meminumnya hingga tinggal separuh. Setelahnya dia berjalan ke kamar mandi untuk mencuci tangan.


Aku pun melakukan hal yang sama dengannya. Kudekati istri dadakanku yang sudah kembali duduk di karpet sambil memainkan ponselnya.


"Ehm!"


Aku berdehem berusaha membuka percakapan.


"Cyra, kemarilah!"


Kutepuk kasur disebelahku duduk.


Awalnya dia ragu dengan perintahku. Tapi akhirnya dia mau menurutiku saat kutepuk lagi kasur disebelahku.


Entah kenapa, sejak datang ke kost-an dia berubah jadi gadis pendiam.


"Cyra, sebelumnya aku minta maaf!"


"Aku tahu, kamu pasti merasa terpaksa menikah denganku, apalagi harus tinggal ditempat sumpek seperti ini. Padahal, sebelumnya kamu sudah terbiasa hidup mewah dirumah orang tuamu ..."


Kujeda sebentar kalimatku untuk melihat responnya. Ternyata dia diam saja, justru terkesan penasaran dengan kalimatku selanjutnya.


"Jujur saja, aku menikahimu karena permintaan dari papamu yang sayangnya aku tidak sanggup menolaknya. Terlalu banyak pertolongan yang dia berikan padaku meskipun kami baru bertemu beberapa kali.


Sebenarnya aku sudah menolaknya. Tapi kau tahu papamu, kan?! Beliau terus memaksakan kehendaknya padaku. Aku yang sedang merasa berhutang budi pun tak kuasa menolakmu."


"Memangnya apa yang sudah dilakukan papa padamu?" tanyanya penasaran.


Aku hanya tersenyum menanggapi pertanyaannya.


"Apa?"


Cyra, istriku, makin penasaran melihat senyumku.

__ADS_1


"Kau tidak perlu tahu hal itu. Yang jelas, berkat papamu aku masih bisa bernapas sampai saat ini. Bahkan aku bisa menikahi gadis barbar si trouble maker putri dari Bapak Bayu Purnama ini," ledekku tersenyum.


"Iisshh, kau ini," cebiknya kesal.


"Haha ...!"


Aku justru makin tertawa melihat muka cemberutnya.


"Ehm!"


Aku kembali berdehem.


"Untuk seminggu ini kita tinggal disini. Tapi minggu depan kita akan pindah ke rilumah kontrakan yang lebih besar dari ini. Yah, meskipun tetap lebih kecil dari istana orang tuamu itu," lanjutku.


"Eee, apa aku tetap boleh bersekolah?!" tanyanya ragu.


Mungkin dia bertanya seperti itu karena posisinya sekarang sudah berubah. Dari seorang anak konglomerat, berubah menjadi istri dari seorang yang melarat sepertiku.


"Untuk soal itu kamu tidak perlu khawatir. Kau masih tetap boleh bersekolah disekolahmu yang sekarang. Toh, pernikahan kita masih berupa pernikahan bawah tangan atau siri yang hanya diketahui keluarga dekat saja," sahutku.


"Papamu juga sudah melunasi semua administrasi sekolah hingga satu semester kedepan sampai dihari kelulusanmu. Hanya saja uang sakumu sudah distop. Karena walau bagaimanapun, kau sudah jadi tanggung jawabku mulai sekarang. Jadi, kau bisa minta uang saku padaku nanti."


"Baiklah!"


Akhirnya dia terlihat pasrah dengan penjelasanku.


"Ok! Sekarang aku mau pergi lagi. Maaf kau kukunci dari luar. Soalnya malam ini aku akan pulang larut," jelasku sembari beranjak keluar kost setelah sebelumnya meraih jaket dipaku balik pintu.


"Eh, memangnya kau mau kemana lagi? Kau, kan baru pulang," tanyanya kaget.


"Aku ada urusan diluar. Aku akan menguncimu dari luar karena aku mengganggu tidurmu nanti saat aku pulang."


"Tapi ..."


"Tidak ada tapi, masuklah!" perintahku karena dia mengikutiku keluar kamar.


"Aku pergi sekarang."

__ADS_1


Segera kunyalakan vespaku dan meluncur kejalanan, meninggalkan istri yang baru kunikahi dua hari lalu, membelah kota yang masih sangat ramai itu ketempat dimana selama ini aku mencari sesuap nasi dan serupiah demi rupiah uang yang kukumpulkan untuk biaya kuliah.


***


__ADS_2