Gadis Barbar Itu Istriku

Gadis Barbar Itu Istriku
Kecurigaan Zizi


__ADS_3

Seminggu telah berlalu. Sejak kejadian video minggu lalu, Mona tidak berani mengusik Cyra lagi, apalagi mendapat ancaman dari Zizi.


Cyra bisa bernapas lega. Gadis itu pun bisa menjalani sekolahnya tanpa harus merasa was-was ada yang tahu jika sebenarnya dia sudah menikah, meski masih secara siri.


Rupanya Mona benar-benar menepati janjinya untuk tidak menyebarkan berita yang diketahuinya lewat video yang anak itu punyai.


"Eh, Ra! Ntar pulang sekolah kita nge-mall, yuk!" ajak Zizi saat keduanya ada di kantin.


"Enggak bisa kayaknya, Zi!" tolak Cyra.


"Lho, kenapa?!"


Zizi heran. Biasanya Cyra yang paling duluan mengajaknya jalan-jalan ke mall.


"Emm, siang ini aku ada janji sama tetangga sebelah rumah buat nemenin dia. Lain kali aja, ya," kilah Cyra.


Zizi jadi curiga. Sebenarnya apa yang dilakukan sahabatnya itu sepulang sekolah?! Kenapa setiap dirinya mengajaknya pergi selalu menolak dan berkilah.


"Aku yang traktir, deh, Ra!"


Zizi mengira Cyra selalu menolaknya jalan karena sudah tidak punya banyak uang lagi, terlebih sejak aduannya ke papa Cyra yang berimbas dia dimarahi, bahkan gadis itu tidak bisa lagi meminta uang secara diam-diam pada biyungnya.


"Bukan soal itu, Zi!" jawab Cyra cepat.


Dia maksud dari ucapan Zizi barusan.


"Tapi, aku benar-benar nggak bisa!" tolak Cyra.


"Kamu kenapa, sih?! Sudah seminggu ini kamu selalu beralasan sibuk setiap aku ajak jalan?! Sebenarnya selama seminggu ini kamu ngerjain apa, sih?!"


Zizi makin penasaran.

__ADS_1


"Eh, enggak! Enggak ngelakuin apa-apa, kok! Cuma, beneran, deh ntar siang mesti nemenin tetangga sebelah rumah pergi," elak Cyra.


Gadis itu makin jengah sudah didikte terus oleh Zizi seminggu ini.


"Tetangga sebelah rumah yang ganjen itu?!" tanya Zizi heran.


Zizi memang baru sekali ke rumah Cyra. Dan baru sekali juga melihat tetangga sebelah rumah Cyra. Itu pun dari kejauhan.


Namun, Zizi dapat menilai bahwa tetangga Cyra itu ganjen. Dapat dilihat dari sikapnya yang menjijikan menurutnya, mencari perhatian Ditya yang waktu itu ikut mengantar kepulangannya diteras rumah bersama Cyra.


"Hmm!" gumam Cyra.


"Tapi ganjen-ganjen gitu dia baik, lho! Suka ngirimin aku makanan. Emm, lebih tepatnya ngirim Ditya, sih. Soalnya Ditya suka nolak pemberian Nita. Daripada mubazir, ya aku yang makan. Hehe ...!" cengir Cyra.


Cyra jadi ingat dulu waktu dia dan Ditya baru pindah rumah.


Nita yang tahunya hubungan keduanya benar-benar sebatas sepupu itu, mencoba mencari perhatian Ditya mulai dari menawarkan bantuan, sampai mengantar makanan.


Pernah Ditya secara terang-terangan menolak pemberian dari Nita, tapi Cyra memanfaatkan kesempatan.


Cyra juga bilang, lebih baik Nita memberikan makanannya pada Cyra saja, agar Ditya mau menerimanya.


Alhasil, hingga sekarang Cyra sering menerima makanan kesukaannya, sebab Cyra berbohong pada Nita.


Cyra bilang jika Pizza, burger, martabak dan makanan cepat saji lainnya merupakan makanan kesukaan Ditya. Padahal, semua itu hanya akal-akalan Cyra saja. Semua itu justru makanan kesukaan Cyra. Bahkan, Ditya sering melarangnya untuk tidak sering-sering memakan makanan junk food tersebut.


Cyra tersenyum saat membayangkan kebohongan yang dia buat pada Nita membuat Zizi penasaran.


"Hei, malah ngelamun! Senyum sendiri, lagi."


Zizi menampol lengan Cyra dengan sendok bakso yang sedang dimakannya.

__ADS_1


"Iih, apaan, sih. Jorok!"


Cyra mengibas-kibaskan lengannya yang terkena sendok bekas Zizi.


"Hihihi ...!" kikik Zizi.


"Sorry! Habisnya kamu malah ngelamun, sih," ujarnya.


"Udah, yuk! Udah mau masuk kelas, nih."


Cyra pun bangun dari duduknya dan meninggalkan kantin sesaat sesudah membayar makanannya.


Zizi akhirnya mengikuti langkah Cyra menuju kelas mereka.


Jam pelajaran hari itu selesai. Cyra lantas pamit pada Zizi jika dirinya harus segera pulang ke rumah karena sudah ditunggu Nita.


Zizi yang mencium hal mencurigakan pada Cyra, akhirnya memutuskan untuk membuntutinya.


Sebenarnya ada hal apa yang Cyra kerjakan bersama Nita, perempuan ganjen itu. Zizi merasakan ada hal yang tidak beres dari Cyra.


Zizi menjalankan mobilnya pelan sedikit jaga jarak dengan ojek online yang dipesan Cyra.


Kecurigaan Zizi semakin bertambah saat Cyra bukannya pulang ke rumah, tapi gadis itu justru menuju sebuah tempat karaoke yang cukup terkenal di kawasan itu.


"Sebenarnya apa yang kamu lakukan ditempat seperti itu, Ra?! Kenapa kamu sampai tega bohongin aku?!" gumam Zizi sedih.


Gadis itu merasa kecewa sebab Cyra sudah tega membohonginya.


Zizi merasa Cyra sudah tidak jujur lagi padanya. Terbukti dia membohonginya barusan. Atau, mungkinkah selama seminggu ini alasan Cyra juga hanya sebuah kebohongan?!"


"Aku harus ngasih tahu Ditya tentang hal ini. Ya, harus!!" kata Zizi mantap.

__ADS_1


Zizi yang sekarang sudah tahu bahwa Ditya kerja part time di sebuah cafe itu pun meluncurkan mobilnya menuju tempat dimana Ditya bekerja.


Kebetulan juga Zizi sudah tahu jadwal kerja Ditya. Dari siapa lagi Zizi tahu hal itu?! Tentu saja dia tahu dari cerita Cyra.


__ADS_2