Gadis Pemberani

Gadis Pemberani
eps 10(hal hal aneh dari diyas)


__ADS_3

Seketika semuanya heran kenapa darah begitu bayak yang keluar dari kepala dan leher diyas.



"Sial kepala gue pusing banget anjirr"guman diyas,dengan penglihatan yang agak kabur.


"Yas lo kenapa??tanya ali


"Tunggu coba gue liat"ucap sean sambil melangkah dan menundukan kepala diyas ke arahnya.


"Nggak papa lah sante aja mungkin ini kejedot tembok hihihi..."usaha diyas untuk menenangkan teman2 nya yang mulai panik.


"Kalian nikmatin aja pestanya gue mau ngobrol sama ferfan diluar"kata diyas beranjak dari kursinya dan menggandeng tangan ferdan.



Mereka duduk dibalkon di lantai dua,yang sangat indah dengan pemandangan malamnya.


Diyas yang tengah duduk sendiri melamun dihampiri ferdan yang datang sambil membawakan roti lapis coklat stroberry kesukaan diyas.Diyas menyandarkan kepala nya ke bahu ferdan dan mereka menikmati suasana yang tenang tanpa ada kegaduhan.


"Dan,makasih ya buat surpraisnya"uccap diyas lirih. "Sante ajalah itung2 part time sama kls kita dsngan semua kepenatan tawuran"ucap ferdan menenangkan suasana.


"Tapi gue bener2 thank you banget dan biat apa yang lo lakuin,lo bisa wujutin impian gue dan bukan cuma itu gue beruntung ada lo yang selalu ada di sisi gue"ucap diyas dengan suara lembut dan kurang bertenaga.

__ADS_1



"Lo kenapa lesu amat,?"tanya ferdan yang menatap diyas yang tengah menutup matanya.



"Dan gue boleh minta sesuatu ngga dari lo buat malem ini ??prmintaan diyas membuat ferdan terkejut.



"ngga usah sungkan lah apapun buat sahabat terbaik gue"kata ferdan meyakinkan.



"ya lo tenang aja ngga akan gue bangunin kok,ohh ya ngomong2 tu luka kenapa,sampe banyak darah yang keluar tadi??tanya ferdan sedikit khawatir. "Ohh..ini mungkin karna gue kebentur jendela tadi siang dirumah"ucap diyas semakin pelan.


"Dan gue seneng ada lo disini dan gue sayank sama lo"kata2 diyas membuat ferdan sulit untuk mencernanya karna suara diyas yang melirih dan hampir tak dapat didengar bahkan orang terdekat sekalipun.Tapi ferdan dengar kata sayank yang di katakan diyas terdengar olehnya.



Ferdan hanya diam dan tersenyum mendengar kata2 itu keluar dari mulut orang yang paling ferdan sayangi.Setelah sekian lama Diyas hanya terdiam tak mengatakan sepatah katapun,begitu pula ferdan yang hanya diam dan menikmati pemandangan didepanya itu.


Ferdan tak berani menatap Diyas yng mungkin tengah terlelap,namun ia hanya ingin melihat gadis mungilnya itu tidur dengan wajah yang sangat polos namun lain di perilaku.

__ADS_1


Ketika Ferdan menatap wajah Diyas ternyata darah dari kepalanya muncul menetes di dari rambut atas dan mulai menuju pipi dan sampai ke dagu kemudiam metes di baju ferdan dan Diyas.Ferdan tak tau harus bagaimana tapi ia hanya mengusap darah itu dengan baju bawah yang ferdan tarik agar sampai di wajah diyas.


Saat ferdan dapat meraih baju nya ke wajah gadis itu tiba tiba Diyas jatuh ke pangkuanya.


Ferdan hanya berfikir ia ingin menghentikan waktu untuk tak berputar sebentar saja.


Belum sempat ferdan mengusap darah yang mengalir itu ferdan melihat ada bekas semacam pukulan dileher hingga membekas biru dikulit diyas yang putih itu.


Ferdan hendak membangunkan diyas namun ia memgurungkan niatnya karna ia tahu kalau ia membangunkan Diyas ia akan kena hantamnya nanti.Ferdan hanya berfikir itu luka biasa ketika ia mendapati bidung diyas mengeluarkan darah.


Ferdan langsung mengangkat diyas dan membawanya ke dalam.


"Sean tolongin diyas!!seru ferdan membuat seisi ruangan terkejut dan mendekati mereka.


"Diyas!!sean terkejut mendapati wajah kepala dan lehernya dipenuhi darah.


"Rebahkan diyas ke ranjang dan ambillin kotak P3k cepet!!perintah sean.


"Nihh,buruan obati"kata ali yamg alngsung memberikan kotak P3k nya kepada sean.


Mereka yang ada di sana mulai panik dengan keadaan diyas,sedangkan raya dan lala tengah keluar mengambil selimut tambahan.


Lala dan raya yang masuk dan mendapati diyas yang tengah terbaring di ranjang dan dikelilingi obat2 an juga air hangat,yang entah mereka dapet dari mana.

__ADS_1


"Diyas dia kenapa??kalian apain diyas??yas bangun yas bangun"raya yang melihat nya langsung melepaskan selimutnya dan berlari ke arah diyas secepat mungkin.


__ADS_2