Gadis Pemberani

Gadis Pemberani
Eps 39(Kenyataan)


__ADS_3

Setelah cukup lama mereka menaiki motor akhirnya berhenti di sebuah taman yang sudah tersedia banyak balkon di sepanjang jalan.


Diyas langsung duduk dan mendekap kedua kakinya menutupi wajah.


Rainan hanya tersenyum melihat diyas yang begitu pemalu dan sok sokan tak butuh dirinya.


Rainan langsung berjalan ke arah diyas dan duduk disampingnya.


"Katanya enggak....."ucapan rainan terhenti ketika melihat yang menengakan kepalanya menatap rainan dengan mata yang sudah sembab dan bajunya yang mulai basah karna tetesan air matanya sendiri.


"Ma maaf ya,gara gara gue lo jadi yang kena imbasnya"ucap diyas terbata bata


Rainan merasa kasian dan bisa merasakan kesedihan yang amat mendalam.


"Kamu udah makan?"tanya rainan mengganti topik pembicaraan


Diyas hanya menggelengkan kepala nya dan kembali mendekap kakinya.Namun aksinya dihentikan rainan,


Rainan langsung menarik diyas ke pelukanya dan menyandarkan kepala diyas di bahu rainan.


Diyas terus memberontak dan mencoba melepaskan pelukan rainan,tapi karna tangan diyas sudah digengggam erat diyas sudah tak bisa berkutik lagi.

__ADS_1


"Gue tau kok apa yang lo rasain sekarang dan itu bener bener nyata dimata gue"ucap rainan sambil mengusap usap rambut diyas.


Diyas tak bisa menahan emosinya dan menangis di pelukan orang yang baru ditinggalkannya tadi siang.


"Nangis sekenceng kencengnya kalo itu bisa buat lo lebih baik"sahut rainan.


****


"Kakak tu apa apa an si"ucap dev beranjak dari tempat yang sedari tadi ia berdiri menuju teras dan menunggu kepulangan adiknya itu.


"Kamu tu ya sama kaya mama selalu manjain dia,jadinya kayak gini kan"sahut rayn


Mereka sama - sama menunggu diyas pulang ke rumah namun hadilnya nihil.


Diyas memasuki kamarnya dan merebahkann tubuhnya disana.Tak lama terdengar suara orang ribut di bawah kamar diyas.


"Kamu lihat ini sudah jam 03.00 dan hasilnya apa mana mana adekmu yang sudah kau didik itu"bentak rayan pada dev yang mulai menaiki tangga menuju kamar diyas.


Krietttt


Terdengar suara pintu terbuka namun diyas memilih untuk bersembunyi di dalam lemari dan tak menampakan batang hidungnya sama sekali.

__ADS_1


Kak dev menengok kanan kiri memastikan adik ke sayanganya telah pulang,namun rasa kecewa muncul dibenak kak dev.


"Dia itu bukan keluarga kita,makanya nggak tau dia meniru sifat nya dari mana"ucap kak rayn


Kak Dev hanya duduk di pinggir ranjangnya dan merasakan kalau ranjangnya masih hangat.


Dan kira2 tak lama diyas meninggalkan ranjangnya dan pergi kemana.


Jadi aku bukan bagian dari keluarga ini,dan kak dev dia bukan kakak ku.Batin diyas yang mulai menitikkan butiran air mata ke wajahnya.


"Sudah lah kak hentikan,aku ngga peduli diyas adik ku atau bukan yang penting aku masih sayank sama dia dan ngga mau kehilanganya"sahut Kak dev cepat


"Terserah,kamu tau siapa ibu diyas sebenarnya"ucap kak rayn yang mulai mentap wajah kak dev


"Ibunya itu salah satu dari temanya"sambung kak rayn


Sontak diyas yang mendengarnya menahan tangis dan dan rasa sedihnya didalam lemari.


Kak dev pun terkejut,karna setahu kak dev ia hanya mengetahui bahwa diyas bukan keluarga aslinya.


Namun berita itu membuat diyas tak bisa menahan tangisnya.Dan karna ruangan lemari itu sangat sempit dan juga pengap diyas pingasan didalam sana dan entah siapa yang akan menolongnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG NANTI PAGI....


__ADS_2