Gadis Pemberani

Gadis Pemberani
eps 60(Telphonan)


__ADS_3

Diyas merinding ketakutan dan berbicara tak jelas,namun sepertinya ia mengucapkan beberapa suara langkahan kaki dengan nada suara yang bergetar kedinginan.


Karna situasi tak memungkinkan akhirnya diyas di bawa ke rumah sakit dekat sekolah tsb. Tak lama sampailah mereka beserta guru kelas diyas dirumah sakit langsung membawanya masuk ke UGD.


Setengah jam kemudian,diyas sudah masuk ke dalam ruang rawat inap,namun keadaanya masih sama persisi seperti di UKS sekolah tadi. Dengan terpaksa mixel dan sean mengiyakan ucapan dokter untuk membius diyas, dan mungkin akan bangun sekitar 2\-3 jam lagi.


Setelah keadaan membaik diyas sadar dari tidurnya, dan dilihatnya sekeliling tampak seperti rumah sakit di Film film yang pernah ia tonton dulu.


Beberapa saat kemudian masuklah mixel dan sean serta wali kelasnya ke ruangan tempat diyas dirawat. Tampak wajah bahagia terpancar di raut wajah mereka menatap diyas.


"Kamu sudah baikan?"tanya bu rose(wali kelas diyas)


"Lumayan bu,maaf sudah merepotkan"jawab diyas


"Enggak kok ,yang penting kesehatan kamu dulu"sahut bu rose


"Owhh ya,gimana hari sekolahku?"tanya diyas khawatir


"Tenang, ibu sudah mengatur semuanya"jawab bu rose lembut


"Gimana keadaan kamu semalam?"tanya sean


Pertanyaan itu membuat diyas tampak linglung dan merasa ketakutan setengah mati.


"Enggak papa, itu cuma mimpi kamu yang sehat sehat aja kita mau balik ke sekolah,nanti tante maya yang ke sini buat jagain kamu oky,?"jawab mixel panjang lebar


Mereka bertiga berbincang cukup lama,akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk kembali ke sekolah meninggalkan diyas bersama kak maya yang baru datang ke sekolah.

__ADS_1


****


Sepulang sekolah diyas sudah di bawa kembali me rumah, bersama tante maya dan suaminya.


sebelum pulang ke rumah , kak maya berbincang dengan dokter nick pasal keadaan diyas akhir akhir ini.


Dan ternyata diyas harus segera menemukan tulang sum sum yang sama dengan diyas,jika sudah ada yang cocok maka akan langsung di adakannya operasi sesuai jadwal yang di sarankan. Tapi karena belum menemukan sum sum yang cocok membuat maya sedikit takut dengan keadaanya saat ini.


"Tante, tante mikirin apa dihh?"tanya diyas menatap maya yang sedari tadi hanya melamun saja.


"Owhh enggap papa,kamu besok belum boleh sekolah sampe keadaan membaik,mungkin 2/3 hari lagi"jelas maya


"Yahh,baru aja berangkat ehh udah disuruh cuti, gimana sihh!!"keluh diyas


"Yah libut ngga mau,ya udah aku aja deh yang libur"sahut sean tiba tiba datang dari depan pintu.


"Ihhh apaan sihh,orang gue yang libur kalian yang sewot!!" ketus diyas


Dan dibalas dengan senyuman dari kedua kakaknya dan tante maya.


Hari mulai menjelang malam, diyas hanya duduk termenung di pinggiran kolam renang. Ia teringat dengan sahabatnya di Jakarta


Dengan sigap diyas mengambil ponselnya dan langsung melakukan vidio call dengan lala dan raya. Walau hanya di layar ,namun senyum rindu mereka tak bisa tertahankan


Myngkin sydah 1 jam lebih berbicara tentang kahidupan masing masing dan hanya saling menasehati satu sama lain.


"*Ahgg kangen dehh sama mereka,rasanya pengen peluk aja*"batin diyas meletakan ponselnya di sampingnya sambil sesekali mencipak cipakan kaki ke air kolam.

__ADS_1


Dret drettt...


Baru saja ponsel diyas di taruhnya, sekarang sudah bunyi lagi "Si cerewet" iya nama itu tak lain dan tak bukan adalah Ferdan tentunya.


Ferdan melakukan panggilan biasa,berbeda dengan raya dan lala tadi dengan menggunakan vidio call tentunya.


Dengan sigap diyas langsung meraih panggilan tersebut , namun langsung mati seketika panggilan dari ferdan.


Dengan kesal diyas tak menjawab panggilan ferdan beberapa kali.Setelah sekian panggilan dari sahabatnya itu, akhirnya diyas mengangkatnya dengan suara sebal...


"APA!"bentak diyas di awal pembicaraan


"Buset nih bocah,baru aja seminggu ngga ketemu galaknya nambah"jawab ferdan


"Bodo, emang gue pikirin, ngapain malem malem nelphone? ngabisin pulsa aja" sahut diyas


"Hahah tadi gue di chat sama lala,katanya kalian telphonan"jawab ferdan


"Iya emang kenapa?!"ucap diyas yang nadanya masih sama dengan sebelumnya


"Emang enggak kangen sama babang ferdan ya?"goda ferdan sambik tertawa


"Enggak!!"jawab diyas singkat


Padahal diyas amat merindukan sahabat nya ini, karna jujur setelah mengantar diyas ke bandara,mereka belum pernah contek contekan sama sekali.


Mereka menuangkan kerinduan mereka satu sama lain, walau hanya dengan suara yang terdengar dari pinggiran negara yang berbeda. Entah apa yanh mereka bicarakan , yang jelas kerinduan mereka akhirnya terbayarkan juga....

__ADS_1


****


__ADS_2