
Diyas langsung berjalan menuju ke arah kelasnya."Diyas diyas lo ngga papa"tanya raya lala dan teman teman lainya.
"Sante ajalah yang harus kalian khawatirin itu kak tsania,bukan gue"kata diyas sambil menenangkan mereka."Sini peluk"kata lala
"pelukan ini menandakan kemenangan kita setealah 3th lamanya"kata raya sambil mereka berpelukan sementara itu...
Di lapangan sekolah#
"Jordan bawa seli ke UKS buruan dia udah sekarat nihh..."kata teman teman tsania
"ngga ahgg nyar kalo gua nolongin gue yang gantian digebukin diyas kan bahaya"kata jordan teman lelaki di klsnya tsania ."Tsania lo ngga papa??kata teman yang berdiri disamping nya dan melihat tubuh tsania yang babak belur itu dan air liur yang ada dirambutnya itu masih menempel rekat dirambutnya.
"Kalian bawa seli aja ke UKS gue bantuan berdiri sama rahel aja"perintah tsania
Kelas 10 f otomotif#
Rangga noval dava ferdan ali sean dan teman teman laki2 lainya salut sama diyas yang seberani itu.
"yas lo ngga papa kan,kenapa si lo semarah itu sama tsania dan buat temennya itu sampe babak belur dan pingsan?tanya ali
"ada tragedi nya,ehh ngga perlu ceritain ahgg kan udah mau masuk"kata diyas menggoda teman temannya yang tak sabar menunggu diyas bercerita.
"Enggak hari ini jam kos sampea nanti pulang,buruan cerita"kata salah satu teman laku2 dikelas itu yang ngga sabaran.
"Iya dehh"kata diyas kemudian duduk ditempatnya dan dikelilingi teman2 cowoknya unyuk mendengarkan cerita yang sangat hebat itu.
kembali ke masa smp#
Dulu gue berlima bersahabat sangat dekat
__ADS_1
Tsania della diyas raya dan lala,gue lala dan raya adalah adik kelas mereka dari sd.
Saat smp kita udah jadi berempat karna della pindah ke Malang.Sisanya gue bertiga smp di jaya karta saat itu kita kls 1 smp sedangkan kak tsania kls 2.Gue bertiga sangat deket sama kak tsania walaupun ngga sekelas.
Kita berempat selalu berangkat dan pulang sekolah bareng,kekantin,masih sering nginep gonta ganti rumah dna hal lainya.
Saat mulai kls 9 kak tsania mulai sibuk dengan urusan UN-Nya tapi kita selalu suport kak tsania yang begitu giat nya belajar.Saat hari pertama UN dia bilang ia kek urangan uang untuk membayar spp karna ayahnya yang sedang bangkrut saat itu dan kak tsania cukup boros apalagi kalau dia sedang shoping dan yang lainya.
Kami mencoba membantu dan mengumpulkan beberapa ratys ribu uang namun itu saja tidak cukup untuk bayar di studi nanti.
Kami merasa setelah kami memberikan uang itu kak tsania berubah dia mudah marah dan menjauhi kita.
Berangkat dan pulang sekolah kami tak pernah bersama dan makan dikantin apalagi menginap dirumah kami.Pernah sekali kami bertanya kepada kak tsania yang tengah duduk di teras rumahnya sedang mambaca buku,dan bertanya kenapa akhir2 ini dia menjauhibkami dan begitu cuek namun dia malah mengusir kami dan berkata tidak akan pernah berbicara lagi dengan kami.
Mengetahui hal itu aku tak trima dan bingung aku menarik tangan raya dan lala pergi dati rumah berpagar tinggi itu menjauh.
Setelah 2 bulan lamanya setelah kejadian itu kami tak pernah contek contekan lagi atau berbicara langsung bahkan dia selalu menyindir kami yang menjauhi dia.
Saat hampir jam 11malam mereka ber tiga ngga kunjung pulang aku heran dan sedikit khawatir dengan hal itu cuma aku slalu berfikir positif dengan apa yang mereka lakukan mungkin mereka berfoto foto atau semacamnya.
Sampai jam 1 malam aku menunggu mereka tapi tak kunjung pulang.Karna aku tau kak tsania itu ngga bakalan jahat sama kita aku ngga ngasih tau siapapun kalau aku mau cari mereka,karna ngga kunjung pulang dari tadi.
Aku sempat ditanya sama teman2 ku mau kemana karna aku sedang tidak enak badan saat itu,tapu aku cuma bilang mau cari angin diluar dan menikmayi indahnya pegunungan.
Tanpa ada rasa curiga mereka masuk ke tenda tanpa aku.Aku bergegas mencari mereka ke semua pelosok hutan namun aku ngga menemukan mereka aku ada rasa aneh sama hutan kunang2 yang ditutup dan itu tempat yang dituju sama kak tsania tadi malam.
Aku nekat kesana dan melihat ada raya dan lala dibungkam dengan kain dan dipukuli habis habisan sama beberapa orang.
Aku kaget dan shok akan hal itu dan anehnya aku nggak menemukan kak tsania di iket sama mereka ketika aku bangun ternyata saat aku sedang mengintai mereka aku dipukul dari belakang cuma aku yang ngga dibungkam,aku bangun dan liat dari kejauhan sekitar 3m kak tsania menghajar mereka habis habisan cuma aku yang ngga di hajar ketika dibadan mereka mulai ada darah yang keluar aku hanya bisa menangis dan berteriak supaya kak tsania menghentikan aksinya tapi dia malahan datang dan membawa beberapa benda tumpul dan tajam pisau ke arahku.
__ADS_1
aku bertanya kenapa kak tsania melakukan ini kepada kami dia hanya menjawab kami sudah merebut kebahagiaanya tapi aku aku ngga tau apa maksud dari kak tsania ternyata ayah kak tsania dipergoki maling dirumah kami saat datang kerumah kami ayahnya dipenjara dan ibunya trauma kami ngga tau hal itu kak tsania hanya maju dan memukulkan benda tumpul itu ke tangan kepala kaki perut dan bagian tubuh lainya.
Aku ngga tau akan berbuat apa karna semua anggota badan ku patah dan lihat bekas pisau ditanganku ini tepatnya di nadinya supaya aku mati.
kak tsania memotong membuat aku hampir smati,cuma aku selalu menahannya dan membuat diriku supaya tetap sadar denagn tubuhku yang jatuh denagn posisi miring dan kepala uang sudah dibentur2 kan ke tebing oleh teman2 nya.
Aky melihat kak Tsania menyuruh teman temannya untuk menggendong raya dan lala tapi dia membuang mereka ke baeah tebing aku tak bisa bicara apapaun tapi aku inget kata terakhir yang diucapkan oleh kak tsania yaitu
"jangan pernah kalian kembali lagi dengan selamat"dia mengatakan dengan serius.
Setelah mereka membuang raya dan lala aku diangkat dan dibuang ke sungai yang amaat dalam anggota badanku patah ngga bisa berbuat apa,sedangkan darah yang keluar dari tangan dan kepala ku tak mau berhenti.
Aku ngga inget apa apa cuma yang aku inget saat itu ferdan datang aku ngga tau dia dari mana tapi saat itu juga ada kemping di smp nya.
Gue diselametin ferdan dan gue nunjukin jariku ke jurang tempat raya dan lala dibuang.
Tim sar bergegas mencari mereka raya koma 3minggu dan lala dia sampai trauma gue yang bener2 inget kejadian itu ngga pernah cerita ke siapapun apalagi lala,dia stres berat dan hampir ngga inget kejadian itu.Saat kembali sekolah lala madih sama memperlakukan kak tsania gue pikir dia bener2 lupa gue cerita kejadian itu ke raya gue kira dia juga nggak inget ternyata raya sama ingetnya sama gue cuma kita ngerahasiain ini dari lala dan ngga pernah nyeritain kejadian 3th lalu itu ke polisi sekolaha ataupun keluarga.
Mereka pikir raya lala dan gue kaya gitu karna jatuh ditepian tebing yang curam tanpa mau dengerin penjelasan kita.
gue ngga nyangka bakalan ketemu dia lagi dan satu sekolah.
dan sejak saat itu gue trauma sama pisau keluarga gue ngga tau kenpa tiba2 gue takut sama pisau gue bilang kalo pernah liat adegan di tv yang serem tapi mereka percaya.
Dan saat tangan gue dipotong sama tu orang dia ngeludahin tangan gue yang dipotong itu dan wajah gue yang berlumuran darah.
Itu kisah kita dulu sebernya ngga mau ungkap tapi ali malahan ngekang mau dengerin,ehhh kalian kenapa pada nangis"setelah panjang penjelasan diyas mereka menangis dan tak percaya primadona sekolah sekejam itu dan diyas raya dan lala berpelukan.
Muungkin ini jadi pelajaran buat kita untuk selalu waspada sama orang terdekat seklaipun itu sahabat.
__ADS_1
oky teman teman semua jangan lula like comen dan juga selalu ngikutin cerita diyas ya guys selamat membaca🤗🤗