
"APA"
Mixel langsung duduk tepat di depan diyas dan menyentuh kening diyas
"Panas banget, ini dari kapan?"tanya mixel menatap sean
"Enggak tau tadi muntah terus lemes gitu"
"Yaudah kita bawa ke rumah sakit dulu"sahut mixel
Dengan cekatan mixel menggendong diyas masuk ke dalam mobil...
Secepat kilat sean menancapkan gasnya menuju rumah sakit, sedangkan mixel duduk dibelakang dan meletakkan kepala diyas di pahanya.
Setelah beberapa saat mereka sampai di UGD dengan seorang perawat disana.
Diyas dibawa masuk dan diperiksa oleh dokter yang menangani LEUKIMIA diyas
***
"Gimana keadaannya?"tanya maya panik
Setelah mendapat telephon dari mixel bahwa keponakanya masuk kerumah sakit.
"Nggak tau tante, baru aja diyas dibawa masuk"sahut mixel
Setelah beberapa saat dokter Nick(teman linda ) keluar menemui mereka diluar.
Melihat dokter nick sudah keluar dari ruangan mereka bertiga bangun dari tempat duduknya.
SEMUA YANG MEREKA UCAPKAN DALAM BAHASA INGGRIS #
"Gimana kak nick?"tanya maya
__ADS_1
"Maya, jadi kondisinya semakin parah, dan tubuhnya tak sanggup menampung beratnya penyakit yang mulai mengrogoti tubuhnya"jelas dokter nick
"Ha....aa..aa jadi gimana kak"tanya maya mulai panik
"Kita harus lakukan terapi setiap 3hari sekali, dan sekarang diyas dirawat dulu sampai keadaanya membaik"jelas dokter nick
Setelah dokter nick pergi, diyas sudah berada di ruang inap VIP khusus.
Merka bertiga masuk ke dalam ruangan itu dan melihat wajah diyas yang sangat pucat dengan tubuh lemasnya...
Tak tertinggal alat bantu pernapasan di hidungnya pun menempel dengan rapi....
Infus dintangan kirinya, dan beberapa selang yang menempel di perutnya...
Mereka tampak lemas menatap diyas yang sedang tak sadarkan diri itu.
***
Merasa hari mulai siang linda menghubungi Diyas dengan vidio call.
Dret drett
"Halo ma?
"Sean kamu ngga papa diyas dan mixel gimana?"tanya linda panik
Seketika sean langsung menatap maya dan mendapat gelengan kepala dari tantenya itu.
"Mereka baik baik aja ma, ngga usah khawatir ya"sahut sean sambik tersenyum
"Sukur dehh, mama khawatir telphone mama kok ngga diangkat sama diyad tadi"
"Ohh ya mama mau liat mereka donk"pinta linda
__ADS_1
Mixel langsung merampas hendphone sean dan menunjukan wajahnya didepan linda
"Kita baik baik aja ma habis olahraha tadi, dan diyas lagi tidur aja dati tadi "sahut mixel
"Lohh kok ngga dibangunin?"
"Gimana mau bangunin pintu nya aja dikunci udah dipanggil panggil tetep ngga nyaut"jelas sean
"Yaudah kalian baik baik ya, kalo ada apa apa kasih tau mama ya"ucap linda
Setelah beberapa percakapan itu mixel mamatikan telphonw itu dan memberikannya pada sean
"Kalian jangan kasih tau mama linda ya, kalian tau kan dia itu orangnya khawatiran banget kakak takut malah terjadi apa apa sama dia"pinta kak maya
Mereka berdua hanya mengaggukan keplanya dan menatap diyas
***
Setelah 1jam lebih mereka disana akhirnya diyas mulai memejamkan matanya....
Dilihatnya langit langit yang tampaknbetbeda dengan kamar nya atau kamar sean.
"Auuy"pekik diyas merasakan punggungnya yang amat terasa nyeri itu...membuat sean dan mixel bangun dari tidurnya..
Sedangkan kak maya sudah kembali ke kantor nya karna ada meeting mendadak dan tak bisa ditunda karna baliau adalah menejer dari perusahaan milik damar.
"Diyas kamu ngga papa?"tanya sean sudah betdiri di bibir ranjang diyas
"Gue kenapa kok bisa ada dirumah sakit?"tanya diyas bingung
"Kamu tadi pingsan dan lemess banget, mulai sekarang harus jaga kesehatan extra nihh, supaya busa ganti utangnya sama aku"sahut mixel
"****** nihh, masihh aja keinget soal itu"gerutu diyas
__ADS_1
Mereka tertawa mendengar ucapan dari diyaa yang tampak tak senang dengan jawaban mixel.
VOTE VOTE VITE DONKKππππ