Gadis Pemberani

Gadis Pemberani
Eps 41(mengikuti)


__ADS_3

Siswa dan siswi sudah mulai mengerjakan soal di depan meja masing masing.


Jam sudah menujukan pukul 11 siang dan ulangan hari ini berkhir begitu cepat.


Diyas berjalan menuju halte dan menunggu bus disana.


Sedangkan teman teman diyas sudah memantaunya dari kejauhan yang sedang melihat diyas menuggu bus bersama penumpang lainya.


Tak lama sampai lah sebuah bus dan langsung membawa penumpangnya hari ini.


Bus yang ditumpangi diyas tak berhenti di halte dekat rumah diyas,mepainkan di depan rumah sakit


***


"Lohh kok berhenti di rumah sakit"ucap raya terheran melihat bus itu berhenti disana dan melihat diyas turun dari buss itu.


Mereka akhirnya ikut turun dan masuk kedalam rumah sakit.


***


Kriettt


Diyas masuk ke ruangan dokter Feri yang sedang duudk mengurus sesuatu didepannya.


"Maaf dokter diyas ganggu waktunya"ucap diyas mentap dokter Feri


"Ohh diyas,ngga papa ngapain disini?"tanya dokter feri sambil mempersilahkan diyas duduk


"Owhh ngga papa cuma main,sama mau cek kesehatan aja"ucap diyas yang sudah duduk didepan dokter feri.


***


"Mereka ngapain si disana?"tanya Ferdan sedikit kesal


"Sabar kali dan,kita juga lagi nunggu diyas keluar"sahut rangga yang duduk dibelakang


Tak lama diyas keluar dari rumah sakit dan kembali menunggu bus.Beberapa menit kemudian datang sebuah bus dan langsung mengantar diyas pulang ke rumah.


BEBERAPA HARI KEMUDIAN#

__ADS_1


Pagi hari diyas sudah rapi dengan seragamnya dan tas sekolah,ia langsung bersiap siap pergi ke sekolah.


Dan seperi biasa diyas menunggu bus karna Ferdan sudah tak pernah mengantar atau pun menjemputnya setelah kejadian waktu itu.


Tak lama ada bus yang sudah menunggu diyass untuk masuk ke sana.Diyas duduk paling belakang dan ditepi kaca sambil menyandarkan kepalanya.


*Udah seminggu ulangan di mulai,dan seminggu lagi gue bakalan ninggalin rumah gue bahkan keluarga sahabat dan kenangan indah disini.


Dan kak rayn sama keluarganya udah pulang setelah kejadian kemaren*.Batin diyas yang melamunkan pikiranya.


Tak lama diyas sampai didepan gerbang dan masuk ke ruanganya.


Setelah pulang sekolah diyas pergi ke perpustakaan kota,dan membeli beberapa buku.


***


"Kenapa tingkah diyas akhir2 ini jadi kek gini sih,dan setiap 2 hari sekali pergi kerumah sakit,buat apa coba"dengus Ferdan


"Lo santai aja kali dan ngga usah ngegas"ledek ali yang duduk disampingnya.


"Suekkk lo"ketus ferdan sambil menyikt perut sahabatnya ini.


Ke esokan harinya diyas berangkat sekolah seperti biasa namun kali ini saat diyas sedang menunggu bus,sebuah mobil sedan berhenti tepat didepannya yang sedang membaca buku yang baru ia beli kemarin.


Diyas tak memperdulikan mobil sport itu dan melanjutkan aktifitas membacanya.


Lelaki itu keluar dan langsung duduk disamping diyas dan memeluknya erat.


Diyas terkejut dan lengsung memalingkan wajahnya,dan lelaki itu menyandarkan dagunya dibahu diyas.


"Kakak kangen banget sama kamu"ucap kak dev yang masih memeluk diyas dari samping.


Diyas hanya tetsenyum simpul mendengar ucapan kak dev,,,karna ia tau kak dev bukanlah kakak kandungnya.Diyas langsung memegang tangan kakak nya itu.


"Diyas juga kangen sama kakak"sahut diyas kecil


"Tapi kakak kan tau diyas ngga punya keluarga selain kak dev"ucap diyas yang masih menatap lurus ke depan dengan pikiran yang kosong.


Kak dev menggelng pelan dan menatao diyas yang tak memandangnya itu.

__ADS_1


"Diyas,kak dev ngga peduli tentang itu,kak dev sayank banget sama kamu"


Diyas meringiskan senyumannya dan melepas pelukan dari kakaknya.


Tampak dari kejauhan sudah ada bus yang menanti ,diyas bergegas mengambil tas dan bukunya lalu pergi meninggalkan kak dev yang masih berdiri mematung melihat kepergian adiknya.


***


"Jadi masut nya diyas lagi marahan sama keluarganya"ucap ali bingung


Mereka hanya terkekeh mendengar ucapan ali yang penuh dengan rasa kepo dan kesal.


Mereka sudah membunuti diyas kurang lebih 5 hati lamanya.


Dari kejauhan diyas sudah menitikan air matanya yang mentes di kaca pembatad bus.


Sampai disekolah diyas turun dari bus dan langsung memasuki ruangan nya.


Sepulang sekolah diyas pergi ke sebuah taman di alun alun dan makan soto di sana sendirian.


***


Ferdan sean Raya ali noval dan rangga pergi ke rumah diyas yang hanya ada kak dev seorang diri dirumah.


"Jadi kalian ngikutin diyas 5 hari terakhir"ucap kak dev setelah duduk menatap mereka di sofa


"Iya kak,dan yang kami dapet adalah......"


Setelah mereka panjang lebar menceritakan 5hari yang lalu apa saja yang dilakukan diyas mereka mulai dengan tanya jawabnya masing2.


"Apa bener kalo diyas bukan bagian dari keluarga ini?"tanya Raya


"Iya,tapi semenjak kami cerita diyas ngga pernah bicara atau ngelakuin hal2 yang petnah kuta lakuin bareng"sahut kak dev


"APA"teriak mereka kompak dengan mukut yang masih menganga.


"Emang harus ya sekaget itu"ucap kak dev menatap mereka semua.


"Jadi sebenernya siapa keluarga nya diyas,kenapa kalian ngga ngomong sama diyas dari awal"ucap Raya yang meresa tak percaya dengan hal yang diucapkan kak dev.

__ADS_1


__ADS_2