Gadis Pemberani

Gadis Pemberani
Eps 38(Lelah)


__ADS_3

Pagi hari diyas bangun dan langsung menuju kamar mandi bersiap siap untuk betangkat sekolah.


"Dekk,kamu ngga sarapan?"tanya kak rayn yang sedang menggendong andi.


Diyas hanya menggeleng dan masih fokus pada tali sepatunya.


"Sarapan dulu donk"ujar kak dev


Diyas tak memperdulikan ucapan mereka dan naik ke kamarnya untuk mengambil tasnya.


"Diyas sarapan dulu,lagian ini madih terlalu pagi biasanya juga kamu berangkatnya siang"ledek kak rayn yang mulai menyalakan televisi.


Diyas tetap diam dan berjalan ke luar rumah tanpa mengatakan sepatah katapun.


Gue emang berangkatnya siang dan pemalas ngga pernah bantuin orang tua selalu ngrepotin keluarga nakal lagi.Guman diyas dijalan.


Sesampainya disekolah diyas sudah disapa oleh kawan2 nya sudah ada didepan gerbang.


Diyas hanya melangkahkan kakinya melewati mereka tanpa berkata sepatah katapun.


Mereka hanya saling tatap dan mengedikkan bahunya bersamaan.


Sepulang sekolah diyas sudah dijemput mobil oleh ke-3 kakaknya dan andi dipangkuan lulu.


"Yas kok diem"tanya sean yang melihat diyas terpaku didepan gerbang.


"Ohh....enggak enggak ngapa ngapin kok"ucap diyas yang terkejut melihat sean sudah ada dibelakangnya.


Sean langsung menatap arah yang dituju diyas sedari tadi dan didapati kakak2 nya sudah menunggu diyas disana.


"Lo kenapa,lagi berantem?"tanya sean menatap wajah diyas lekat.


Sean tau bahwa diyas jarang berantem sama mereka,tapi setiap kali diyas dijemput pulang oleh nereka pasti memilih kabur darinya.


Sean langsung meninggalkan diyas yang masih menatap kakak2 nya dati kejauhan.


BRUMMM...


Terdengar suara motor dibelakang diyas,dan saat menoleh ternyata sudah ada sean dengan motor kesayangannya.


"Ngga mau naika nihh,mau gue gendong"ledek sean sambil tersenyum


"Ishhh apaan si garing"ucap diyas yang langsung dibalas senyuman dari sean.


Diyas langsung naik ke motor dan masih saja menatap kakak2 nya yang sedang menunggu nya pulang sedari tadi.


Sorry kak,gue cuma males aja kalo sama kalian yang cuma dateng saat ada susah dan maunya doank.Batin diyas


Mereka langsung pergi meninggalkan sekolah tanpa sepengetahuan kakak kakak diyas yang sudah menunggunya cukup lama.


****


Mereka mencoba menghubungi diyas berulang kali namun hp nya tidak aktif.


"Kemana si tuh anak"hardik rayn yang tampak kesal karna tingkah diyas,yang membuat mereka menunggu lama disana.

__ADS_1


"Ya sabar yahh,mungkin diyas lagi piket atu ngerjain sesuatu"ucap lulu menenangkan suaminya yang sudah mulai cemberut.


"Iya,tapi liat andi juga sampe tidur dan keringetan nunggu in diyas"ucanya lagi


Kak dev hanya terdiam mendengar perdebatan mereka tak ada hentinya.


Kakak tau kamu kemana tapi jangan kaya gini.Batin kak dev yang masih mencoba menghubunginya.


Malam hari diyas pulang kerumah sekitar jam 19.30 dan masih memakai seragam sekolah.


"Sean,thank's banget ya udah ajak gue ajak gue makan,jalan2,nonton dan buat buat gue seneng hari ini"ucap diyas dengan senyuman yang terpancar diwajah manisnya.


"Apaan si,yaudah lo masuk gihh"ucap sean dan pergi meninggalkan diyas,diyas memandangi tubuh sean yang sudah tak terlihat.


Diyas langsung masuk ke dalam rumah dan bertemu kakak2nya yang sudah sedari siang menunggunya.


"Kamu habis dari mana?"tanya kak rayn yang masih menatap diyas dibibir pintu.


"Habis jalan"ucap diyas singkat dan masih berusaha melepas kan sepatu yang menempel di kakinya.


"Ini jam berapa?"tanya kak rayn lagi, yang mulai menatap diyas yang sudah berdiri menatapnya.


Diyas langsung melihat jam ditanganya


"Jam 19.30"jawabnya singkat dan melepaskan jaketnya dan berjalan ke arah tempat penggantung jaket.


"Kamu ngapain aja sih seharian?"ucap kak rayn yang mulai kesal dengan tingkah diyas.


Diyas mengehela nafas setelah menggantungkan jaketnya dan berbalik menatap kakaknya itu.


"Diyas kamu itu kan anak cewek bisa ngga sih sedikit anggun kaya mba lulu"ucap kak rayn dan mulai menaikan nada bicaranya


"Pulang sekolah bukanya langsungbkerumah malah main,tadi kakak udah nunggu kamu di gerbang sekolah,andi sama kak lulu sampe capek nunggu kamu doang dan kamu malahan ngluyur entah kemana"bentak kak rayn


Kali ini diyas benar2 ngga tahan dengan ucapan kakak sulungnya itu.Diyas langsung berdiri dan menghela nafasnya.


"Iya kak,aku emang ngga seanggun mba lulu aku emang nakal nyusain mama sama papa dan aku emang anak brandalan yang nggak pantes buat di perhatiin"ucap diyas yang benar menatap wajah kakak nya itu.


"Kamu dibilangin malah jawab ya"bentak kak rayn lagi


"Udah yah udah...."bujuk mba lulu yang mencoba untuk menenangkan suaminya ini.


"Diyas kekamar aja ya pasti capek seharian,mandi terus makan ya mba lulu udah buatin makanan buat kamu"ucap lulu lembut


"Kamu denger,kakak kamu udah buatin makanan buat kamu dan perhatiin kamu"ucap kak rayn semakin meluap


"Iya kak aku denger"ucap diyas lirih dan menundukan kepalanya.


"Diyas kalo kakak lagi ngomong tu dengerin"bentak kak rayn lagi


Plakkk


Tiba tiba tamparan melayang ke wajah diyas dan kak dev yang baru datang dati bibir pintu hanya terdiam dan tak tau apa yang terjadi.


Diyas mulai menitikkan air matanya dan menatap kak rayn yang benar benar amarahnya sudah tak bisa di tahanya.

__ADS_1


"IYA KAK AKU DENGER"Bentak diyas yang mulai meneteskan air matanya.


"Aku capek kak,AKU CAPEKKK"Bentak diyas yang semakin membuat rumah itu seperti tempat syuting drama korea saja.


Plakkk


Belum sempat kak Rayn mendaratkan tamparannya ke wajah diyas,kak dev langsung menangkisnya.


"Udah cukup kak"ucap kak dev singkat


"Dev,kamu tu mendidik diyas terlalu menja dan jadinya kaya gini"bentak kak rayn yang masih menatap wajah diyas.


***


Dasar tu cewek udah nyianyian bantuan gue ningglain gye pula.Batin rainan yang tengah rebahan di ranjangnya.


Rainan langsung beranjak dari ranjang menuju sofa di kamarnya.


"Ahhha"guman rainan


Ia baru ingat bahwa tas diyas ditinggal di halte dan dibawa rai pulang.


Rai merogoh tas tersebut dan menemukan identitasnya.Serta alamat rumahnya.


Rai langsung menancapkan gasnya menuju alamat rumah diyas.


Tak butuh waktu lama rai sudah sampai didepan gerbang rumah yang tak terkunci,Rai pikir diyas masih berada disana dan langsung masuk begitu saja.


Kriettt


Rai membuka pintu dan ia melihat dua lelaki didepan diyas yang masih bertengkar dan melihat diyas yang sudah menangis.


Aduhh gue dateng disaat yang yidak tepat nihh.Guman Rainan


Mereka langsung menatap Rainan yang masih berdiri didepan pintu tanpa melangkahkan kakinya satu langkah pun.


"Ada keperluan apa malam malam ke sini"bentak kak rayn menatap rainan


"Ohh ini..."belum sempat melanjtkan omongan rainan kak rayn langsung angkat bicara.


"Mau ajak diyas ngluyur lagi"ucap kak rayn yang mulai berjalan ke arah rainan.


"Ohh enggak ini mau..."belum sempat rainan melanjutkan ucapannya lagi.


Diyas menarik tangan rainan dan pergi keluar begitu saja melewati kak rayn.


"DIYAS MAU KEMANA KAMU MALAM MALAM BEGINI!!"Bentak kak rayn


Namun tak ada sautan dari diyas maupun rainan.


Diyas langsung menuntun rainan menaiki motornya dan pergi menjauh dari rumahnya.


Hiks hiks.....


Tunggu up nya besok ya🤗🤗Author akan coba up sehari 2 sampai 3 kali sehari ya guys makasih

__ADS_1


__ADS_2