
"*\*\*\*\*\*\* gue gimana nihh*"batin diyas
Melihat diyas yang tampak gelisah sean langsung menatap Mixel dan Diyas bersamaan
"Kalian kenapa kok diem aja?"ucap sean
"Emm anu itu,,,'ucap diyas gugup
"Dia ngambil se set game baru aku ngga ijin dulu"sahut mixel
"Jadi lo ngambil game punya abang lo sendiri?"tanya sean
"Enggak enggak, bukan gitu sebenernya mau izin tapi kak mixel nya tidur , iya kan kak"sahut diyas menatap mixel
"Enggak" jawab mixel singkat
"Ya udah dehh aku minta maaf kak, dari pada marah marahan gini mending kita batle aja gimana "ujar diyas
"Enak aja main pakek punya aku"sahut mixel
"Kalo kalo aku menang game nya aku pinjem sampe 1 minggu" ucap diyas lantang
"Enggak"jawab mixel
"Bilang aja takut"sahut diyas
"Okyy, kalo kamu kalah aku dapet apa?"tanya mixel menatap diyas lekat
"Kalo aku kalah aku bakalan layanin lo seminggu,gimana?"sahut diyas berdiri didepan mixel
"Suasana macam apa ini"batin sean yang sedari tadi diam kini mulai berdiri ditengah tengah mereka berdua.
"Yas yang bener aja, dia itu gamer sejati"bisik sean
"Ahgg berisik lo"gertak diyas
"Deal?"
......"Deal"
Akhirnya mereka sepakat untuk bertarung game milik Mixel.
Setelah sekian jam mereka bermain sampai jam 23.00 akhirnya pemenang mane kali ini diraih olehh......
__ADS_1
MIXEL ,sedangkan diyas kalah telak yakni dengan poin 23 / 8
"Sesuai perjanjian , kamu harus layanin 24 jam setiap kebutuhan ku oky"sahut mixel
Kemudian mixel beranjak keluar dan pergi ke kamarnya dengan senyum kemenangan di wajahnya.
"****** gue, gimana nihh bete dehh sial !!"gerutu diyas merebahkan tubuhnya diranjang sean.
Ya kamu siapa suruh juga nantang dia, aku yang jago aja kalah" sahut sean terkekeh melihat diyas yang amat kesal dengan permainannya.
***
Diyas gimana ya, udah tidur kah.Batin Ferdan yang terbangun dari tidurnya dan hendak mengetik pesan pada diyas.
Namun Ferdan mengurungkan niat nya karna takut mengganggu diyas yang mungkin sudah tertidur pulas di rumah barunya.
***
Ke esokan harinya#
Mixel dan Sean sudah joging pagi pagi di sekitar komplek ,dan sekarang mereka tengah beristirahat di dapur.
Suara tenggukan Sean dan Mixel ketika meminum sebotol air mineral habis sekejap saja.
"Ahgg , dari pagi ngga liat diyas kemana ya tu bocah?" tanya sean
Mixel menggedikkan badanya dan duduk di depan televisi.
Ya udah deh gue samperin aja.Guman sean
Ia kemudian berjalan menuju kamar diyas yang tak jauh dari kamarnya.
Kriettt
Dilihatnya diyas yang masih terbaring diranjang dengan wajah sedikit pucat.
Sean langsung berjalan menuju jendela dan membuka tirai berwarna biru itu.
Seketika cahaya mentari datang dan meresap ke seluruh ruangan kamar diyas.
Merasa diyas tak bangun bangun dari tidurnya sean langsung menggiyang goyangkan ranjang diyas dengan penuh semangat.
__ADS_1
"Emmm"ucap diyas lirih
"Bangun udah siang nihh, dari tadi kirain dimana malah masih tidur aja" sahut sean
"Uekkkk...."degus diyas yang hendak muntah di ranjang nya.
"Kamu kenapa?" ucap sean khawatir
"Enggak papa kok, bisa bawa aku ke kamar mandi"pinta diyas lemas
Dengan sigap sean membantu diyas ke kamar mandi beberapa langkah itu.
Setelah beberapa menit kemudian diyas keluar dengan wajah lemas dan pucat.
Diyas masih berdiri di bibir pintu kamar mandi dan menyandarkan kepalanya.
"Kamu kenapa ngga enak badan?"tanya sean yang benar benar khawatir
"Enggak enggak apa apa kok, lebay banget si dasar"sahut diyas dengan senyuman tipisnya
Diyas mulai melangkahkan kaki nya menuju ranjang namun baru 3 langkahan kaki ,,,,
BRUKHHH!!
Diyas jatuh dengan tiba tiba , sean langsung berlari ke arah diyas secepat kilat dan menampuh tubuh diyas.
Sial badanya panas banget lagi.Guman sean
"Lo kenapa yas , bangun yas yasss"teriak sean panik
Mendengar suara sean yang terdengar panik, mixel melangkahkan kaki nya menuju kamar diyas....
Dan didapatinya diyas sudah berada di pangkuan sean,,,
"Dia kenapa?" ucap mixel santai sambil meminum air mineral ditanganya
"Xel, diyas pingsan dan badannya panas banget"sahut sean panik
"APA"
Apakah yang akan terjadi dengan diyas???
Jangn lupa vote ya thank's🤗
__ADS_1