
Ke esokan harinya mereka berangkat sekolah seperti biasa.
Tringgg
Bell sekolah berbunyi menandakan Kelas akan dimulai,dan kelas hari ini adalah Ulangan kenaikan kelas yang akan berjalan sampai 2minggu kedepan.
Siswa dan siswi di sma Mentari sudah memasuki ruangan mereka masing masing.
****
Kak davit, kak rayn, kak dev , dan lulu sedang berkumpul di teras rumah.
"Gimana udah urus pasport nya?"tanya lulu memecahkan keheningan disana
"Ohh udah kok"jawab kak davit singkat
"Sekolah nya,mau daftar kapan?"tanya kak davit yang tengah mengayunkan kakinya.
"Kalo bagusnya sih,lebih cepet lebih baik"sahut lulu sambil menyuapi andi
"Iya,bagusnya si gitu,gimana kalo 5 hari setelah Sampe di sana aja"ujar kak rayn
"Itu si terserah aja,yang penting gimana bagusnya aja"sahut kak davit sambil bermain dengan andi yang amsih disuapi lulu.
****
Setelah selesai ulangan hari pertama,sekolah langsung dipulangkan.
Diyas langsung pulang kerumah setelah naik bus tadi di halte.
Tak lama diyas sudah sampai didepan gerbang dan menjumpai kak rayn, kak davit, kak dev, lulu serta andi,yang asik bermain dengan davit
"Assalamualaikum"ucap diyas dan mencium tangan kakak2 nya itu.
"Wa alaikum salam,pulangnya awal terus ya"ucap kak lulu
"Iya kak,kan lagi ulangan pasti pulangnya cepet donk,ya kan ndi"sahut diyas dan mencubit gemas pipi keponakannya itu.
"Diyas,gimana rencana kamu buat sekolah disana?"tanya kak lulu lagi
Diyas tak menghiraukannya dan masuk kerumah,setelah melangkahkan kakinya ditangga diyas langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dan memejamkan matanya.
Tak terasa hari sudah sore diyas beranjak dari ranjangnya dan bergegas mandi.
"Diyass makan dulu yuk"suara kak lulu dari meja makan.
Diyas memang dengar ucapan kakak iparnya itu,namun diyas tak mau bicara dan melanjutkan mandinya.
Keesokan harinya diyas sudah berangkat ke sekolah sangat pagi,bahkan kak lulu pun yang biasa bangun pagi pagi tidak melihat diyas pergi
Diyas berjalan kaki menuju halte bus yang tak jauh dari rumahnya,
Sekitar 5 menit ia pun menaiki bus yang sangat srpi penumpanganya bahkan hanya ada diyas dan seorang wanita hamil disana.
"Arggghhh..."rengek wanita hamil itu,
__ADS_1
Diyas langsung beranjak dari kursi penumpang paling belakang menuju arah wanita itu dan berjongkok tepat didepan nya.
"Bu,ibu kenapa?"tanya diyas bingung melihat kondisi wanita muda itu yang kira2 umurnya baru 30 th an.
"Perut saya sakit dek,sakit sekali"ucap wanita itu yang masih memegangi perutnya.
Aduhh gimana nihh,gue ngga tau apa apa lagi.Batin diyas yang mulai berkeringat dingin melihat wanita itu.
"Kayaknya dedeknya mau lahir dehh"ucap wanita itu terbata bata.
Diyas semakin panik dengan keadaanya sekarang dan tak tau harus betbuat apa saat ini juga.
"Pak pak langsung ke rumah sakit terdekat pak,ibu ini udah mau lahiran"teriak diyas pada supir taksi itu.
"Sabar ya bu bentar lagi nyampe,aduhh jangan panik jangan panik,tarik nafas bu tarik buang"ucap diyas menenangkan wanita itu dan mulai memberikan intruksi nya dan langsunh di ikuti oleh wanita itu.
Tak lama mereka sampai dirumah sakit,diyas langsung bergegas turun dari bus dan langsung meminta bantuan.
Diyas langsung kembali ke bus itu dan dibelakangnya sudah ada beberapa perawat datang dan langsung membawanya masuk.
Diyas hanya berdiri di depan pintu ruang bersalin sambil mondar mandir.
Diyas melihat jam tangannya yang sudah menujukan pukul 7 pagi, Dan bell masuk jam 07.15
Diyas bergegas ke sekolah dan menuggu bus,namun karna sudah jam nya sekolah tak ada satupun bus yang lewat.
Terpaksa diyas berlari tunggang langgang dan seseklai menengok jam ditangannya.
Sekitar 30 menit kemudian diyas baru sampai didepan gerbang sekolah yang sudah ditutup rapat.
Setelah menunggu cukup lama didepan gerbang,ada seorang satpam yang melihat diyas yang sudah tertidur dengan baju yang penuh ketingat di sekucur baju putih itu
"Nak,bangun"ucap satpam itu sambil menggoyang goyangkan badan diyas.
Diyas yang merasakan ada yang menyentuh tanganya langsung memerjapkan matanya.
"Bukanya sekolah malahan tidur di gerbang"sahut satpam itu sambil membukakan pintu gerbang sedikit demi sedikit.
Diyas langsung berlari masuk ke kelasnya,dan memang betul ulangan sudah dimulai 1jam yang lalu.
"Permisi bu,maaf saya terlambat"ucap diyas yang sudah berdiri di depan guru penjaganya.
"Kamu lagi diyas,kok bisa terlambat,sudah satu jam yang lalu ulangan berlangsung"ucap guru itu sambil menujukan jam ditangannya.
"Maaf bu saya kesiangan"ucap diyas sambil menundukan wajahnya karna malu dilihat kakak kelas dan teman temannya.
"Ya sudah duduk ditempat mu"sahut guru itu setelah membetikan kertas ulangan nya.
Diyas berjalan ke arah kursinya dan duduk dengan nafas yang terengah engah.
"Kok bisa sampai setelat ini"ucap suara lelaki yang duduk disamping diyas.
Diyas langsung menoleh ke asal suara dan didapatinya ada Kak Zillan disana.
"Ohh itu ada masalah sedikit kak,ya udah aku mau ngerjain dulu ya kak"ucap diyas yang langsung menarik kertas dimejanya.
__ADS_1
Diyas merogoh alat tulis yang akan ia pakai,namun tepak nya malah ketinggalan dirumah.
Ceroboh banget si gue.Batin diyas dan menyandarkan kepala nya ke kursi
"Lohh kok ngga ngerjain,kenapa susah emangnya?"tanya kak Zillan yang melihat diyas tengah frustasi
"Bukan,alat tulisku ketinggalan di rumah"sahut diyas dengan nada lemas.
Kak Zillan terkekeh dengan kecerobohan adik kelasnya ini.
"Ishhh kok malahan ketawa si,ya bener banget hari ini gue sial banget"ucap diyas yang memfokuskan pandanganya ke depan.
Tiba tiba kak Zillan memberikan sebuah bolpoinnya pada diyas,sontak diyas terkejut dan menatap kak zillan yang tersenyum padanya.
"Ini beneran kak,kan masih dipake"ucap diyas yang masih memandamg senior tampan nya ini
Kak Zillan langsung menujukan kertas jawabannya pada diyas.
Senyum sumringah terpancar diwajah diyas dan langsung mengerjakan soal didepan matanya itu.
****
Sepulang sekolah diyas bertemu ferdan didepan gerbang yang tampak sedang menunggu seseorang.
Diyas langaung menghampieinya dan mengejytkan ferdan yang sedang melamun.
"Ishhh ngagetin aja lo tongg"bentak ferdan
Diyas hanya meringis melihat sahabtanya itu yang hampir jatuh dari motornya itu.
"Ngapin lo disin,mana tingkah lo kaya maling gitu"ucap diyas kepo
Ferdan mengerutkan keningnya dan menatap wajah diyas lekat.
"Cieee lagi nunggu gebetannya ya"ledek diyas
"Suekk lo,enggak lahh"sahut ferdan cepat,ucapan ferdan membuat diyas meringis
Kembali lagi ferdan menatap Diyas dengan aneh,dan memberikan intruksi untuk mengusap hidungnya.
Diyas mengerutkan keningnya dan langsung mengikuti intruksi dari Ferdan.
Dan didapatinya darah yang sudah menetes di tanganya.Diyas langsung membalikan badanya dan lari menjauh dari Ferdan sejauh mungkin.
***
Sampai di halte diyas terus mengusap hidungnya yang tak henti2 nya mengalirkan tetesan darahnya.
Halte tampak sepi siang itu,diyas duduk dibawah tanah dan menutupi wajahnya dengan dekapan kakinya.
Kenapa si hidup gue gini amat kenapa??Batin diyas sambil menangis
Jangan pelit donk kasih like nya,biar aku tambah semangat buat up terus
Dan makasih yang udah like ya semoga tetap terjaga kesehatannya hepy reading
__ADS_1