
Setelah beberapa jam mereka sudah sampai di Bandara Chagi Singapura.
Mereka sudah dijemput oleh Kak Maya, tak lain dan tak bukan adalah kakak kandung linda.
"Heyyy..."teriak maya
Diyas langsung melambaikakan tanganya pada maya sedangkan Sean dan Mixel membawa koper milik diyas.
"DIYAS"ucap maya terkejut melihat diyas yang begitu cantik nan imut, dan telah berpisah dengan keluarga mereka puluhan tahun lamanya.
Setelah banyak ucapan selamat datang, mereka langsung pulang menuju rumah lama milik Kak Maya.
***
"Pa ,diuas gimana ya,aku kok khawatir banget batu aja tadi pagi mereka pergi ,rasanya kangen banget" keluh linda
"Ma ,nanti kita bisa vidio call kok,tapi ngga sekarang" ucap damar
"Lohh kenapa?" tanya linda heran menatap suaminya itu
"Hemm, pasti mereka baru sampe kan capek"
"Yaudah dehh, kalo gitu main di bastcemp anak anak gimana" ajak linda kegirangan.
"Ya ampun ma, kaya anak ABG aja dehh"sahut damar tersenyum.
Linda langsung memanyunkan bibirnya dan mengalihkan pandangannya ke depan.
Tiba tiba damar langsung menggendong linda dan membawanya ke bastcemp sambil berlari.
"Ya ampun tuan sama nyonya romantis banget ya, udah cantik gabteng kaya haduhh ngiri dehh liat mereka" ucap salah satu pelayan disana
"Ishh ngga usah ngayal mendingan yuk kerja"
sahut pelayan lainya.
***
"Kalian pasti lapet kan yukk makan dulu "ajak maya menuntun mereka ke dapur.
"Disini ngga ada pembantu ,jadi kalian harus rajin dan disiplin tante ngga bisa nemenin kalian terus oky,"jelas maya
__ADS_1
Dan langsung diangguki mereka semua bersamaan,,,
Mereka makan bersama dan berbagi cerita satu sama lain.
"Ohh ya tante lupa ,kalian berangkat nya 2 hari lagi ya ,karna harus ngurus biodata kalian"
"OKY"sahut sean dan diyas kompak
Setelah makan maya pergi meninggalkan mereka bertiga dirumah itu.
Rumah maya tak terlalu jauh ,hanya 1Km saja dari rumah mereka.
Mereka sedikit bosan dirumah dan tak mengerjakan hal apapun juga malam yang gelap menambah kesan sunyi di sana.
Diyas langsung beranjak dari ranjangnya dan masuk ke kamar sean.
"Woyyy, ngapain melongo aja lu"keget diyas yang langsung naik ke ranjang sean tiba tiba.
"Ngagetin aja lu tong"sahut sean terkejut
Diyas terkekeh melihat sang kakak tampak kaget dan kesal dengan nya.
"Mau kemana?"tanya sean
Kriettt
Diam diam diyas masuk ke dalam kamar Mixel yang sudah tertidur pulas diranjangnya.
Diyas tampak terpukau dengan ketampanan Mixel yang sangat mirip dengan Damar.
Namun seketika, diyas mengurungkan niatnya untuk melihat wajah mixel lebih dekat dan duduk didepan lemari tepat di tepi ranjang kixel.
"Maaf ya aku pinjem dulu game nya,nanti aku balikin tepat waktu kok"batin diyas
Dengan perlahan diyas mulai membuka satu persatu lemari itu dan tampak mencari sesuatu disana.
Mixel mulai memerjapkan matanya karna mendengar kebisingan di sekitarnya.
Dan dilihatnya diyas yang masih duduk dan sibuk dengan tujuannya yang tak jelas itu.
Merasa ada yang meliriknya diyas langsung memalingkan kepalanya menatap wajah Mixel.
__ADS_1
Secepat kilat mixel kembali menutup matanya dan berpura pura tidur. Tak lama sesuatu yang dicari diyas akhirnya ketemu yakni ,Se set alat game ter kenal dan amat asik bila dimainkan.
Diyas berjongkok melangkah kan kakinya datu demi satu langkah agar dapat keluar dari kamar itu.
"Ini bocah kenapa lagi,mau maling ya"batin mixel yang masih menutup matanya.
Tak lama diyas sudah sampai didepan pintu dan membukanya pelan pelan, akhirnya diyas dapat keluar dari kamar mixel dengan perasaan yang deg degan.
Mixel membuka matanya dan tersenyum simpul melihat tingkah diyas yang amat menggemaskan.
Kriett
Diyas membuka pintu kamar Sean dan masuk dengan secepat kilat.
Tak lupa diyas menunjukan apa yang baru didapatnya itu dari kamar Mixel tadi.
"Wihh dapet dari mana tu game?, canghih banget"ucap sean terkagum melihat game yang diyas tunjukan pada sean
"Eeee.....yaudah yuk ahgg main ngga sabar nihh"ajak diyas mengalihkan perhatian sean
Agar tak membicarakan asal usul mainan yang didapatnya.
Mereka bermain dengan gembiranya dan sesekali berteriak.
Karna geram mendengar ocehan mereka berdua,Mixel melangkahkan kakinya menuju kamar sean.
Dan mulai membuka pintu,,,
"Kriettt"
Mixel menatap diyas dan sean yang sangat akrab dan saling tertawa.
Tanpa disadari diyas sean sudah menatap mixel yang berdiri di bibir pintu.
"Owhh xel, kok ngga masuk, adik kecil kita ini baru dapet game asik lo"ajak sean
"Mixel"batin diyas mendengar sean mengucapkan nama itu.
Diyas langsung memalingkan wajahnya ke arah yang dituju sean, dan benar saja mixel sudah menatap mereka berdua.
"Hehhe,,,,'senyum diyas merasa malu dengan ke adaan nya sekarang ini.
__ADS_1
Okyy bomm like nya dong😉😉
Selamat membaca🤗