
Sean,ferdan bahkan ali pun langsung berlari ke arah diyas.Mereka pun memanggil dokter secepat mungkin,sedangkan lala hanya terpatung dan menangis tersedu\-sedu bahkan tak melirik sedikit pun kepada sahabatnya itu.
Lala langsung keluar dari ruangan Diyas dirawat setelah melihat dokter yang baru datang.Namun kepergian lala tak ada seorangpun yang mengetahui hal itu,karna mereka fokus ke arah diyas."Gimana dok"tanya ferdab sambik melihat dokter yang tengah memeriksa diyas."Sepertinya ini jauh dari perkiraan kami soal apa yang dikatakan kalian bahwa diyas terbentur jendela"jelas dokter.
"Lalu apa itu dok"tanya sean gelisah
"Emmm saya masih kurang tau tentang itu namun kami akan berusaha untuk menemukan motof nya"Mereka hanya terdiam setelah suster mengganti perban dikepalanya.
"hah,gue bingung banget tentang ini dan apa coba yang disembunyiin diyas dari kita,kalian perhatiin aja deh kemaren kita tanya2 tentang penyebabnya dia kaya mengalihkan pembicaraan"ucap ferdan.
"Kalo menurut gue itu kena pukulan deh"sahut Sean...."Pukulan??tanya ali yang masih bingung.
Setelah beberapa saat diyas tersadar,mereka yang melihatnya amat senang dan gembira sedangkan Lala masih tak kunjung datang.
Beberapa jam kemudian waktunya makan siang Raya sedari tadi pagi bersama Sean Ali Ferdan disana.Raya memanggil nama lala berulang ulang kali.Namun tak ada satupun jawaban darinya,mendengar hal itu mereka langsung bertanya tanya.
"tringgg"ponsel lala berbunyi,ia tak menghiraukan panggilan masuk ataupun pesan.
"Ngga dijawab,kalian ada liat lala ngga sebelum nya"tanya raya.
"enggak tuhhh"jawab sean cepat
__ADS_1
Diyas yang mengetahui hal itu langsung duduk di tempat ditidurnya itu.
"Kalian yang bener aja,ngga mungkin lala pergi sendiri lo tau kan kalo lala tu paling ngga sukankalo sendiri"ujar diyas cepat.
Tempat lala#
Lala hanya berdiam di sebuah kafe kecil jauh dari perkotaan,setidaknya butuh waktu 1jam lebih untuk sampai disana."Tringgg"sedari tadi lala mendapati panggilan dari teman temannya itu,namun ia tak menghiraukannya.
Melihat ada gadis yang duduk disana sedari tadi kurang lebih dua jam seorang laki2 menghampirinya."Permisi,dari tadi saya perhatikan kamu duduk disini lumayan lama"ujar lelaki itu yang sambil meiringkan wajahnya ke kepala lala yang tergeletak di atas meja.Namun lala tak menghiraukannya,laki2 itu melambaikan tangan nya ke arah lala terus menerus sambil mengatakan halo.
"Ya sudah kalau memang tidak jawab,saya permisi"ujar lelaki itu sambil pergi meninggalkan lala seorang diri,belum lama ia bernjak dari lala,ia mendengar lala menangis terisak isak ia pun mendekati lala segera.
"Kmau kenapa??tanya laki2 itu sambil memberikan sapu tanganya.
"Mereka ngga butuh lala lagi"ucap lala yang masih menangis dan menegakkan badanya sembari mengusap air matanya dengan sapu tangan yang diberikan oleh lelaki itu.
"Aku dari kota"
"Jauh sekali,kok bisa sampai sini apa ada urusan?.Lala menggelengkan kepalanya.
"Lalu"
"Aku cuman ingin menyendiri dari kawan kawan ku disana"
"Maaf kalau boleh tau memangnya ada masalah apa sampai2 harus menyendiri??
__ADS_1
Lala hanya terdiam sambil menangis,dan seseklai mengusap air matanya.
"Ohh..maaf kalau ikut campur,tidak apa2 kalau ngga cerita"ucap lelaki itu.Lala pun langsung menceritakan semua yang ia alami hari ini tanpa pikir panjang siapa lelaki itu,ia hanya membutuhkan teman yang selalu mensuport dia.
"Sebaiknya lala pulang sekarang,nanti teman2 mu menghawatirkan mu"ujar sang lelaki,namun lala hanya menggeleng kan kepala nya.
"Apa saya antar saja??tanya lelaki itu.Lala hanya menggelengkan kepala
"lalu,mau bagaimana??
"boleh saya menginap dirumahmu hari ini??tanya lala sambil menatap lelaki itu.
Laki laki itu terkejut mendengar permintaan lala,namun melihat kondisi lala saat ini lelaki itu mengiyakan pertanyaan lala.
"Iya tidak apa2 lagian saya hanya berdua dengan kakak saya,ohh ya namamu lala?tanya lelaki itu lala hanya menganggukan kepalanya.
"Ya sudah hari sudah mau gelap kita pulang saja yukk"ajak lelaki itu.Mereka berjalan menuju rumah dengan menggunakan sepeda,lala hanya tersenyum ketika menaiki sepeda itu ditengah pegunungan yang amat damai dan sejuk.
"Maaf kalau harus naik sepeda seperti ini"ucap lelaki itu.
Lala menggelengkan kepalanya,"enggak papa kok malahan aku seneng bisa kaya gini,makasih ya udah nolongin lala"ucap lala sambil tersenyum.
"nah,gitu dong lala kalau tersenyum lebih cantikkk dehh"ucap lelaki itu sambil sesekali menengok ke arah lala.
Mereka berjalan sambil bersanda gurau dengan cerita masing-masing sambil menikmati pemandangan yang amat cantik dan melihat beberpa kali kendaraan bermotor atau mobil melaju.Mungkin akan ada kebahagiaan diantara mereka....
__ADS_1
Tunggu klenjutannya ya😊😊jangan lupa selalu ikuti kisah diyas selama sma.Heppy Reading