Gadis Pemberani

Gadis Pemberani
Eps 24(Hati yang terluka)


__ADS_3

"sial nomernya ngga aktif"gerutu ferdan di atas motor sambil menelphone diyas namun tak ada satupun jawaban.Diyas bangun dari ranjangnya dan mencari charger namun tak ketemu"ma,charger mana?tanya diyas sambil turun dari tangga.Mama hanya menggedikan bahunya dan melanjutkan membaca majalah.


"Kayaknya aku tinggal deh di rumah sakit,siall"batin diyas.Ia langsung mengambil jaket dan pergi keluar untuk membeli charger.


"Ma diyas mau keluar sebentar"ucapnya sambil memasang sepatu.Mama hanya menganggukan nya saja,diyas berjalan ke arah garasi dan mengeluarkan motor nya.Ia pergi ke sebuah alun2 ditempat yang ramai pengunjung dan banyak sekali kedai kedai dipinggiran jalan.


Tak lama ia menemukan toko charger dan membeli 2 buah charger i\-phone dan samsung.


Namun diyas tak langsung pulang,ia mampir ke warung soto pak ujang kesukaannya.


"Brumm"suara motor ferdan sampai didepan rumah,ia masuk dan menjumpai mama.


"Kok pulangnya cepet banget"ucap mama namun tak menoleh ke arah ferdan ia kira ferdan adalah diyas."Ma,diyas pergi??


Mendengar suara ferdan mama langsung menoleh dan meletakan majalah nya.


"Ehh nak Ferdan,ada apa ke sini,tadi diyas pergi bilang nya sebentar,paling makan diluar"ucap mama sambil beranjak dari sofa.


"Owhh ya udah ma,Ferdan langsung pamit aja"ucap ferdan sambil mencium tangan mama.


"Lohh mau kemana kan baru sampai?ucap mama lembut."Ngga papa ma cuma mau jalan doank kok ya udah saya permisi


ma,assalamualaikum"Ferdan langsung pergi meninggalkan mama di ruang keluarga dan menyalakan motornya."Wa alaikum salam,ada ada aja anak jaman sekarang baru sampe udah main pergi aja"batin mama menggelengkan


kepalanya dab kembali duduk

__ADS_1


Di jalan#


Ferdaa menaiki motor secepat kilat,tak butuh waktu lama ia sudah tiba di Alun alun kota.Ia menoleh ke kanan dan kiri,namun karna kepadatan kota ia memarkirkan motornya di bastmen.Ia mencari diyas sambil berjalan kaki dan menelphone beberapa teman yang rumahnya tak jauh dari sana.


Sedangkan diyas asik makan soto sambil berbincang bincang dengan Pak Ujang disana.


"Neng diyas kok kesini sendiri ngga sama ferdan?tanya pak ujang


"Ferdan ma pulang masa cuma mau makan harus ditemenin"ucap diyas sambil memasukan sendok demi sendok soto ke mulutnya hingga penuh."Pak ujang minta es jeruk nya satu".


Belum lama menelphone temannya,sudah ada 5 orang berkumpul di bast men itu.Mereka berpencar mencari diyas kemana mana.


"Pak Soto nya satu sedeng aja pak"suara seorang laki laki yang sepertinya familiar bagi diyas,namun diyas terus saja memasukan sendok nya ke mulut.Laki laki itu mempethatikan diyas juga sesekali memiringkan kepala nya.


"Kok lo ada disini??tanya diyas sesekali memperhatikan reza yang sedang makan.Reza tersenyum tipis ke arah Diyas yang juga sedang tersenyum ke arahnya."Tadi sehabis pulang dari rumah sakit,ternyata saudara yang tinggal di daerah sini pulang,terus disuruh menginap"


"owhh terus kakak mu gimana?tanya diyas seolah pernah melihat kak rena."Kak ren dirumah besok aku baru pulang mungkin agak sore"ucapan reza membuat diyas tersenyum lebar ke arahnya."Kawasan sini aku kenal banget,banyak temen2 kelasku tinggal disini,besok boleh main ngga selepas pulang sekolah?tanya diyas sambil memberikan ekspresi imut ke arah reza.


"Kamu cantik banget yas,andai kamu suka sama aku mungkin aku bakalan menetap disini selamanya ngga suka pun bakalan tinggal disini cuma mau liat kamu senyum kek gitu"batin reza.


Mereka bercanda tawa disana sampai ada beberapa pengunjung yang mengatakan bahwa mereka berdua pacaran.


Hari sudah meunjukan pukul 20.00 malam,namun diyas dan reza masih saja berjalan jalan di pingiran kota juga sesekali memebeli makanan ringan di pinggir jalan.


Ferdan dan yang lain masih belum menemukan diyas,salah satu dari mereka melihat diyas tengah duduk dikursi bersama reza sambil memakan martabak manis kesukaan diyas.Ferdan meyuruh mereka pulang dan menghampiri mereka sendiri.

__ADS_1


Mereka menceritakan tentang kisah asmara mereka walaupun belum perna menjalani masalah cinta yang rumit itu.


"Gue suka sama seseorang yang selama ini masih ada disamping gue dan ngga pernah ninggalin gue,tapi setelah gue pikir pikir ternyata dia cuma anggep aku sahabat dari dulu"ucapan diyas sampai menundukan kepala.


"Aku juga suka seseorang,tapi dia udah suka sama orang lain dan aku ngga mungkin ngucapin kata2 itu sama dia karna mereka bener bener cocok dan udah slaing kenal sedangkan aku cuma pendatang baru"sambung reza,membuat diyas menegakkan kepala nya menatap reza."Waktu ngga jadi penentu buat kita untuk mencintai seseorang,za kamu salah,kalo kamu mau dapetin dia kamu harus perjuangin sebelum dia diambil orang lain"ucapan diyas membuat reza kaget dan langsung menatap mata diyas.


.....kamu tau orang nya siapa??dia itu kamu diyas"kalimat itu didengar oleh Ferdan karna ferdan baru datang dari belakang kusri itu.


Diyas amat kaget mendengar perkataan reza ia langsung memegang tangan reza yang terasa dingin itu."Za,gue ngga baik buat lo"ucapan diyas membuat reza semakin berusaha untuk mendapatkan nya.


"Diyas mau ngga co...."belum sempat reza meneruskan ucapannya ferdan datang dari belakang."Diyas dicari mama"mendengar hal itu diyas langsung berdiri dan mencari kunci motornya."Ohh ya za sorry ya gue harus pulang mama pasti khawatir"ucapnya sambil berdiri meninggalkan reza dan ferdan.


"Za,gue ngaggep lo sebagai temen masih banyak cewek yang baik buat lo,Diyas bukan punya lo"ucap ferdan sambil pergi meninggalkan reza dan menepuk pundak reza sebelum pergi.


"Dan kol lo bisa sampe sini??tanya diyas yang mulai menaiki motornya."Yas,kok lo kaya gini sih..."ucapan ferdan membuat diyas bingung dan tak maksud dengan apa yang ferdan ucapkan."Masut lo gimana??


"Gue tu sayank sama lo,yas kenapa lo lakuin ini ke gue!!ucapan ferdan dengan nada yang agak tinggi.


"masut lo gimana sihhh?tanya diyas semakin heran."Lo ditembak sama reza kan!!"gertak ferdan.Ngga terasa butiran butiran air mata mendarat ke pipi diyas secepat kilat."Dan....semua orang berhak mencintai siapa pun,begitu juga reza"ucap diyas terus meneteskan air matanya."Lo suka kan sama reza?iya kan yas kenapa lo mainin perasaan gue lo buat perasaan gue putus di tengah jalan!!ferdan semakin membentak diyas dengan tatapan serius di mata nya.


"Gue...gue ngga nyangka lo dengan gampangnya buat kesimpulan sendiri,gue benci sama lo"ucapan diyas membuat Ferdan geram dan tak sengaja melayangkan tamparan diwajah diyas.


"plakkk"tamparan itu membuat wajah diyas berpaling ke arah lain saat tamparan itu membekas dipipinya.


Ferdan yang beru sadar bahwa ia telah mempar orang yang paling dia sayang langsung menyeka air matanya.Namun dengan segera ditangkis oleh diyas."Gue benci sama lo,ngga usah nyoba buat nenangin gue"ucapan diyas sambil pergi dengan motorbya dengan kecepatan penuhh.

__ADS_1


__ADS_2