
Ucapan lala terhenti mengingat ada yang sudah menantinya,mungkin."Udah lah itu udah ngga berarty lagi buat aku,sekarang kita bobok yu kak"ucap lala sambil membalikkan badanya dari kak rena."Mungkin kamu bukan jodohku"
Kesokan hari,mereka sudah mulai bersiap siap untuk masuk sekolah,sedangkan diyas masih tetap stay di rumah sakit untuk sementara waktu.
"Kak,kapan diyas bisa berangkat sekolah lahi"tanya diyas yang tengah disuapi kak dev.
"Nanti kalau sudah membaik"
"Ya,kapan kan diyas udah sehat"sahutnya sambil mengangkat kedua tanganya ke atas.
"Ya,munhkin 2 hari lagi,makanya kamu istirahat yang cukup biar ngga masuk ke sini lagi,oky?
"Asiaappp"Mereka tertawa di pagi hari yang sedikit mendung ini,tak lama teman teman mereeka yang belum menengok diyas sejak diyas sadar pun menyempatkan waktu sekolah untuk datang ke rumah sakit terlebih dahulu.
"Yas,gimana udah mendingan"tanya salah satu dari mereka yang tengah meletakkan buah ditepi meja."Apaan si,gue baik baik ajalah emangnya gue kenapa sakit jiwa"sahut diyas cepet sambil menyikut temannya itu.
"Aissss sakit tau,kak dev adiknya ini sakit ngga sakit pukulanya ma sama aja"rengek temannya itu pada kak dev,membuat suasana mendung disana jadi canda tawa.Kurang lebih 15 menit mereka bersiap siap untuk berangakt sekolah.
"Ya,udah kita balik dulu yas,istirahat yang cukup biar keadaan nya cepet membaik dan bisa balesin dendam tu sama anak sma cahaya,bye"ucap salah satu temannya yang sudah berdiri di depan pintu bersama yang lain dan meninggalkan ruanngan itu.
....mendengar adiknya ingin membalas dendam kak dev pun angkat bicara.
"Kamu tawuran lagi sama anak sma lain?pertanyaan dev bingung untuk dicerna diyas bagaimana cara menjawabnya.
__ADS_1
"Jadi,*kemaren waktu kakak sama temen2 nge\-prank diyas kan tentang kejadian lala yang yang lainnya.Sebelum diyas sampe di apartemen diyas ketemu mereka dijalan,untung ada salah satunya senior diyas yang sama2 benci mereka,ya senior itu si pernah berantem sama diyas tapi entah knp dia nolongin diyas waktu itu"penjelasan diyas sudah masuk diingatan kak dev,untuk selalu siaga pada
adiknya ini,apalagi dia sering tawuran*.
Di sekolah#
Mereka duduk seperti biasa namun ali tetap memikirkan bagaimana keadaan lala,apakah lalaa akan berngkat sekolah atau tidak.
"Gimana tadi keadaan diyas,lo udah kesana kan??tanya ferdan kepada teman yang baru menjenguk diyas tadi pagi.
"Ahh si diyas ma,sakit ngga sakit perut gue pagi pagi udah kena sikut dia,Diyas keliatan membaik banget ketimbang kemaren waktu di pesta"
Sean hanya memandangi Ali sedari tadi,ia tak menoleh sedikitpun dari kursi yang diduduki Lala,karna kursi mereka bersebelahan.
......Kalo lo ngerasain apa yang lala rasain sekarang itu berarty lo suka sama lala"ucap sean sambil menepuk bahu ali.
"*Gue ngga tau perasaan apa yang gue miliki ke lala,tapi gue nyaman aja gitu"sahut ali.
"Jadi maksud lo,lala suka sama gue??pertanyaan ali tak dijawab sean ia hanya menaikan bahunya dan kembali menatap guru yang sudah didepan papan tulis.
Di rumah sakit#
Diyas hanya membaca komic kesukaannya atau menonton tv,dan sesekali chat dengan ferdan.Diyas teringat akan lala sahabatnya yang belum pulang entah dimana,ia langsung menghubunginya.
"Tringgg*...."bunyi handphone lala yang ditinggal dirumah,sedangkan lala pergi bersama kak ren untuk mencuci baju di sungai.
__ADS_1
Sebenarnya reza bingung akan ia angkat atau tidak namun mendapati nama yang tertera di atasnya adalah diyas reza pun mengangkatnya karna lala pernah bercerita tenatang diyas beberapa kali.
"Iya haloo??jawab reza,mendapati suara lelaki di handphone lala diyas langsung bertanya tanya."Kenapa handphone lala bisa di tangan lo?
"iya,lala sedang pergi mencuci dan tidak membawa handphone"jelas rangga tenang.
"Ohh lala sekarang di daerah mana?sebenarnya reza tak ingin memberi taukan kepada diyas dimana lokasi mereka sekarang karna dalam hati reza sudah terisi oleh lala yang tak ingin lala pulang secepat itu,namun mau bagaimana lagi disana rumahnya dan disini cuma numpang akhirnya mau pun reza memberikan lokasinya dengan shareloc.Mereka bercerita dan tanya jawab tentang lala yang ada disana.
Mereka akhirnya menutup telphone dan diyas langsung menghubungi ali dan sean dimana lokasi lala berada sekarang.Mendapat pesan dari diyas mereka berencana untuk menjemputnya saat pulang sekolah nanti,sementara jan masih menunjukan pukul 10.00 sedangkan mereka kembali pukul 14.00
....Maafin aku la,tapi mau bagaimana pun disana rumahmu"batin reza yang tengah meletakkan hendphonenya ke meja semula.
Tak lama diyas dan lala pulang dari sungai basah kuyup,mereka tampak bahagia dan bercerita dari kejauhan mata memandang.
"Kak,aku mau mandi dulu ya habis ini kita sarapan terus aku mau kekebun mau bikin masakan yang biasa aku masak dikota mungkin kalian mau coba??ujar lala hanya disahuti mereka berdua dengan senyuman manis.
Kak rena yang yang melihat raut wajah reza pagi ini sepertinya sedang sedih ia menghampiri reza yang tengah terpatung.
"Kamu kenapa??tanya kak lala sambil menyalakan televisi,dan kemudian reza duduk disamping kakak nya itu.
"Lala akan pulang sore ini"sahut reza denagn kata2 yang begitu lesu.Kak rena hanya kaget namun mencoba untuk menenagkan reza.
__ADS_1
"Biarin aja lah lagian lala itu bukan milik kita,makanya kamu harus buruan dapetin hati lala walaupun LDR-yang penting kalian tetep berhubungan satu sama lain sebagai pacar"ucapan kak rena membuat otak reza seketika jalan,namun ia teringat bahwa orang yang dicintai lala hanyalah Ali bukan dirinya.