Gadis Pemberani

Gadis Pemberani
Eps 25(Patah hati)


__ADS_3

Diyas pergi meninggalkan Ferdan sendiri disana.Ferdan menampar dirinya sendiri mencoba untuk merasakan apa yang diyas rasakan."Sial kenapa gue lakuin itu ke diyas".


Tak lama Diyas sampai didepan pintu rumahnya,ia memang sudah tak menangis namun bekas tamparan itu membuat pipinya bengkak."Ma,diyas capek mau istirahat dulu"ucap diyas yang langsung naik ke tangga dan masuk kekamar.Ia merebahkan badanya di ranjang dan memegangi pipi yang ditampar oleh Ferdan sambil menangis.


"tringgg"ponsel mama berbunyi dan mendapati Sean menelphone nya."Tante,diyas dirumah??tanya sean.Mama langsung heran kenapa dengan diyas dicari sana sini.


"Iya dia baru pulang beli charger,chargernya ketinggalan dirumah sakit katanya"


"Ohhh ya udah saya kesana,memang ketinggalan tan,saya antarkan saja sekarang"ujar sean yang sudah siap dengan mobilnya."Ngga usah sean sudah malam,besok saja"ucap mama.Sean akhirnya mengurungkan niatnya dan kembali meletakkan kunci mobil di meja.


"Ya sudah besok sekolah saya kasih ya tan"ucap sean yang sudah duduk di sofa.


"Iya,soalnya diyas keliatan capek padahal habis jalan jalan"mereka berbincang dan mengakhiri telphonenya.


Esok nya#


"tringgg"bunyi alarm di kamar diyas,diyas langsung bangun dan menyiapkan diri kemudian sarapan.Ia berjalan menuju kulkas dan memakan apel segar yang baru diambilnya.


Mama sedang mengolesi selai tak memperhatikan putrinya itu,bahwa ada pipi kiri yang bengkak.Papa yang melihat diyas makan apek di atas meja dapur langsung mengusap rambut putrinya itu.


"Ini pipi kenapa"pertanyaan papa membuat diyas bingung namun ia mencoba untuk tetap tenang."Tu salah ranjang pa marahin aja!!ucap diyas bertingkah kesal.

__ADS_1


"Memangnya kenapa"tanya mama dan papa kompak."Diyas kan ngantuk ya pa,terus langsung rebahan di ranjang paling pojok terus kena kesel dehhh"ucap diyas bertingkah seolah olah itu nyata."Ya salah sendiri"ucap papa meninggalkan diyas dan duduk disamping istrinya.


"Sini coba mama liat"mama langsung beranjak dari kursi dan menuju ke arah diyas.Mama mengolesi obat untuk luka bengkak.


Mereka makan bersama."Gue harus berangkat sekarang,kalo ngga pasti ferdan jemput gue"batin diyas sambil melihat jam ditanganya.


"Pa ma diyas berangkat dulu hari ini diyas piket dahhh..."diyas langsung meninggalkan mereka dengan mencium pipi ke duannya.


"Perasaan diyas ngga pernah betangkat pagi buat piket dehh"ucap mama heran


"biarin lahhh sekali kali"tambah papa.Tak lama ferdan mengklakson motornya dan yang keluar adalah mama."Lohh diyas nya mana ma??


"Baru aja diyas berangkat emang ngga ketemu?tanya mama sambil meyodorkan segelas susu untuk ferdan.


Ia berjalan sudah hampir 5 menit namun tak tetlihat dari ke jauhan.Ferdan tetap mencari diyas ke arah mereka biasa berangkat bersama.


Jalan Diyas#


Diyas berjalan sudah sekitar 8 menitan,ia berjalan bukan ke arah sekolah melainkan arah padatan kota.Noval teman sekelas diyas melihat diyas mengendarai motornya dengan kecepatan penuh,dan meyapa diyas namun tak didengarnya.


Noval langsung melanjutkan jalan kakinya dan disambung naik mobil pribadi.Sesampinya di sekolah Noval mencari diyas namun tak ketemu ia mencoba bertanya pada Sean dan Raya.Namun hasilnya nihil.

__ADS_1


Diyas berjalan menuju club,ia mengganti bajunya di kamar mandi sebelum masuk kesana,karna pasti anak sekolah tak di ijinkan maauk oleh penjaga.Diyas memakai kaos polos panjang dengan celana jens dibawah lutut dan memakai snekers hitam putih.


Diyas masuk dan duduk tepat di samping perempuan manis disana.Ia memesan beberapa botol birr dan steak untuk dimakan.


"Heyy namamu siapa??tanya perempuan itu


"Saya diyas lo??tanya balik


"saya rena,kamu mirip sekali dengan orang yang saya kenal dulu"ucapnya.


Mereka minum bersama dan menghabiskan waktu berdua.


Di sekolah#


Tak ada yang tahu kemana diyas pergi kecuali noval."Gue tadi pagi liat diyas ke arah padetan kota gue lagi di mini market,gue sapa ngga denger,kayaknya si diyas buru buru ada apa ya"


Mereka bingung apa yang dilakukan diyas disana.Mereka belajar sepetti biasa namun kali inj diyas di alfa karna tak ada surat yang datang atas namanya.


"tringgg"bell istirahat berbunyi mereka dikantin belakang sekolah bertanya tanya tentang keberadaan diyas sekarang.Namun Ferdan selalu mengubah topik pembicaraan nya.


Sean dan Ali bingung biasanya ferdan yang selalu membicarakan diyas namun tidak kali ini.Mereka berpikir ada masalah antara diyas dan ferdan."kalian berantem?tanya raya

__ADS_1


"Iya gue namper diyas semalem"mereka kaget dengan ungkapan ferdan,tak lama sean menarik kerah baju ferdan dan terjadi pertarungan sengit,namun ferdan tak melawan hanya sesekali mengelak.Tak lama sean melepaskan pukulan nya dan....


__ADS_2