
Mereka yang melihata lala heran,biasanya lala mamakai pakaian yang imut dan begitu elegan serta harga yang fantastis.Namun berbeda kali ini mereka menjumpai lala yang hanya memakai pakaian sekitar 100rb saja.
Mereka berdiri menatap lala dari atas sampai bawah."Kalian ngapain disini?!!tanya lala dengan sedikit kesal."Yang seharusnya tanya itu kita,lo ngapain disini la??tanya ali yang biasanya ceria malah sedikit ngotot dengan perkataannya itu.Ali memegang tangan lala,namun lala sedikit risih dengan apa yang dilakukan ali padanya:
"Ishhh apaan si,lepasin!!gertak lala sambil mencoba melepaskan tanganya dari ali.
"Kamu kenapa si la?!!tanya Ali yang masih memegang tangan lala,yang hampir lepas.
"Seharusnya aku yang nanya,kamu kenapa??tanya lala yang mulai kesal dengan ali.
Semua yang melihatnya bingung harus gimana,semua yang ada diruangan itu diam termasuk kak rena dan reza.
Lala mulai meneteskan air matanya dan melepas bandananya dengan kesal.
"Dengerin aku ya li,gue capek dengan kehidupan kota gue cuma mau istirahat dan lo dateng ke sini tanpa sebab dan tarik2 tangan gue sedangkan lo bukan siapa2 gue lagi,lepas!!ucap lala sambil melepas tangan nya dan kemudian pergi.
__ADS_1
"La gue tu sahabat lo kita sahabat lo!!dan apaun yang terjadi sama lo atau kita,kita akan tetep jadi sahabat!!
Lala tak menghiraukan omongan ali,ia hanya pergi sambil menggandeng kak rena ke kamar.
"La kamu kenapa??mereka itu peduli sama kamu"ucap kak ren menengkan lala.
Lala hanya menggeleng dipelukan kak rena,dan raya datang menghampiri mereka dikamar sambil mengambil alih posisi pelukan raya untuk lala.Mereka mencoba menengkan lala yang pikiranya kacau balau.Sedangkan Ali hanya terduduk dan menjambak rambutnya sekeras mungkin dan tak tau apa yang harus ia lakukan saat ini untuk menenangkan lala dan juga membawanya pulang.
"Sekarang kamu mau nya gimana??tanya raya yang mengelus rambut sahabatnya yang tengah galau itu.Lala hanya diam dan tak bergerak,"Kalau kamu mau disini mereka bukan keluarga teman kerabat atau yang lain,bagaimana pun disana itu rumahmu la?ucap raya menenagkan lala sambil sesekali menepuk pundak lala dan memeluknya erat."Kita pulang yukk,kapan2 kita main kesini kan kita pernah jadi teman oky,"ajakan raya akhirnya disetujui oleh lala,namun lala hanya menggaggukan kepalanya saja.
Raya hanya mengiyakan kemauan lala,mereka akhirnya keluar dari kamar dengan keadaan yang lebih baik.
"He. la!!!ucap ali yang langsung beranjak dari sofa itu.Saat lala sudah melewati mereka
"Lo ngga usah ngomong atau liat lala awas lo!!ocap raya sambil menunjukan jarinya kearah mata ali,dan mengatakan hal yang sama pada teman yang lainya.Lala naik motor milik rangga dan lala berboncengan dengan raya,jauh di belakang mereka teman2 nya tidak boleh mendekati lala,ataupun sekedar berbincang.
Lala hanya menangis di pundak raya sambil memeluknya erat dan tak menoleh kekanan atau kekiri.Dari kejauhan tampak ali dan yang lainya jauhhh sekali memandangi mereka.
__ADS_1
Di Ruang rawat Diyas#
Mereka bertiga memainkan kartu,walaupun di atas kasur,diyas duduk disamping kanan ada sean dan kiri ada ferdan.Mereka setia menjaga diyas kapanpun nanti malam pun mereka yang menjaganya karna kak dev pulang setelah diyas pulang nanti sekitar 2 hari lagi.
.....hari mulai sore mereka memutuskan untuk membeli makanan."Kamu mau makan apa??tanya sean yang sudah memakai jaket.
"Emmmm...mie ayam bang ujang"ujar diyas,namun sean hanya menggelengkan kepalanya "Emm ya udah sate"ujarnya lagi namun sama seperti tadi sean tetap menggelengkan kepala nya."Yahh terus apa donk,ohh aku tau rendang"usulnya lagi smabil menegakkan kepala diyas menatap sean.Namun sean tetap menggelengkan kepala nya lagi sedangakan tidak untuk ferdan.
"ayo lah sean diyas cuma mau salah satu dari makanan itu,masa ngga boleh terus ngga mau makan gitu"ucap ferdan kesal.
"Iya,lo jahat banget si sean,awas lo kalo gue udah sembuhh gue pukulin lo"ancam diyas
"terserah,gue tu dokternya,ada makanan apa yang boleh dan ada makanan yang ngga boleh dimakan buat orang yang masih butuh energi"ucap sean pelan yang membuat diyas memanyunkan bibirnya dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Sean dan ferdan hanya terkekeh melihat tingah diyas yang begitu manja kepada mereka,
"ya,udah yoougert aja rasa srowberry,pisang,coklat,vanila,sama jeruk ukuran extra jumbo"ucap diyas yang masih tak ingin membalikan kepalanya ke arah sean dan menekuk kedua tanganya.
Sean hanya tersenyum tipis karna sean tau diyas sedang mengerjainya akhirnya sean mengiyakan,namun bibir diyas malahan di manyunkannya lagi
__ADS_1