
"Ohh ya ma mereka sahabat sahabat diyas,kenalin"ucap diyas pada linda
"Saya raya,ini lala kami sahabat diyas dari kecil"
"Salam kenal gadis gadis cantik"
Setelah mereka berkenalan mereka duduk di sofa ruang keluarga sebentar.
"Ya sudah kalian istirahat saja di atas biar lebih rileks,diyas ikut mama sebentar ya,ngga ganggu kan"ucap linda menatap diyas
"Iya ma"
Mereka berjalan menuju ruangan kerja linda dan duduk disana.
"Ada apa ma?"
"Diyas jawab jujur ya sama mama"ucao linda benar benar menatap diyas lekat
Diyas hanya menganggukan kepalanya dan mengelus pipi mamanya itu.
"Diyas suka tinggal disini"tanya linda
Diyas mengangguk dengan senyuman senang diwajahnya.
"Kamu pengen tinggal sama mama,papa damar,sean dan lusi di rumah ini"tanya nya lagi
Sekali lagi diyas menngaggukan kepalanya dan menatap wajah mamanya lekat.
"Mama kenapa sihh kok ngomong nya itu mulu"ucap diyas sedikit kesal pada sang mama.
"Enggak mama takut,kamu tiba tiba ninggalin mama dan yang lain"jawab mama singkat
Diyas menggelengkan kepalanya dan senyuman tipis terurai diwajah diyas.
"Kak dev besok mau tinggal di Bandung,dan ngga mau mama anter ke Bandara"ucap mama
Diyas mengerutkan keningnya dan melepas kan tangannya yang sedari tadi mengelus pipi mama nya itu.
"Kak dev ngga mau kamu tau kalo dia mau pergi,tapi mama pengen banget kamu ngasih kesan buat dia yang udah ngrawat kamu dari kecil"ucap mama lembut
__ADS_1
Diyas langsung beranjak dari ruangan itu meninggalkan mamanya dan melajukan mobilnya ke rumah lama.
***
"Sean diyas mana,kok ngga kesini kesini"tanya noval yang tengah memegangi cemilan ditanganya.
"Mungkin ada sesuatu yang mau mama sampein ke diyas dan itu secara keluarg"sahut sean
"Jadi lo bukan keluarganya..."ucap ferdan dengan senyuman di wajahnya
"******* LO!!,udah jelas gue kakak nya diyas gimana sihh"hardik sean menatap ferdan
Mereka terkekeh geli melihat Sean yang begitu kesal dengan ucapan ferddan tadi.
"Udah udah jangan ribut mulu kenapa si,ohh ya Sean diyas ada nama panggilan khusus ngga buat lo"ucap raya
Sean hanya terdiam tak mengatakan sepatah katapun dari mulutnya,dan kemudian ada Mixelyang baru datang dari balik pintu.
"Ohh kenalin dia Mixel kakak tiri gye"ucap sean memecahkan suasana keheningan itu.
Raya dan lala terbelalak menatap Mixel yang benar benar tampan dan gagah nya berdiri didepan mereka.
Ali langsung mengusap mata lala dan raya dengan kedua tanganya.
"Iya nihh ngga jelas banget tau"sambung lala
Mereka terkekeh geli mendengar ucapan raya dan lala yang kesal dengan tingkah ali tadi.
Namun Mixel hanya terdiam dan pergi meninggalkan mereka ke sebuah ruang baca.
"Ishh dingin banget si,gue ngga suka sama cowok dingin kaya dia walaupun sedikit ganteng si"ucap raya tipis
"Tapi kalo di jodohin ma dia mau kan ya jangan ngelest dehh"sahut noval
Mereka bercanda tawa disana dan sesekali membicarakan tingkah usil mereka saat ULANGAN KENAIKAN KELAS Berlangsung.
***
Diyas mencoba menghubungi kak dev,namun nomer kak dev tidak aktif.
__ADS_1
Rasa cemas dan khawatir diyas mulai merajalela kesana kemari tak beraturan
Sampai diyas tiba di rumah lamanya diyas langsung turun dari motor dan maduk kedalam rumah.
Saat masuk rumah,rumah sudah benar benar sepi tanpa ada seorang pun disana....
Diyas langsung berlari menuju kamar kaka dev dan membuka lemari nya.
Namun diyas tak menemukan satupun pakaian di lemari kayu itu.
Diyas tertunduk lesu di lantai dan mulai menangis memandangi langit langit kamar kakak nya itu.
Maafin diyas kak,diyas ngga tau kakak se kecewa itu sama diyas.Diyas ngga jaga perasaan kak dev dan malahan ninggalin kakak sendirian.
Batin diyas sambil mengusap air matanya yang mulai berjatuhan
Saat diyas hendak bangun dari lantai ia menjumpai secarik kertas bertuliskan pesan di dalamnya.
Diyas maafin kakak ya ninggalin kamu gitu aja,kamu jaga diri baik baik jangan ngerepotin mama linda sama papa damar oky,Kakak baik baik aja kok.
Kakak sayank banget sama diyas,jangan pernah putus contak sama kak dev ya.Semoga diyas bahagia sama keluarga diyas di sana.
I love u so much my litle princess
Isi dari surata yang kak dev tinggalkan sebelum ia pergi ke Bandara menunggu jadwal penerbangannya nanti.
Diyas langsung berlari keluar rumah dan masih memegangi surat itu ditanganya.
Diyas langsung tancap gas menuju bandara secepat mungkin dan sesekali mengusap air matanya.
Maafin diyas kak,diyas ngga mau kehilangan kakak terbaik sedunia kaya kak dev.Batin diyas yang masih fokus pada jalanan didepannya.
****
BERSAMBUNG....
Oky selamat malam semua para pembaca setia "Gadis Pemberani"
Aku lagi gila gila an up ni di Episode kali ini mungkin hari ini bakalan UP 2× lagi🤗🤗
__ADS_1
Tapi tangan AUTHOR lagi sakit cuma udah mendingan😔😔
Jangan pelit pelit ya buat Like Comen sama Vote yang banyak thank's ya semuanya heppy reading😊😋😁