Gadis Pemberani

Gadis Pemberani
Eps 51(Merasa Lega)


__ADS_3

Tak butuh waktu lama diyas sudah sampai di bandara dan langsung mencari lobi untuk penerbangan ke Bandung.


***


"Kalian lagi pada ngapain?"tanya linda menghampiri teman teman diyas


"Ngga tau tan,gini gini aja"sahut ali


"Jangan panggil tan donk,mama aja oky"ujar linda


Mereka pun berbincang bincang mengenai diyas malam siang itu.


Hari mulai menjelang sore namun diyas tak kunjung pulang,karna rasa khawatir mereka,mereka memutuskan untuk mencari diyas di bandara.


***


Sementara diyas masih mencari cari keberadaan kak dev sampai sore.


Karna rasa putus asa diyas mencoba bertanya pada penjaga keamanan di bandara


"Permisi pak,penerbangan ke Bandung kapan berangkat ya?"tanya diyas


"Ohh sudah dari pagi"


"Sudah dari pagi!ohh ya sudah pak terima kasih"ucap diyas pergi meninggalkan penjaga itu.


Diyas duduk di ruang tunggu penerbangan dan menangis kebingungan.


"Kenapa si yas,lo **** banget"keluh diyas pada diirnya sendiri sambil mengusap air matanya.


Tiba tiba ada seseorang yang memeluknya dati belakang kursi.


Diyas langsung berhenti menangis ketika orang itu menyandarkan dagu nya ke bahu diyas.


"Kamu tetep adik yang terbaik"ucap kak dev dari belakang.


 


"Diyas langsung menatap kakaknya yang sudah berada dibelakang kursi itu dan memeluknya erat.


 


"Kakak maafin diyas"tangis diyas pecah setelah mengucapkan permintaan maafnya.


Kak dev tersenyum simpul dan memeluk adik kesayangannya ini.


Setelah beberapa saat mereka duduk bersama dan mengobrol


"Kakak kenapa ngga kasih tau diyas mau ke Bandung,diyas kan ngga tau rumah nya papa"ucap diyas


Kak dev hanya tersenyum dan mengusap rambut diyas dengan lembut.


"Maafin kakak ya"


"Kakak jadi kesana?"tanya diyas dengan mata yang sudah sembab


Dev tertegun mendengar pertanyaan diyas yang tampak tak menginginkan dirinya pergi menjauh dari diyas.


Kak dev menggeleng pelan dari memeluk diyas kembali.


"Tapi kakak minta maaf,kakak emang nggak ke Bandung tapi ke Belanda "ucap kak. dev


 

__ADS_1


"Lohh mau apa kesana?"tanya diyas menatap kak dev


 


"Kakak akan melanjutkan kuliah disana,jadi diyas ngga usah khawatir sama kak dev"


"Sebenernya kakak ngga ke Bendung cuma biar kamu ngga ngerasa kak dev jauh dari kamu"tambah kak dev


Jam sudah menunjukan pukul 18.45 penerbangan kak dev ke Belanda sudah tepat waktu mereka berjalan lagi ke Bandara setelah menghabiskan waktu nya untuk makan dan mengobrol.


Kak dev muali masuk ke dalam antrian masuk ke pesawat.


Diyas mulai menangisi kepergian kakaknya itu dan setelah pesawat benar benar berangkat diyas pulang ke rumah dengan hati yang audah tenang.


 


"Ya ampun,gue lupa lagi ngabarin rumah kalo gue dari siang sama kak dev"batin diyas di perjalanan pulang.


 


Diyas merogoh saku nya dan mendapati ponselnya sudah mati dari sore tadi.


dan tak lama diyas sudah sampai di dalam rumah dan menjelaskan nya kepada sahabat dan keluarga nya alasan diyas belum pulang dari siang.


 


2 minggu ulangn kurang 3 hari lagi diyas sudah mempecing persiapannya ke Singapura beberapa hari lagi.


 


Ke esokan harinya diyas berangkat sekolah bersama sean dengan menaiki motor masing masing.


Setelah sampai diruangan masing masing mereka mulai mengerjakan soal hari ini.


Tringggg


Bell sudah berbunyi menandakan ulangan hari ini sudah di mulai.


 


Setelah berlangsung 2 jam ulangan akhirnya selesai.


 


"Diyas yukk ke kantin bareng"ajak zillan


"Maaf kak hari ini aku ada mau ketemu sama temen temen"sahut diyas


"Maaf ya kak"sambung nya lagi dan pergi meninggalkan kak zillan.


 


Diluar kelas sudah ada Tsania yang sedang duduk melamun sendirian menatap anak laki laki yang tengah bermain basket.


 


Diyas menghampiri tsania dan duduk di sebelahnya.


"Kak tsania"ucap diyas yang seketika membuyarkan lamunan tsania


"Ohh lo ada apa"jawab kak tsania cuek


Diyas menghela nafas dan menatap tsania yang sama sekali tak memperdulikan kehadirannya.

__ADS_1


"2 hari lagi,aku bakalan pindah sekolah"ucapan diyas tak digubris oleh tsania


"Gue bakalan sekolah di Singapura sampe lulus,dan buat jalani kemoterapi disana"sambung diyas


 


.......gue minta maaf kak gue banyak salah sama kakak,tapi gue cuma pengen kalo gue pulang nanti dan udah sembuh, gue pengen balik kaya dulu mungkin sekarang ydah telat"


 


Tsania langsung menatap diyas dan hendak mengucapkan bebrapa kata namun langsung dihentikan oleh diyas yang seketika memeluknya.


"Makasih kak buat semuanya"setelah mengucapkan kata kata nya diyas alngsung pergi meninggalkan tsania.


Iya gue harus coba jelasin ke mereka,supaya mereka ngga kecewa sama gue,gue apsti bisa.Batin diyas yang berjalan ke kantin untuk menghampiri teman temannya.


***


"Ehh tinggal 2hari lagi diyas pergi ninggalin kita semua"ucap Ferdan yg sudah tampak lesu


" Iya ya,tapi kenapa diyas ngga bilang ke kita "


sahut noval


Tak lama munculah diyas dari belakang mereka dan duduk didepan Ferdan.


"Gimana ulangannya hari ini"tanya diyas yang baru saja duduk


"Baik kok"jawab rangga singkat


"Gue mau ngomong sama kalian"sahut diyas yang menundukan kepalanya.


"Gue pasti bisa ayo tarik nafas"batin diyas


"Gue kena kanker darah,dan mau jalani kemoterapi di Singapura"jelas diyas


Semua teman temannya malah tersenyum mendengar ucapan diyad tadi.


Diyas heran dan menggerutkan keningnya menatap teman temannya satu persatu.


"Kita udah tau kok"jawab Ferdan singkat


Diyas terkejut dan tersenyum simpul mengetahui hal itu.


"Jangan lupain kita ya,kita bakalan nungguin lo kok yas"sahut raya


Mereka berpelukan bak teletabis yang sangat bahagia.


"Makasih tuhan udah kasih temen temen terbaik buat aku"batin diyas memeluk mereka.


Okyy guys selamat pagi semua pembaca setia gadis pemberani😗😚


Jangan lupa baca novel terbaruku ya:


 


"***Suamiku Mencintai Kakakku***"Baru up kemarin selamat membaca 🤗🤗gambar yang di bawah ya makasih


 


Selamat membaca"Mama muda "juga ya karya Diyah Ayu Ning Tyas hepyy reading


__ADS_1


__ADS_2