Gadis Pemberani

Gadis Pemberani
eps 62(Merasa kesepian)


__ADS_3

Setelah kepulangan dari rumah rainan, diyas hanya termenung di dalam kamar sepanjang hari tanpa melakukan apapun. Sean dan mixel pun merasa aneh dengan perubahan sifat diyas yang begitu tiba tiba, mereka berdua mencoba untuk menanyakan keadaan diyas beberapa jam yang lalu, namun diyas hanya menjawabnya dengan " Baik baik saja" dari balik pintu, tak mau makan ataupun melakukan aktifitas yang lain. Rasanya ada sesuatu aneh,,, malam ini sean dan mixel akan kembali membujuknya untuk keluar dan mengembalikan keceriaan nya kembali.


Malam hari pun tiba, karna merasa lapar diyas keluar dari kamarnya dan berjalan ke dapur, Ia melihat kedua kakaknya yang tampak rapih dengan pakaian kacualnya. Diyas yang merasa aneh langsung menghampiri mereka berdua sambil meminum minuman jely ya g baru saja ia ambil dari kulkas.


"Kalian mau kemana? "tanya diyas sambil mencoba membuka kaleng botol tsb, dengan sigap mixel meraih kaleng tersebut dan membukanya kemudian memberikannya pada diyas. Dengan senang hati ia menerimanya dan menenggak minuman kaleng tsb.


"Kencan " jawab mereka berdua

__ADS_1


Seketika diyas menyemburkan minuman yang baru saja ia tenggak. Dan semburan tersebut meluncur ke arah mixel dan sean bersamaan, akhirnya mereka berdua basah kuyup dengan jely dimana mana. Betapa sabarnya mereka berdua dengan tingkah diyas yang justru malahan nyengir gak jelas dengan menatap mereka berdua bergantian.


"Sudahlah, kita sebaiknya berganti baju dan pergi" ucap mixel memecahkan keheningan...


"Hey kalian belum menjawab pertanyaannya" ucap diyas sedikit kesal


"Apa itu perlu? "tanya sean yang kemudian memakai setelan jas baru berwarna biru dongker dengan paduan celana jens abu abu dan rambut yang sudah tertata rapi, tak lupa aroma minyak wangi yang sangat maskulin tertebar di seluruh bajunya.

__ADS_1


"Ya udah kalo ngga mau jawab"ucap diyas kemudian pergi beranjak dari tempatnya dan melangkah pergi ke arah tempat bermain. Sean dan mixel pun ikut melangkah ke jalan diyas, yakni ruang bermain yang dibuatkan oleh kak maya dengan banyak permainan yang biasa dijumpai di maal dan tempat bermain umum. Mereka memandang diyas yang tengah bermain game yang biasa ia mainkan, menatap diyas sejenak dan kemudian pergi meninggalkan diyas di rumah semdirian. Setelah mengetahui kedua kakaknya pergi diyas menatap keheningan yang baru kali ini ia rasakan, ia pikir mereka berbohong dan tengah mengerjai dirinya, nyatanya dugaanya salah. Mereka berdua benar benar meninggalkanya sendiran dirumah besar itu.


Diyas menghentikan aktivitas bermainya dan menatap sekelilingnya dengan hati yang bemar benar sakit, ingin sekali rasanya ia menangis di sana. Tapi, ia tau bahwa ia adalah seorang gadis yang kuat dan tak pernah menangis hanya karna masalah sepele, Apalagi hanya ditinggalkan oleh kedua kakak resenya itu, seharusnya ia merasa senang tak ada mereka yang akan mengacaukannya saat bermain game, dan ia bisa puas memainkanya bukan? tapi mengapa rasanya sangat sakit? apa ia sedih karna rainan? tidak, rainan? dia tidak mengenal seseorang yang bernama rainan!! Ya, dia tidak mengenal seseorang itu, kenapa dia harus bersedih? sedangkan rainan, ia malahan tak mengakui dirinya pada diyas? apq yang dipikirnya sehingga ia merasa sedih?


Diyas mendekapkan kedua kakinya, membuat wajahnya tertutup sempurna, tapi... ia menangis? ya, diyas menangis sendirian di dalam rumah besar itu, dengan layar game yang masih meyala dan berjalan sendiri tidak jelas. mengapa ia menangis? sesakit hatikah ia pada sosok yang bernama rainan? ....


Entahlah, diyas masih menangis di dalam sana, sesenggukan sendirian sesekali berteriak tak jelas dan melontarkan kata kata kasar... Bagaimana dengan wajah dan sifat diyas yang sangat pemberani, tidak mudah menangis itu? kemana sosok itu pergi??...

__ADS_1


Semenatra itu, ada dua pasang mata yang memeperhatikan gerak geriknya sedari tadi..


"Dia menangis? "..


__ADS_2