Gadis Pemberani

Gadis Pemberani
eps 5(perjalanan pulang yang menyenangkan)


__ADS_3

 


Dari kejadian itu ngga ada yang nyeritain lagi gimana keadaan sali atau tsania.


 


Setelah mereka saling bercerita satu sama lain dikelas yang tak ada pelajaran dan gurunya itu.


"tring tringgg.."bel panjang berbunyi menandakan sudah waktunya pulang.


Semua siswa dan siswi mulai berdoa sesui ketakinan mereka.Dan beranjak dari kusrinya.


Sedangkan tidak untuk lala.Melihat sahabatnya terpuruk sambil menyandarkan kepala diatas mejanya raya dan diyas menghampiri lala.


"La kamu kenapa?tanya raya,namun tak ada jawaban dari lala yang masih melamun dan tiba tiba meneteskan air mata satu persatu,melihat lala menangis diyas dan raya memeluknya tepat disamping sisi kanan dan kiri lala."la lo ngga usah kaya gini"seru raya menengkan lala


"kenapa kak sali berfikir kita ini caper sama anak cowok karna kita msuk di otomotif si"jawab lala sambil menangis "jadi lo mikirin ini dari tadi"seru diyas "gue ngga abis pikir kenpa lo bilang kaya gitu,lo ngambil impian lo dan itu jalan hidup lo bukan orang lain dan yang nentuin itu lo bukan mereka"ujar diyas sambil mengangkat tubuh dari pelukan lala.


"Iya,gue juga bingung kenapa lo berpikir kaya gini itu tandanya lo juga ngga suka sama kita gitu la"kata raya yang tiba2 merasa dirinya telah dianggap remeh oleh sali dan lala.


"Kalo lo masih berfikir gitu lo dirasuki hantu la"ucap raya sembari mengambil tas dan meninggalkan mereka dikelas yang sudah sepi.


"Itu jalan lo dan ngga ada orang lain yang bisa nentuin jalan hidup orang lain dan masing masing orang punya jalan hidupnya sendiri2 la,begitu juga gue yang cuma pingin hidup sama kalian yang selalu ada dan orang2 yang gue sayank bukan kek gini cara lo nyikapi komentar mereka"kata diyas sambil menggendong tas denagn satu tangan."Semoga lo ngga ngecewain kita la"kata diyas sembari meninggalkan lala.


Mereka pulang kerumah masing2 dan seperti biasa diyas diantar oleh ferdan.


"Diyah ayuningtyas ngapain aja sihh lama banget dikelas??tanya ferdan sambil menyodorkan helm nya ke diyas."Itu si lala dia keinget sama omongan sali tentang gue bertiga yang caper masuk ke otomotif"ucap diyas yang masih ngga mau naik kemotor ferdan.

__ADS_1


"Kenapa lagi kenapa ngga naik naik mau aku gendong biar naik"goda ferdan sambil tetsenyum"dihhh ogah banget,lo mau gue patahin tangan lo biar jadi 2"kata diyas sambil memukuli tangan ferdan"awwww awwa,sakit tau"kata ferdan merengek


"ya makanya hari ini gue yang boncengin ke rumah lo kali aja gue dapet ongkos"ledek diyas


"Apaan si gue ngga papa keles emangnya gue anak kemaren apa madih butuh bantuan orang lain"kata ferdan yang mulai menyalakan motornya itu."Minggir nggak"diyas mulai kesal


"Iya iya bentar,aww aww"ferdan meringis kesakitan. "mana yang sakit sory sory"seketika diyas melihat bagian tangan ferdan yang tengah sakit itu,juga ferdan yang menatap diyas yang tengah khawatirr itu.


"Tapi booong"ledek ferdan membuat diyas jengkel "Sueekkk lo "gertak diyas sambil menyuruhnya minggir pindah kebelakang.


"Ya udah deh buat hari ini"kata ferdan pasrah


"nah gitu donk patuh satu hari kenapa"ucap diyas sambil menaiki motornya didepan ferdan.


"Brummm"diyas mulai menyalakan motor panglima tempur itu.Diyas berjalan ngebut yang membuat ferdan kaget dan hampir jatuh.


"Ya udah pegangan!!suruh diyas,akhirnya ferdan memgang jaket yang dikenakan oleh diyas itu."Brummm"diyas sengaja melajukan motornya dengan kekuatan penuh,melihat tingkah ferdan yang malu ketika ia memegang jaketnya akhirnya diyas mengusilin salah satu sahabatnya itu."Ihhh...apaan si"diyas melepaskan tangan ferdan dari jaketnya.


"katanya suruh pegangan gi....."belum ferdan mengucapkan kata itu diyas langsung menarik tangan sahabatnya itu melingkari perutnya yang membuat ferdan terdiam dan pipinya seketika memerah melihat aksi diyas.


Ferdan melihat diyas yang tersenyum langsung melepaskan tangan dati perut diyas.


"suekkk lo"kata ferdan yang merasa dipermainkan oleh diyas. "kenpaa abisnya lo lugu banget si...."diyas tergugu melihat tingkah sahabatnya itu."emangnya ngga mau??tanya diyas yang membuat ferdan kaget dan segera melingkarkan tangannya ke perut diyas dan menyandarkan kepala nya dipunggung diyas.


Diyas yang merasakan kehangatan itu merasa sangat bahagia telah bertemu seseorang seperti ferdan yang selalu ada untuknya.


Tak lama perjalanan mereka sampai dirumah ferdan."Bu...."seruan diyas kpd ibunya ferdan mereka sudah mengenal cukup lama waktu smp kls 8 dan mereka sering menghabiskan waktu bersama di rumah ferdan maupun diyas.

__ADS_1


"iya kaya kenal ya suara nya"ucap ibu ferdan sambil mendatangi mereka.


"Alamakk diyas lama ngga jumpa"ucap ibunya ferdan sambil menyalaminya.


"kenapa pulak ini anak"tanya ibu ferdan heran


"ini bu dia sok jadi jagoan dan lawan 15 anak dari sekolah lain dan bawa golok bu"diyas mengadu pada sang ibu.


mereka sudah sangat akrab ibunya ferdan orang makasar sedangkan ayahnya orang jakarta."ya sudah bagaimana lukamu sudah membaik dan"tanya sang ibu sambil memperhatikan luka anaknya itu.


"Sudah membaik bu,yang ngga membaik itu perutku inj sudah pada demo ini"ucap keluh jesah ferdan pada sang ibu."Ya sudah kalau begitu lets goo kita ke ruang makan"ajak sang ibu sambil menggandeng mereka berdua.


"Aahhgg diyas ndak bisa hari ini bu,diyas ada acara dirumah papa hari ini mau pergi ke luar kota"ucap diyas lembut


"alamak sayank sekali ya kan ferdan"ucap sang ibu sambil menatap ferdan yang mengangguk dengan ucapan sang ibu.


"ya sudah ferdan kamu antarkan diyas"perintah ibunya.


"Ohh..ndak usah bu diyas nanti jalan kaki aja lagian rumahnya ngga terlalu jauh,juga tu luka jangan diperban doank dirawat"ledek diyas sambil menyikut perut kawanya itu.


"lo ngga papa jalan kaki??tanya ferdan cemas


"enggal lah kenapa emangnya ya udah bu diyas pamit dulu ya"ucapan salam dari diyas sambil mepambaikkan tanganya ketika sudah mulai menjauh ferdan berkata"calon menantu"bisik ferdan sambil meninggalkan ibunya yang kaget mendengar perkataan anaknya itu.


"benar kau dan ferdan benar ka"tanya ibunya berlari ke arah ferdan sambil kegirangan.


"ya ibu do'ain aja yang terbaik"kata ferdan sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


__ADS_2