
Jam audah menunjukan pukul 06.30 diyas yang merasa ada pantulan cahaya pangsung memerjapkan matanya dan keluar dari lemari.
Tak lama diyas sudah bersiap siap untuk sekolah walau tak sarapan dan masih tampak lusuh wajahnya.
Dret dret dret
Hendphone diyas bergetar dan mendapat telephone dari raya.
"Halo yas,lo dimana?"tanya raya dalam telephonenya
Diyas hanya terdiam dan langsung mematikan ponselnya dan mepemparnya ke ranjang.
Beberapa kali raya mencoba menelphone diyas namun tak diangkatnya.
Diyas langsung bergegas berangkat sekolah dengan menaiki bus, seperti biasa diyas haeus berjalan kaki untuk ke halte itu.
Tak lama menunggu sebuah bus datang dan agak ramai penumpangnya hari ini.
Karna lelah diyas menyandarkan kepalanya ke kaca dan tertidur.
****
Raya menaiki mobil dan melajukannya ke rumah diyas untuk memastikan keadaannya.
Tok tok tok..
Suara seseorang mengetuk pintu,lulu langaung betanjak dari sofa dan membukakan pintu.
"Pagi mba,diyas nya ada saya temenya"ucap raya saat bertemu lulu
__ADS_1
"Ohhh temennya diyas"sahut lulu
Brummm
Mobil sport telah berhenti didepan rumah itu dan satu persatu penumpangnya turun.
"Raya,lo ngapain di sini?"ucap sean yang langsung diangguki oleh ferdan dan ali
"Gue mau cari diyas,semalem dia nginep di rumah gue"sahut raya menatap sean
"Ohh ya mba lulu,diyas nya ada?"tanya sean yang mulai melangkahkan kaki nya
"Enggak,diyas enggak ada dirumah,semapam juga ndak pulang"ujar lulu heran
Mereka tak mau membuat lulu khawatir dan pamit pergi ke Sekolah.
***
Diyas berjalan dan tampak sahabat sahabatnya menunggu di gerbang itu.
Diyas langsung memalingkan pandangannya ke arah alin dan bergegas pergi dari sana lalu menuju pintu belakang.
Setelah melewati pintu bepakang diyas sudah dihadang oleh Ferdan dan Noval yang sudah berdiri teapt didepan nya.
"Lo kenapa lewat sini yas?"tanya noval yang melihat diyas memanjat tembok agar bisa masuk.
"Emmm anu anu gue,gue ngga bawa topi,iya gue ngga bawa topi jadi takut kena oprasi heheh"
Mereka tak percaya dengan omongan diyas dan langsung mendekat ke arahnya.
__ADS_1
Diyas berjalan mundur melihat mereka makin dekat dan akhirnya terpojok ditembok.
"Ka kalian kenapa si?"ucap diyas terbata bata
"Lo semalem ngga pulang kan?"sahut Ferdan yang masih menatap diyas yang semakin takut saja.
Kok Ferdan bisa tau gue ngga pulang,tapi darimana dia tau.Guman diyas
Aduhh gimana nihh masak gue mau nrobos gitu aja pasti mereka curiga.Batin diyas yang sedang memikirkan caranya kabur dari mereka
Tringggg
Bell panjang berbunyi waktu untuk sisa dan siswi masuk ke ruangan mereka masing masing.
Diyas langsung membelah tubuh Ferdan dan Ali yang berdempetan untuk memojokanya dan kemudin lari terbirit birit masuk ke ruangannya.
****
Sean Raya dan Ali sudah menunggu digerbang cukup lama dan tak mendapati batng hidung diyas.Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke ruangan masing masing karna bell sudah berbunyi.
Dret drett...
Ponsel sena berbunyi dan mengangkat telephone dari Ferdan.
"Halo sean,bener diyas emang lagi ada masalah"ucap ferdan dalam telephone
"Ohhh ya,kita pantau aja terus sampe diyas mau ngaku"sahut sean yang kemudian mengakhiri telphone dari Ferdan dan masuk ke kelas
Udah guu duga,pasti lo lagi ada masalah dan gue bakalan cari tau apa yang udah buat adik gue jadi kaya gini.Batin sean
__ADS_1