Gadis Pemberani

Gadis Pemberani
eps 64( Merasa Kesepian 2)


__ADS_3

Setelah lama menangis, diyas memutuskan untuk isyirahat di kamar karna ia merasa tubuhnya sangat lemas tak bertenaga, di tiap langkahnya diyas sesekali mengusap air matanya yang masih mengalir di pelupuk nata indahnya, baru kali ini ia benar benar kesepian, tak ada seseorang yang berada di sisinya.Ahh... kenapa tidak terfikirkan olehnua sedari tadi? ia, aku akan menelphone ferdan di sana!


Diyas berlari ria menuju kamarnya untuk mengambil ponsel, dengan cekatan ia mengaktifkan telepon yang sedari tadi ia matikan, ahgg... kenapa banyak sekali miss call dari agnes? ahgg aku ingat ia ada janji dengan agnes di rumahnya, sebaiknya ia siap siap.Tanpa pikir panjang, diyas segera membasuh mukanya dan memakai jaket hodie tebal berwarna peach dan sepatu sneakers berwarna abu abu, sebelumnya ia mengirimkan sebuah pesan chat singkat untul agnes, tanda maaf dan segera meluncur menuju rumahnya. Diyas berlari kecil menuju pintu, dan menghela nafas sebelum pergi berlalu meninggalkan rumahnya.Diyas mengeluarkan sepedanya dan memakai earphones di kedua telinganya,


Tak butuh waktu lama, ia telah sampai di sebuah halte buss, dan memarkirkan sepeda nya, tak lupa pula mengunci sepeda itu dan menitipkanya di sebuah penitipan barang. Sekitar 5menit diyas menunggu, akhirnya bus yang akan melaju ke arah rumah agnes pun tiba, dengan sigap ia naik dan duduk di bangku kosong yang terletak di samping jendela.


30 menit kemudian, ia sampai di sebuah rumah besar di pinggir jalan berdiri dengan megahnya. Rumah tersebut adalah rumah agnes, berwarna abu abu setengah oren dan pagar besi yang melilit di penjuru rumah. Diyas melangkahkan kakinya dan menekan bell rumah tersebut. Tak butuh waktu lama, diyas sudah dipersilakan masuk oleh Security di rumah tersebut. Saat melangkah masuk, ia melihat sesuatu yang tampak sangat familiar di matanya. Ya, dia agnes dan teman temanya yang tengah berdiri dan tertawa sambil memanggang seonggok daging nerah di atas tungku.

__ADS_1


Diyas menghampiri mereka sambil tersenyum menatap ke tiganya, mereka yang melihat kehadiran diyas langsung melambaikan tanganya sambil tersenyum.


"Maaf ya tadi ketiduran"ucap diyas menatap agnes


"Ohh ngga papa kok, maaf ya udah ganggu tidur kamu, kami juga baru mulai kok" jawab agnes


Diyas mengayuh sepedanya dengan pelan, ia masih berpikir apakah mereka berdua sudah pulang ataukan belum? ahgg untuk apa ia peduli, jila pulang biarkan saja tidak pulang pun tak apa, mengapa diambil pusing! Sampai di depan rumah, diyas masuk dengan perasaan hampa, menatap sekelilingnya yang tampak sepi kosong seperti rumah tak berpenghuni. Ahggg,, mengapa ia terus memikirkan dua orang menyebalkan itu??!! diyas berteriak kesal dan duduk diruang makan, ia mengambil beberapa buah anggur dan memakannya satu persatu,,

__ADS_1


Setelah ia menghabiskan cukup banyak buah, diyas bingung akan melakukan apa, ahgg ia sangat galau sampai bingung saat ini? kapan ia akan menemukan jawaban dari semua kegelisahan yang melandanya saat ini??


"Hiks.... kalian kemana saja, kenapa meninggalkanku sendirian di rumah begitu saja" ucapnya pada dirinya sendiri, berharap sean dan mixel yang akan mendengarnya!!


Entah mengapa dua pasang mata tersebut merasa sangat sedih menatap diyas yang tampak sangat kesepian dan hampa tanpa mixel dan sean...


Bersambung??

__ADS_1


__ADS_2