Gadis Pemberani

Gadis Pemberani
eps 60(Beberapa bulan sebelumnya)


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian#


Di pagi hari ini,tampak diyas yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya. Cukup lama diyas berdiri di depan cermin, dengan bingung sean dan mixel memperhatikan sikap adik bungsu mereka itu, yang memang jarang bahkan tak pernah berdiri di depan cermin sedari pagi hanya untuk menata rambut kuncir kudanya itu.


 


"Kamu lagi ngapin sihh?"tanya mixel geram manatap diyas yang bahkan tak ikut sarapan bersama ke dua kakak nya.


 


"Hihhihi....eng....enggak tau deh"jawab diyas sambil meringis


"Heh kamu itu ya, bukanya belajar biar ngga kena hukum melulu sama guru dan bp ehh malah dari pagi berdiri aja di depan situ"gerutu mixel


Kembali diyas menjawab dengusan mixel dengan senyuman mringisnya. Karna memang di hari pertama masuk sekolah saja sudah kena hukum, apalagi beberapa bulan lalu.


Diyas kembali tersenyum mendengar rutukan kakak sulungnya itu,yang tampak kesal pergi meninggalkan diyas yang masih meringis. Pasalnya diyas selalu mengingat seseorang yang membuatnya kesal, senang,sendu, tertawa dan juga naik darah. Yang tak lain dan tak bukan adalah Rainan.


Flash Back On#


Beberapa bulan lalu, kegiatan diyas setiap pagi sebelum berangkat adalah sarapan bersama dengan kedua kakaknya itu. Setelah sampai di sekolah ia sering sekali tidur di kelas ,karna setiap malam selalu bermain game dengan sean dan mixel.


 


Setiap minggu, sean mixel dan kak maya dengan setia menemani diyas untuk cheek up, kenapa seminggu? karna setelah melakukan olahraga pagi , makan makanan bergizi dan jarang berkelahi atau melakukan pekerjaan berat kesehatan diyas sudah semakin membaik. Namun harus tetap dijalani kemoterapi dan pengecheekan di rumah sakit.


 


Setelah sampai di sekolah , diyas akan mengikuti pelajaran layaknya siswa siswi di sana. Rainan dan diyas setiap hari selalu bertengkar hanya karna masalah sepele, namun teman2 kelas mereka bisa memakluminya , ya ingat saja saat hari pertama upacara pembukaan, mereka sudah kena hukuman bersama. Makanya sejak saat itu,mereka sering bertengkar atau adu mulut satu sama lain.


 


Tapi...seiring berjalanya waktu, tanpa sengaja ocehan diyas, yang terdengar sedih dengan kisahnya membuat rainan selalu menghiburnya dengan candaan yang bermutu.Sampai sampai banyak siswa siswi yang mengatakan bahwa mereka cocok. Dan tak seidkit pula yang bertanya *apakah mereka berpacaran atau gimana*.


 


Flash back off#


Diyas dan ke dua kakaknya kembali berangkat ke sekolah seperti biasanya menggunakan sepeda yang di pesankan oleh kak maya untuk mereka.


Sampai dikelas mereka pun berpisah di depan kelas, namun seperti biasa diyas terlebih dulu mencium tangan sean dan mixel, berkat nasehat sang mama dan kak maya,diyas dengan perlahan bersikap sopan namun tetap usil kepada sena ataupun mixel.


"Yass..."panggil agnes, dan tampak gail dan juga calla sudah berdiri di belakang agnes berjalan kecil menghampiri diyas yang baru saja meletakan tasnya di kursi.

__ADS_1


"Sore ada waktu ngga?"tanya agnes


"Emm...kayaknya si enggak, kenapa gitu?"tanya balik diyas menatap calla dan gail bergantian yang tampak menggedikan bahunya bersamaan, tanda bahwa mereka berdua sama sama tak tau jawaban dari pertanyaan agnes.


"Gue mau ajak lo ke rumah gue,itung itung buat bales budi buat yang waktu itu"jawab agnes


"Ahgg nggak usahlah, gue ikhlas kok nolongin lo"sahut diyas dengan senyuman


"Jangan gitu lah, artinya lo ngga ngehargain pertemanan kita selama ini" ucap agnes dengan wajah sedihnya.


Karna memang, sejak agnes sering sekali di usili oleh adik dari mixel ini,mereka sering bertemu bahkan setiap bertemu mereka selalu bertengjar bak kucing bertemu dengan tikus.


"Ahgg enggak bukan gitu maksud gue"ucap diyas gugup menatap agnes


"Juga,lo udah bantuin gue supaya kak mixel mau ngomong sama gue"tambah agnes


"Ya udah dehh, maunya jam berapa entar gue dateng"jawab diyas agak malas


"Yey gitu donk, jam 7 malem aja gimana?"ujar agnes yang langsung diangguki diyas


Tringgg...


Bel berbunyi tandanya pelajaran pertama akan segera dimulai, namun belum tampak rainan masuk ke kelas dan duduk di belakang kursi miliknya.Karna tempat duduk rainan ada di belakang diyas, yang otomatis akan membuat mereka melihat satu sama lain terlihat kapan saja.


Dan benar saja hingga jam istirahat, rainan belum juga nampak batang hidungnya sama sekali, walau sering dihukum mereka sudah paham, kalau telat baru masuk ke kelas setelah jam istirahat .


Chat#


"Dimana?" rainan


"Dimana apanya?"diyas


"Lo dimana?"rainan


"Di gott!!"jawab diyas


"Ciuss ngapain di situ? nyari kecoa lo ya"dengus rainan


Diyas tak membalas chat tsb bahkan di baca pun tidak karna saat itu diyas di panggil oleh sean dan mixel untuk melanjutkan permainan mereka kemarin malam.


Beberapa jam berikutnya, tepatnya jam 11 malam,diyaa baru saja selesai dengan permainan nya,dan baru membuka hendphonenya yang beberapa jam lalu ia tinggalkan di atas ranjangnya.


Diyas mendapat banyak telphone dan chat dari rainan, karna heran diyas langsung membuka chat tsb. Betapa terkejutnya ia saat membaca pesan yang dituliskan oleh rainan.

__ADS_1


"Kenapa ngga bales chat nya?" 20.13


"Kamu dimana?"20.15


"Aku mau bicara serius sama kamu, di baca ngga sihh!"20.16


5 Panggilan tak terjawab dari "orang nyebelin"


"woyy!!"21.43


"Mau serius malah ngilang dasar bocah!"21.48


"Besok aku tunggu di rumah,sepulang sekolah"21.53


3 Panggilan tak terjawab dari "orang nyebelin"22.15


"Night too..."


Itulah beberapa chat dari rainan yang sama sekali tak dijawab oleh diyas,yang tengah sibuk bermain game dengan sean dan mixel di ruang keluarga.


Setelah 30 menit perjalanan dari sekolah ke rumah rainan, akhirnya diyas sampai di depan rumah yang tampak bersih rapi asri dan kokoh dari setiap bangunanya.


Diyaa mencoba menekan bell rumah yang tampak sepi itu, dan tak butuh waktu lama munculah seorang wanita paruh baya dengan keadaan yang tampak kacau, alias tengah menangis khawatir dan gemetar di depan wajah diyas.


"Kamu diyaa?"tanya wanita paruh baya itu


"Iya,ini saya ada apa aya?"tanya diyaa heran


Tanpa pikir panjang dan menjawab pertanyaan diyas, wanita itupun langsung menarik diyas masuk ke dalam sebuah ruangan yang tampak seperti rumah sakit ketika memasuki salah satu ruangan di rumah itu.


Diyas tak menyangka, bahwa ada ruangan seperti ruangan rumah sakit VVIP di rumah se indah ini.


"Aku kan sudah katakan,jangan masuk ke kesini atau menemui ku!!"bentak seseorang di balik tirai di kamar tsb.


Diyas heran dan terkejut, karna menurutnya suara itu cukup familiar ia dengar, dan iya benar itu suara orang nyebelin. Tapi kenapa nada bicaranya terdengar marah, padahal hampir satu tahun ia berbicara dengan rainan namun ia tak pernah mendengar rainann berbicara kasar dengan nada tinggi. Dan itu cukup membuat diyas terkejut.


Diyas melangkah dan menampakan dirinya di balik tirai itu dan tampak seseirang yang tengah memalingkan pandanganya dari diyas.


"Ra...rainan??"panggil diyaz hati hati


Seseorang itu langsung memalingkan pendamganya menatap seseorang yang bsru saja memanggilnya. Dan benar itu dia...itu dia gadia yang sangat ia rindukan..kini ada di depanya, dengan wajah yang sudah berkaca kaca mantapnya...


"Ra...ra ....rainan"ucap diyas udah meneteskan air matanya dan tampak bergetar dengan setiap ucapan yang sudah sangat sering ia ucapkan.....

__ADS_1


Malam para readersh ku semua,, maaf ya kemarin2 ngga bisa up karna suatu hal😣😣untuk bonusnya aku udah bikin "chat storry" nihh judulnya


Grup mesum,,hehe lupa cari aja ya selamat membaca semoga terhibur😊


__ADS_2