Gadis Pemberani

Gadis Pemberani
eps 13(Rumah sakit 2)


__ADS_3

"Tringgg"bunyi tanda merah berubah hijau menandakan kondisi pasien sudah satbil.


Kak Dev langsung berdiri didepan pintu UGD,ruangan yang dimasuki diyas beberapa jam lalu.


Dokter pun keluar dan menemui Kak Dev yang tengah sendirian,


"Keluarga diyah ayuningtyas??"tanya dokter kepada kak dev.


"Gimana keadaan adik saya dok"tanya dev risau


"keadaannya baik baik saja sekarang sudah bisa dipindahkann ke ruangan inap,karna kondisinya sudah stabil,sedangkan pemicu keluarnya darah dan lebam dileher kami masih mencari tau,itu saja info yang bisa saja jelaskan saya permisi"ucap dokter sembari pergi meninggalkan dev disana sendiri.


Sedangkan sang mama masih membeli beberapa makanan untuk dev,namun mama juga belum tau berita yang baru disampaikan dokter pada dev


"Gluduk gluduk"belum lama dokter itu pergi beberapa perawat membawa diyas keluar dari ruangan itu dan dipindahkan ke ruang inap.


Kak dev yang melihat diyas dibawa ke ruang inap langsung menghubungi mama.


"Tringgg"ponsel mama berbunyi dan segera mengangkatnya.


"Kondisi diyas sudah stabil ma,dan sekarang sudah dipindah keruang inap no.206"ucap dev pada intinya."Baiklah mama segera ke sana mama ingin membalikan diyas bebrapa potong roti kesukaannya"ucap mama sambil menutup telphonenya itu.


Mama dan kak dev menunggu diyas sadar dan menginap disana semalam.Jam sudah menunjukan pukul 04.00 pagi.Kak dev dan mama pun terbangun untuk melaksanakan shalat.



Mereka shalat bersama namun tidak dengan diyas yang masih tak kunjung sadar.



Mereka sarapan bersama diruanga itu,sementara Feerdan,sean,,ali,noval,raya dan lala sedangkan yang lainya belum datang.

__ADS_1



Setelah perjalanan mereka sampai dilobi sean langsung bertanya nomer kamar diyas,setelah mengetahui nomer kamar nya mereka bergegas ke sana dan mengetok pintu kamarnya.


"tok tok tok"lala mengetuk pintu kamar tersebut dengan lembut.


"Gimana si emang ngga ada tenaga apa"gertak ali yang kemudian menggeser tubuh lala ke sisi lain.Dan ali yang mengetuk pintu


"*tok tok tok!!"ketukan pintu yang agak keras,tapi hasilnya nihil karna kak dev yang sudah lelah berjaga semalam tertidur di sofa.


Mereka memutuskan untuk masuk saja,namun sebelum mereka membuka pintu,,


"Dorrr"sang mama mengagetkan mereka semua karna tak ada yang tahu keberadaan mama.


"Hwaaa"semua yang ada disana berteriak kaget sampai sampai membangunkan dev yang terkejut mendengar nya.Kak dev segera bangkit dari sofa dan keluar ruangan.


"kriettt"suara kak dev membuka pintu


Sedangkan Raya tidak dia hanya terdiam dan terkejut saat mama mengedorkan mereka.


"Kalian ini ya lucu sekali,sudah kaget teriak pula 2× aduhhh"ucap mama yang masih tertawa melihat keluguan mereka.


"Hisss Ibu sama anak ini ya memang sama aja"kata lala kesal langsung menepis kak dev yang masih berdiri didepan pintu,lala masuk dan melihat kondisi Diyas yang sudah terbaring lemah,manun itu tidak seburuk saat di apartemen.


Mereka satu persatu masuk namun tidak untuk Ferdan.


"Ma,ferdan minta maaf ngga bisa jagain diyas dengan baik"ucap ferdan sambil memegang tangan mama dan menunduk seketika.


Sang mama langsung memeluk ferdan deangan kehangatan sembari menenangkan ferdan yang merasa bersalah dengan kejadian diyas kemarin.


__ADS_1


"Enggak ferdan,mama justru bertrima kasih sama kamu selalu ada buat diyas,dan kejadian ini ngga ada yang salah satu sama lain ini udah jalanya aja,sekarang kamu ngga boleh terpuruk kaya gini kamu harus kuat demi diyas,oky"jawab mama dengan lembut.



"Sekarang kita masuk dan liat keadaan diyas ya?ajak mama."Mama pulang saja biar ferdan dan teman2 yang menjaga diyas"sahut ferdan sebelum mama beranjak dari pelukan ferdan. "Ya sudah mama ajak dev dulu ayo masuk"ajak mama sambil menarik tangan nya.


Mereka masuk dan mengajak kak dev untuk pulang.Mama berjalan menuju diyas yang masih terbaring lemas,"Cepat membaik ya nak"ucap mama sambil mengecup tangan diyas.


"Ya sudah kami pulang dulu,bilangya kalau ada apa apa"ucap mama sambil membukakan pintu.


"Siapp ma,mama hati2 ya"ucap ferdan sambil hormat kepada mama,yang mengundang gelak tawa seisi ruangan.Dan saat mama dan kak dev keluar Raya dari tadi tak berkata sepatah katapun pada mereka.


Karna mereka belum pada sarapan akhirnya Raya dan Lala memutuskan untuk membeli sarapan di luar.


Sean ferdan dan ali hanya duduk memandangi sahabat karibnya yang sudah terbaring lemas.


"Ehhh...kaliam ngerasa ngga si bekas lebam yang ada dileher diyas tu kaya bekas lebam benda tumpl gitu"ucap ferdan


"Kok lo bisa tau??tanya ali kebingungan


"Iya,kemaren kan gue sama diyas dan dia nyandarin kepalanya ke bahu gue,dan saat gue ngga sadar dia jatuh dipangkuan gue lehernya bener2 kacau dam lebamnya kayaknya kena pukul"ucap ferdan membuat sean dan ali terkejut.


Mereka masih memikirkan sebenarnya apa yang terjadi pada diyas.


Tak lama diyas pun memejamkan mata,dan tak disadari oleh teman temannya itu.


"arggghhh!!teriak diyas kesakitan yang membuat mereka bertiga panik dan langsung menghampirirnya.


"Yas,yas lo kenapa,mana bagian yang sakit!!tanya sean cepat sambil memegangi tangan diyas.


"Yas lo jangan bikin panik lahh,gimana nih"ucap ali benar2 panik.

__ADS_1


"Cepet panggilin dokter"ucap ferdan cepat*.


__ADS_2