
Kak dev hanya terdiam seribu bahasa alias tak mengatakan apapun pada mereka.
"Sebenernya salah satu dari kalian"ucap kak dev menundukan kepalanya
"HA!!"ucap mereka kaget dan melirik mereka satu sama lain.
"Siapa kak?"tanya raya kurang jelas dan sangat ingin tahu.
"Itu gue...."ucap sean dari balik kamar mandi dan langsung berjalan ke arah mereka.
"Ha,ngga mungkinn jangan ngaco dehh sean kita emang tau lo care banget sama dia tapi ngga mungkin lah"sahut rangga tak percaya.
Mereka semua menatap kak dev yang sudah tak bisa bicara apa apa lagi,dan hanya terus menundukan kepalanya.
"Enggak enggak itu ngga mungkin lahh,iya kan kak?"ucap raya sambil memegangi tangan kak dev.
Kak Dev hanya mengangguk dan mentap mereka saty persatu.
"Apa,tapi kenapa lo ngga pernah bilang ke kita sean"ucap ferdan agak kesal
"Karna itu sudah kesepakatan keluarga kita sekitar 13 tahun yang lalu,gye ngga tau pasti tapi kakak gue tqu apa yang udah terjadi"sahut sean yang sudah duduk disamping kak dev
***
Setelah selesai makan diyas melanjutkan jalan2 nya menyusuri alun alun sendirian
Sudah hampir 2 jam diyas berada di alun alun membaca buku atau hanya sekedar jajan atau berjalan2 menikamati suasana ke ramaian.
__ADS_1
Diyas sampai dirumah dan melihat rumah yang tampak sedang ada penghuninya.
Diyas langsung masuk tanpa melepaskan sepatu dulu dan mencari seseorang yang mungkin ada dirumah.
Setelah sampai di ruang tengah diyas melihat kak dev yang tengah masak didapur,namun ia tak menghiraukanya dan berjalan ke arah kamarnya.
Aku udah capek bangett dengan semua acting yang udah kalian buat, buat gue.Batin diyas yang sudah merebahkan tubuhnya diranjang dan menghilangkan rasa penatnya.
Kruyukkk
Perut diyas keroncongan karna terakhir kali makan adalah sekitar 3jam yang lalu dan hanya makan soto.
Karna sstelah kak dev pergi untuk mengurus sekolah nya nanti,diyas tak pernah makan masakan siapaun kecuali online.
Terdengar suara pintu terbuka sedikit demi sedikit dan mulai menampakan tubuh kak dev yang sudah membawa makanan ditangannya.
"Makan dulu yukk,kakak udah buatin spageti"ucap nya dan berjalan ke arah diyas duduk diranjangnya
Diyas langsung duduk menatap kak dev dengan tatapan kosong.Kak dev menyodorkan garpu yang sudah berbalut spageti pedas kesukaan diyas yang sering dimakasan oleh kak dev.
Diyas hanya terdiam dan memalingkan pandanganya ke arah lain dan beranjak dari bibir ranjang,namun lengan diyas langsung ditarik kak dev lagi dan kembali duduk seperti semula.
Diyas menghela nafas dan terpaksa memakan spageti yang terus kak dev suapkan untuknya sampai hanya tinggal saus sausnya saja.
Kak dev memberikan air putih ke mulut diyas dan langsung pergi ke dapur untuk meletakan piring kotor nya dan seklaian di cucinya.
Klak klak klak....
__ADS_1
Langkahan kaki dari tangga kamar diyas,.Ternyata benar diyas turun dari kamarnya dan duduk di dapur.
Kak dev membelakangi diyas karna sedang mencuci piringnya.Dan saat berbalik kak dev terkejut melihat sudah duduk didepannya.
"ishh kamu ngagetin aja dehhh,kenapa sihh"ucap kak dev yang tengah meletakan piring nya di rak piring.
"Kak aku boleh nanya nggak?"tanya diyas dengan tatapan ke depan
Kak dev langsung membalikan badanya ke wajah diyas dan menatap diyas dengan lekatnya.
Kak dev menghela nafas dan menggeraikan rambut diyas ke belakang telinganya.
"Mau tanya apa,kalau kakak tau kakak akan jawab aebisa mungkin"ucap kak dev yang masih memandangi diyas dengan senyuman diwajahnya
Diyas masih terdiam dan menghadapkan wajahanya ke depan dan tak menatap kak dev yang sedari tadi menatapnya.
"Apa aku punya keluarga kak?"tanya diyas yang mulai memalingkan wajahnya ke arah kak dev
"Iya,kan kak...."belum sempat kak dev mengucapkan omongannya diyas sudah menyambungkan kata2 nya.
"Kandung"ucap diyas kembali memalingkan pandanganya ke depan.
Kak dev kembali menghela nafas panjang dan tau harus berbicara apa pada diyas yang fikiranya sudah tidak karuan.
"Kakak ngga bisa jawab sekarang,,,"ucap kak dev singkat yang melepaskan tangan nya dari wajah diyas yang dari tadi mengelus pipinya lembut.
"IYA KAPAN KAK,DIYAS JUGA PENGEN PUNYA KELUARGA"Bentak diyas yang mulai menatap lekat wajah dev.
__ADS_1
"Kakak ngga tau,besok kakak ajak nemuin seseorang yng bisa buat kamu lebih baik"ucap kak dev pergi meninggalkan diyas di dapun yang sudah menitikkan air mata ke wajah putihnya.