
Beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruang ICU tempat diyas diperiksa tadi.
"Jadi memang Leukimia nya sudah stadium 3 dan gimana perkembangannya?"tanya dokter itu kepada damar
"Iya dok,rencana nya si mau dibawa ke Singapura beberapa hari lagi sesudah ukk selesai"jelas damar
Setelah diyas siuman dilihatnya linda damar dan kak dev serta davit sudah duduk di sofa
Mereka langsung bangkit menghampiri diyas yang masih tergeletak lemas di ranjangnya.
Setelah sekian lama disana karna diyas tak betah mereka memutuskan untuk pulang ke rumah besar.
Sesampainya disana diyas langsung duduk di sebuah sofa besar di ruang keluarga lantai 2.
"Permisi non mau makan sekarang?"tanya seorang pelayan disana
"Boleh"
"Mari non ke ruang makan nyonya sudah menunggu non disana"sahut pelayan itu
Kemudian diyas mengikuti langkah pelayan itu,dan sampailah mereka di sebuah ruang makan dengan meja yang sangat panjang.
Yang bisa menampung 15 orang lebih,dan makanan nya tak diragukan lagi.
Ada berbagai macam jenis makanan yang ada mulai dari :cake,ayam,makanan laut,desert,buah buahan segar,puding,sayur,dan banyak lagi.
__ADS_1
Dan tampak seluruh isi rumah sedang menunggu waktu makan malam mereka.
Setelah diyas duduk mereka makan bersama dengan santai.Namun berbeda dengan diyas yang terlihat bingung.
"Diyas,kenapa makanan nya ngga sesuai sama selera mu ya"ucap linda menghentikan aksi makan nya
"Eng enggak kok ma,diyas cuma sedikit bingung aja mau mulai dari mana"ucap diyas sambil tersenyum
Mereka tersenyum mendengar ucapan diyas,kemudian Seorang lelaki tampan seumuran dengannya memberikan beberapa potong daging stek dan ayam yang besar.
Diyas melongo melihat makanan yang sudah ada didepan matanya saat ini.
Tanpa menghiraukan siapa yang memberikannya makanan sebanyak itu.
Namun diyas malah makan menggunakan tangan nya sendiri dan dengan lahabnya,tanpa disadarinya semua orang termasuk pelayan menatap diyas dan tersenyum dengan aksi nya.
Menyadari ia dipandangi oleh semua orang dengan lekat diyas alngaung menghentikan aktifitasnya.
"Ke kenapa ya,pada liatin aku"ucap diyas pelan dan tersenyum simpul
Diyas langsung melirik ke arah tangan kanan nya dan kemudian menatap linda.
"Em ma maaf ma,udah kebiasaan soalnya"ucap diyas dengan senyuman malu terukir diwajahnya
"Hemm ngga papa emangnya kenapa"sahut linda pelan
__ADS_1
Akhirnya mereka menghabiskan makan malam itu dan pergi ke ruang keluarga.
Saat disana mereka melihat diyas yang tengah sibuk dengan dunianya,alias main game online
Mereka berbincang bincang santai sambil menikmati cemilan disana.
Diyas yang tengah asik tak mendengar ucapan mereka dan malahan betbicara sendiri.
"Mundur mundur,,,,nggak nggak mundur mundur ahggg"ucap diyas dengan kerasnya dan tampak kesal dengan permainan nya kali ini
Diyas melempar Erphone besar ditelinganya dan melemparnya dengan kesal
Mereka hanya terdiam menatap diyas yang tengah kesal itu.
Dan saat membalikan badannya untuk mengambil DVD nya yang baru,diyas terkejut melihat sekelilingnya banyak orang yang menatapnya dengan senyuman nya masing2.
"Glekk"
Diyas menelan air ludahnya sendiri dan malu dengan aksinya tadi.
Kemudian diyas tersenyum pahit dan kembali menatap tv didepannya.
Dan melanjutkan aksinya lagi tapi kali ini tanpa sepatah katapun keluar,hanya ketikan stik yang terdengar.
Beberapa saat kemudian diyas berhasil memenangkan permainan tersebut dan bersorak
"Yezzz,yuhuyyy"
Reflek diyas mengucapakan nya karna amat bahagianya ia terbangun dan mengepalkan tanganya dan mengangkatnya ke atas
__ADS_1
Semua orang yang sedang terduduk kaget dan tersenyum melihat tingkah diyas yang amat terlihat kesan bar bar nya.
Malam hari tiba sekitar jam 8 malam,diyas tertidur di sofa ruang keluarga dilantai paling atas tanpa sepengetahuan diyas teman temannya sudah datang ke tempatnya dan menghampiri diyas yang sudah tertidur pulas