Gadis Pemberani

Gadis Pemberani
Eps 45(Baru Tau)


__ADS_3

Setelah sekian lamanya diyas mulai melepaskan pelukannya dan menatap kak dev dengan rinci yang sedari tadi duduk tertunduk.


"Kapan kamu menjalani kemoterapi di Singapura diyas?"tanya linda


Seketika diyas memalingkan pandanganya ke arah linda dan tersenyum.


Setelah beberapa jam mereka disana,kak dev dan diyas bersiap siap untuk pulang ke rumah.


"Ya udah ma kita pulang dulu ya,hari ini cukup sampai disini dulu"ucap kak dev


"Lohh kok cepet banget,kalian ngga mau makan dulu,"


Mereka langsung menggeleng dan mulai beranjak dari kursi.


Linda mengantar mereka sampai didepan pintu dan di iringi dengan mas damar sean lusi diyas dan juga kak dev disana.


"Diyas,kalo mau main main aja kesini ya"ucap mas damar memegang pipi diyas lembut


Diyas tersenyum dan mengangguk pelan,


"Salam buat yang lain ya ma,kita pulang dulu"ucap kak dev sambil mencium tangan linda dan damar


"Besok main kesini ya sayank,mama tunggu"ucap linda menatap diyas


Mereka akhirnya melajukan mobil nya menuju je rumah mereka


****


"Hari ini kok waktunya cepet banget si"hardik Ali yang sedari pagi masih terdiam di ranjangnya


Keesokan paginya adalah hari ulangan ke 7,semua siswa dan siswi mulai memasuki ruangannya masing masing.


Sepulang sekolah diyas diajak oleh sahabat sahabat nya untuk pergi ke suatu tempat.


Tak lama mereka sampai di sebuah tempat berkemah di pinggir pantai.


Mereka menghabiskan waktu siang mereka dengan membuat tenda mencari ikan dilaut untuk mereka makan.

__ADS_1


Tak terasa hari sudah mulai gelap mereka mulai menyalakan api unggun dan duduk melingkar dengan menikmati secangkir kopi


Mereka duduk dengan tubuh yang sudah berbalutkan selimut dan juga topi rajut.


"Ohh ya hari ini kemana aja?"ucap lala memecahkan suasana dingin itu


"Hah gue di rumah aja rebahan sampe siang"sahut ali dengan nada sedikit kesal


"Kalo gue hari ini sial banget"hardik raya


"Lahh lo kenapa ya,kok kayaknya mau ada yang lo tonjok nih"sahut diyas sambil mengangkat kedua alisnya dan menatap ali


Mereka terkekeh melihat tingkah ali yang tak menggubris omongan diyas.


"Masa gue harus bantuin bokap gue ngurusin file file yang belom jadi huh...."jelas raya


"Ya ampunn bagus donk,sehabis lulus ada yang mau nerusin bisnis bokapnya nih"ucap noval


"Lahh kalian ngapa diem dari tadi?"sambung noval menatap Sean Ferdan juga Rangga


Mereka bertiga malahan saling tatap ngga jelas dan mulai melepaskan selimut mereka dan meletakan secangkir kopi yang sudah dipegangnya sedari tadi


Mereka malahan main air dan basah basahan di malam hari itu.


Tak lama Diyas dan Noval mulai beranjak dari api unggun mereka dan mengikuti mereka bertiga bermain air.


Sedangkan raya dan lala hanya menonton aktifitas malam mereka yang dingin itu


Setelah beberapa saat mereka menghampiri api unggun dengan baju yang sudah basah dan wajah yang mulai menggigil


"Tu kan kedinginan,untung gue ngga ikut ikutab sama kalian"hardik raya


Mereka langsung terekekeh mendengar hardikan raya yang tampak kesal dengan tingkah sahabat sahabatnya itu.


Mereka berganti pakaian dan kembali duduk ditepi pantai dengan selimut ditubuh mereka dan sesekali meniup tangan yang maaih terasa dingin.


Satu persatu mulai bercerita hingga mereka sadar sedari tadi diyas dan Sean hanya terdiam seribu bahasa

__ADS_1


"Kalian lagi mikirin apa sihhh,jangan jangan kalian pacaran ya"ledek ali menyikut perut sean


"Ishhh gaje tau ngga,dasar otong"dengus diyas


Mereka bingung dengan omongan diyas yang sepertinya ucapan ali benar benar mengganggu pikirannya malam ini.


Sean langaung bercerita bahwa diyas adalah adik kandungnya yang sudah lama menghilang.


Mereka terkejut dan tak percaya dengan omongan Sean dan langsung berpaling ke arah diyas.


Namun diyas sudah tertidur dibahu lala,lala memberikan isyarat untuk diam dan jangan berisik.


Baru saja beberapa menit berlalu diyas langsung menjatuhkan kepala nya ke pasir pantai,namun langsung ditangkap oleh tangan ali yang sedari tadi duduk disamping lala


Saat kepala diyas mulai terangkat ke atas menetes darah yang keluar dari hidungnya tak beraturan


Keadaan mulai panik mereka memutuskan untuk membawa diyas ke rumah sakit terdekat dan memanggil dokter disana.


Tak lama seorang dokter perempuan datang menemui mereka dan mulai memeriksa keadaan diyas


"Gimana keadaan diyas dok?"tanya ali yang berdiri didepan dokter tsb


"Keadaannya sangat parah,apakah diyas sudah menjalani kemoterapi?"ucap dokter itu


Mereka bingung dan tak paham dengan ucapan dokter muda itu.


"Ma maksutnya gimana dok?"tanya Ferdan mulai menatap dokter itu lekat


"Diyas terkena LEUKIKIMIA stadium tiga namun itu belum cukup lama"jelas dokter itu


"APA"ucap mereka kompak dan benar2 terkejut dengan apa yang dokter itu katakan


Setelah dokter itu pergi mereka memegangi tangan diyas dan mulai pasrah dengan keadaan mereka yang benar benar bingung saat ini.


Kalian yang sudah baca dari eps awal comen ya mau sampai episode berapa??


Comen dibawahya jangan lupa LIKE COMEN DAN VOTE YA THANK YOU

__ADS_1


Ohh ya aku ada rencana buat novel baru lagi ditunggu ya hepy reading


__ADS_2