
Diyas masih terisak meratapi nasipnya itu.
Tak lama suara motor sudah didepan nya namun diyas tak menghiraukannya dan masih duduk dengan posisi seperti semula.
"Tinnnn"
Seseorang membunyikan klaksonnya dan tak mau berhenti.
Diyas langsung bangun dan mengusap air matanya serta pergi melangkah tanpa menatap siapa seseorang yang menatapnya di halte.
Diyas berjalan kecil sambil menyeka air matanya dan berjalan tanpa tujuan.
Motor yang sedari tadi menunggu diyas di halte tersu mengikutinya dati jarak jauh.
Dari kejauhan tampak seorang pemotor dengan kecepatan kencang mengarah ke diyas.
Diyas tak sadar dan masih berjalan seperti posisi semula,tanpa sengaja hendphone diyas terjatuh dan secara refleks diyas langsung membungkukan badanya dan berjongkok dijalan.
Tinnnn
Klakson motor dari belakang diyas berbunyi kencang dan membuat diyas terkejut.
Dan pemotor yang ada didepannya telah berhenti tepat didepan diyas dan langsung pergi untungnya tak terjadi kecelakaan hari itu.
Diyas langsung menghela nafas melihat motor yang hampir menabraknya berhenti didepan mata.
"Ehhh lo punya mata ngga si"bentak lelaki yang sedari tadi mengikuti diyas
"Emmm maaf"ucap diyas sambil terus menyeka air matanya dan menitikan air matanya kembali
Lelaki itu turun dari motornya dan berjalan ke arah diyas yang masih saja berjongkok disana.
"Lo kenapa?"tanya lelaki itu yang mulai ikut berjongkok menatap diyas yang menutupi wajahnya dengan kedua lengannya.
Namun diyas hanya menggelengkan kepala nya kemudian beranjak dari jalan dan pergi meninggalkan lelaki itu tanpa menatap nya sama sekali.
Ni bocah kenapa?menarikk.Batin lelaki itu
Lelaki itu meninggalkan motor nya di halte dan berlari mengejar diyas yang masih menangis dan tak tau arah mana yang akan dia tuju.
"Greppp"
lelaki itu menarik tangan diyas dan menatap diyas yang terus saja menangis dan menyeka air mata nya yang terus saja keluar.
__ADS_1
"Lo ngapain si ikutin gue"ucap diyas terbata bata
Lelaki itu hanya tersenyum kecut mendengar ucapan diyas dan menarik kedua tangan diyas yang sedari tadi menutupi wajahnya yang tengah menangis itu.
"JANGAN GANGGU GUE"bentak diyas yang sudah bertatapan dengan lelaki itu.
"Heh...."lelaki itu memiringkan senyumannya dan menatap diyas dengan lekatnya.
Diyas mulai memberontak karna tangannya masih digenggam erat oleh lelaki itu
Namun karna tenaga diyas yang sudah ia habiskan untuk menangis seharian,diyas tak sanggup melepaskan tangannya sendiri.
Lelaki itu menarik tangan diyas menuju halte buss dan tak melepaskannya sekalipun.
Diyas hanya bisa pasrah dengan perlakuan lelaki itu.
"Brukhhh"
Tubuh diyas hampir terjatuh ke jalan,namun dengan sigap lelaki itu menarik tangan diyas dan seketika tubuh diyas jatuh ke pelukan lelaki itu.
"Ishhhh ngrepotin banget si"guman lelaki itu
Lelaki itu langsung menggendong diyas dipunggungnya dan membawanya ke halte bus.
"Gue tau bocah ni aja enggak,gimana gue balikin dia ke rumahnya"guman lelaki itu
Brummm
Terdengar suara beberapa anak motor yang berhenti didepan mereka berdua.
"Wahhh gila lu,udah buat crwek pingsan aja"ucap revan teman lelaki itu
"Iya nihhh,lu apain dia bang"ledek nanda salah satu kawannya
Mereka terkekeh mendengar ucapan salah satu teman2 nya itu.
"Suekkk lu pada,sekarang gimana ni cewek gue ngga kenal juga"ucap rainan,lelaki yang sedari tadi bersama diyas.
"Yahh mana kita tau,kan lo yang udah buat tu cewek tepar"ledek nanda lagi
Mereka semua terkekeh mendengar ucapan nanada dan kemudian menatap diyas yang masih tergeletak di kursi halte
"Lu nemu tu cewek diman?"tanya revan yang tak memalingkan wajahnya dari diyas.
__ADS_1
"Udahlah ngga usah banyak nanya,sekarang bantuin gue supaya ni cewek cepet bangun"sahut rainan lagi.
Dira mulai memerjapkan matanya karna mendengar kebisingan di depanya.
Diyas langaung melangkahkan kakinya dan pergi begitu saja tanpa sepengetahuan mereka.
"Lha terus tu cewek mau diapaain coba"ucap ken kesal karna perdebatannya dengan rainan
"Udah ahgg gue capek,ehh cewek ba....."belum sempat melanjutkan pembicaraan nya mereka terkejut karna diyas sudah tak ada di halte.
Dan hanya meninggalkan tas nya dikursi,terlihat dari kejauhan diyas berjalan agak sempoyongan.
Mereka dengan sigap langsung mengejar diyas dengam motor mereka masing masing.
Mereka berada tepat didepan diyas yang sudah cukup lelah dengan mata yang terlihat sembab.
"Ngga terima kasih malahan pergi gitu aja"gerutu rainan
Diyas hanya terdiam dan tak memperdulikannya.
"EHH LO DENGAR NGGA"Bentak nanda menatap diyas lekat dan hanya mendapat senyuman miring dari diyas.
"Malah mringis lagi"sambung revan
Diyas kembali tersenyum dan menatap mereka bertiga lekat dan masih pada senyuman liciknya
"LO TULI YA"bentak revan yang kemudian berjalan menuju wajah diyas.
"Bukanya bilang makasih,malah pura2 tuli"hardik revan
Diyas menghela nafas dan menatap revan dengan sungguh sungguh.
"Maaf tapi gue ngga butuh bantuan kalian"ucap diyas tepat ditelinga revan.
"Dan asal kalian tau,siapa yang nolong gue duluan tanpa sepengetahuan gue"sambung diyas
Diyas beranjak dari tempat revan ke hadapan rainan yang hanya diam terpaku.
"Lumayan"ucap diyas sambil terseyum ke arahnya.
Diyas langsung berjalan meninggalkan mereka bertiga dengan senyuman licik terpancar di wajahnya.
Okyy guys makasih ya buat yang udah baca novel ku semoga seneng😊😊
__ADS_1
comen donk bahasa ku yang kurang baik atau tepat makasih