GAIRAH DUDA KECE

GAIRAH DUDA KECE
BAB 11.CANTIK_ GDK


__ADS_3

Sepertinya semenjak bertemu dengan kamu Devan tidak memerlukanku lagi. Dia hanya menunggu dan terus mencari Kamu."ucap Bimo kepada Almaira membuat Almaira menatap Bimo dengan tatapan penuh tanya.


Ceklek....


Pintu ruang rawat inap Devan tiba-tiba terbuka. Salah satu dokter dan perawat datang untuk memeriksa kondisi kesehatan saat ini.


Almaira dan juga Stefani memilih untuk menggeser tubuh mereka dari Devan.


Agar dokter dan suster lebih leluasa untuk memeriksa kondisi kesehatan Devan.


Ketika dokter dan suster telah usai memeriksa kondisi kesehatan Devan, terlihat dokter mengembangkan senyumnya. "Wah babang Devan sudah sembuh. Besok sudah bisa pulang." ucap dokter itu menirukan suara khas anak kecil


"Alhamdulillah, putra mami besok sudah bisa pulang kerumah. Itu artinya putra mami jago deh." ucap Almaira sambil mengangkat tangannya kepada Devan. Almaira dan devan tos bareng. Melihat interaksi antara Devan dan Almaira, Stefany mengembangkan senyumnya.


Stefany Melihat jarum jam yang ada di pergelangan tangannya, sudah menunjukkan pukul 18.50. "Al, sebentar lagi sudah pukul 19.00 lebih baik aku pulang. Nanti terlalu larut ucap Stefany kepada Almaira meminta izin kepada Almaira untuk segera meninggalkannya di Rumah Sakit bersama Bimo dan Devan.


"Iya, terima kasih sudah menghantarkanku ke sini. Sampai ketemu besok di kampus." ucap Almaira sambil melambaikan tangannya kepada sahabatnya itu. "Aku pamit, tapi kamu ingat ada hutang penjelasan kepadaku. ucap Stefany yang tidak ingin kalau Almaira menyembunyikan sesuatu kepadanya.

__ADS_1


"Sayang, Mami mandi dulu kebetulan Mami bawa baju ganti tidak apa-apa kan kamu mami tinggal dulu. Nanti kalau Mami tidak mandi, apa kamu mau memeluk Mami yang bau asem seperti ini? tanya Almaira sambil memperhatikan mimik wajah Devan. Sontak Devan menggelengkan kepalanya lalu meminta Almaira untuk segera melakukan ritual mandinya.


Almaira berlalu masuk ke kamar mandi yang ada di ruang rawat inap VVIP yang ditempati oleh Devan saat ini. Sementara Bimo menemani Devan. "Devan Putra Papi yang tampan, Kenapa sih kamu memanggil Tante Almira Mami kamu? tanya Bimo penuh selidik kepada putranya.


Devan tidak menjawab. Ia hanya diam.


"Papi, mami besok ikut sama kita kan kerumah?" tanya Devan dengan suara khas anak kecil yang masih kurang jelas diketahui oleh siapa yang mendengarnya.


"Kenapa sih Devan suka sekali Kalau Mami Almaira bersama Devan terus?


"Mami Almaira cantik, baik."sahut Devan yang mampu membuat Bimo terhenyak. Di usia Devan yang masih hampir tiga tahun itu, pemikirannya sudah terlalu jauh sampai kesana.


"Wah maminya Devan sudah terlihat Fresh, wangi dan cantik." ucap Bimo sambil mengedipkan matanya Kepada Devan. Hal itu membuat Alamaira tersipu malu. Tuan, biarkan saja hanya Devan yang memanggilku mami. Aku membiarkannya memanggilku mami, karena aku sangat menyayanginya. dan Tidak ingin membuat dirinya kesepian dan kurang kasih sayang." ucap Almaira. kepada Bimo. Karena dirinya merasa tidak enak jika Bimo memanggil hal yang sama seperti yang dilakukan Devan kepada Almaira.


"Oh ya Almaira Bagaimana dengan tawaranku kemarin, apa kamu menyetujuinya? tanya Bimo kepada Almaira. "Maaf Tuan, tapi saya belum sempat membicarakannya kepada Ibu Fatimah. Jadi saya tidak bisa mengambil keputusan sekarang.


"Apa kamu tidak merasa kasihan melihat Devan yang selalu merindukanmu? tanya Bimo kepada Almaira yang mendudukkan bokongnya di atas sofa.

__ADS_1


Sementara Devan sudah tertidur pulas ketika sebelumnya Almaira sudah membacakan dongeng untuknya. Bimo meraih tangan Almira. "Saya mohon Almaira, tolong bantu saya saat ini. Jujur saya tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa saat ini.


Kamu tahu sendiri, Mami saat ini sedang mengalami stroke dan aku sangat sibuk di kantor. Jadi aku rasa mungkin kamu wanita yang cocok menjadi pengasuh Devan di rumah." ucap Bimo memohon kepada Almaira.


Almaira sama sekali tidak langsung menjawab. Walaupun Bimo Sudah memohon kepadanya. Yang Almaira pikirkan saat ini, Bagaimana jika dirinya tinggal di rumah utama keluarga Setiawan. Pasti ibu Fatimah akan kewalahan untuk mengurus adik-adik pantinya.


Bukan saya tidak menyayangi Devan Tuan. Tapi Tuan tahu sendiri posisi Halmahera saat ini bagaimana. Almaira belum lulus kuliah, di samping itu Almaira harus membantu bantu ibu Fatimah mengurus adik-adik panti." ucap Almaira sembari menatap Bimo dengan tatapan penuh arti.


"Tolong jangan panggil saya Tuan, karena kamu bukan anak buah saya atau karyawan saya di kantor. Kamu maminya Devan,


"Jadi saya harus memanggil apa Tuan?


"Panggil aja dengan panggilan kamu sendiri. tetapi saya tidak ingin kamu memanggil saya dengan panggilan Tuan." ucap Bimo membuat Almaira mengerutkan keningnya. Ia bingung dengan sikap Bimo yang tidak jelas.


Bersambung...


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2