GAIRAH DUDA KECE

GAIRAH DUDA KECE
BAB 44. HAMPIR LEPAS KENDALI _GDK


__ADS_3

Bimo belum puas karena Almaira belum menjawab pertanyaannya. "Katakan siapa lelaki yang beruntung mendapat hati kamu."ucap Bimo berharap Almaira berterus terang kepadanya.


lagi-lagi Almaira tidak menjawab. Ia hanya mengembangkan senyumnya."Kenapa tersenyum? jawab pertanyaanku Almaira.


"Tidak ada yang perlu dijawab Mas. karena itu tidak penting.


"Tidak penting bagaimana?


"Tidak penting bagimu tetapi bagiku sangat penting.


Sudahlah ngapain dibahas."Mas sudah makan belum?


"Belum karena tidak ada yang nyediain. Bibi lagi pergi, Paling juga sore akan kembali. karena cucunya lagi Aqiqah. sahut Bimo, Almaira beranjak dari tempat duduknya. tetapi Bimo langsung menarik tangan Almaira.


Hingga tubuh Almaira jatuh di pangkuan Bimo. Jantung Almaira berdegup kencang ketika berada dipelukan Bimo saat itu. Almaira menatap Bimo dengan tatapan seksama. "Kau belum menjawab pertanyaanku Mengapa kau menghindari pertanyaanku itu.


"Pertanyaan yang mana? Almaira pura-pura tidak mengetahui pertanyaan yang dilontarkan Bimo kepadanya. "kini Bimo sudah tidak dapat menahan diri lagi, melihat bibir manis Almaira membuat dirinya kehilangan kendali. Ia mengeratkan pelukannya terhadap Almaira.


"Aku mencintaimu Almaira. terserah kamu mau beranggapan apa tentangku. Tetapi semenjak kehadiranmu di kehidupanku kehidupanku semakin berwarna. Aku ingin kau menjadi pendamping hidupku untuk selamanya dan mananya Devan untuk selamanya. Jangan berniat pergi dari kehidupanku karena aku tidak akan sanggup jika kau meninggalkanku.


Almaira hanya terdiam tidak mampu menjawab sama sekali. Ia juga tidak menghindari pelukan dari Bimo seolah dirinya merasa nyaman. Bimo memberikan kecupan hangat di bibir Almaira, perlahan kecupan itu semakin mendalam. Almaira juga seolah menikmati kecupan yang diberikan oleh guru kepadanya dan membiarkan Bimo ******* bibir manisnya.


Bimo kembali mengecup bibir manis Almaira, perlahan kecupan itu semakin mendalam. hingga Almaira pun merasakan sensasi yang sangat luar biasa mendapat kecupan dari lelaki yang sudah dapat mencuri hatinya.


Almaira yang merasakan getaran yang cukup hebat di tubuhnya ketika mendapat kecupan dari Bimo, ia pun membuka rongga mulutnya agar Bimo dapat memainkan lidahnya di sana dengan leluasa. Hingga lidah keduanya saling bertautan di sana, Almaira yang sama sekali tidak pernah melakukan hal yang baru seperti yang dilakukan oleh Bimo, ia pun terlihat kaku tetapi Bimo tidak mempermasalahkan itu.

__ADS_1


Perlahan tapi pasti kini Almaira hanyut dalam dekapan lelaki yang mampu memporak-porandakan hatinya. Hingga keduanya pun merasakan getaran yang cukup hebat di tubuh mereka masing-masing. tiba-tiba suara dengan ponsel milik Bimo terdengar jelas di telinganya.


Membuat keduanya pun tersadar.


"astaghfirullahaladzim. Almaira mengucap Ia hampir saja lepas kendali.


"Mas kita tidak bisa seperti ini, karena kita belum halal. Sejujurnya Almaira juga memahami Bagaimana yang dirasakan oleh Bimo saat ini.


Sebagai lelaki normal dan sudah berpengalaman. Bimo pasti membutuhkan nafkah batin. Apalagi Bimo lelaki normal itu sudah wajar Ia rasakan. "Maaf Mas hampir saja lepas kendali."ucap Bimo kepada Almaira laki-laki Bimo meminta maaf Ia khawatir kalau Almaira akan marah besar kepadanya.


Almaira mengembangkan senyumnya. "nanti minta maaf itu ponsel terus menjerit-jerit meminta untuk segera ditekan tombol hijaunya. Mungkin ada yang penting lebih baik Mas mengangkatnya terlebih dahulu. ujar Almaira sambil berlalu ke dapur berniat untuk menyiapkan makanan untuk Bimo.


Bimo melihat di layar ponselnya kalau yang menghubungi dirinya nomor ponsel Nyonya Anita. "Kau dimana? cucuku dan Almaira sudah pergi mencari. Apa mereka sudah bertemu denganmu?


"Sudah lah mom, tidak perlu khawatir. Mereka ada di sini sekarang."sahut Bimo di dalam sambungan telepon selulernya.


"Kabar gembira apa maksud mami?


"Sepertinya Mami tidak perlu menjelaskan kepada kamu. karena kamu sudah mengetahui apa yang ada di dalam hati Mami. dan juga di dalam hati cucuku Devan."ucap Nyonya Anita di ujung telepon Sambil tertawa.


Ada rasa bahagia di hati Bimo saat mendengar suara tawak Nyonya Anita yang selama ini tidak pernah terdengar olehnya. setelah kepergian Tuan Setiawan. Nyonya Anita dulunya adalah wanita periang dan sosialita. Tetapi semenjak Tuan Setiawan pergi untuk selamanya menghadap sang khalik, senyum sumbernya milik Nyonya Anita sekolah tidak pernah terlihat.


Tetapi semenjak kehadiran Almaira di rumah utama Setiawan, perlahan senyuman Nyonya Anita kembali terlihat oleh Bimo. Membuat merasa sangat bahagia. Apalagi saat ini Bimo mendengar langsung suara tawa ngakak dari Nyonya Anita. itu artinya Nyonya Anita sangat bahagia.


"Mom ijinkan Devan dan Almaira menginap di apartemen milik. Bimo Ingin Lebih dekat Dengan Almaira, Mami tidak apa-apa kan di sana bersama babysitter dan asisten rumah tangga lainnya untuk dua malam saja.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Putraku sayang, Lagian Mami sudah mulai lebih leluasa bergerak. Alhamdulillah Mami sudah dapat berjalan walaupun memakai tongkat saat ini. Setidaknya bangkit dari pembaringan dan berjalan ke kamar mandi walaupun tertatih-tatih sudah bisa.


Itu semua berkat bantuan Almaira dan ibu Fatimah yang meracik obat untuk mami. Mami jadi semakin semangat ingin sembuh. Mami ingin melihat pernikahanmu dengan Almaira." ucap Nyonya Anita to the point yang mampu membuat Bimo langsung tertawa ngakak.


Ternyata apa yang ada di dalam pikiran Bimo sama dengan apa yang ada di pikiran Nyonya Anita, yang menginginkan Almaira menjadi pendamping hidup Bimo saat ini dan untuk selamanya.


"Jadi Mami merestui Bimo dengan Almaira?


"Tidak ada alasan Mami tidak merestui hubungan kalian. Karena cucuku Devan sangat menyayangi Almaira, Begitu juga dengan Almaira begitu menyayangi cucuku.


Jarang sekali wanita begitu tulus menyayangi anak tirinya. Tetapi sepertinya Almaira mami lihat sangat tulus menyayangi Devan, walaupun tidak terlahir dari rahimnya. untuk itu Mami ingin kamu segera menikahi Almaira.


"Bimo juga inginnya seperti itu mom, tapi sepertinya Almaira ingin terlebih dahulu Wisuda. Dia tidak mungkin bersedia menikah saat ini, karena ia belum wisuda dan meraih gelar sarjana.


"Mami juga mengetahui itu, tapi tidak ada salahnya kamu melamarnya saat ini, sebelum pria lain menyambarnya terlebih dahulu. Mami sangat mengetahui kalau dosen dan juga temannya itu mencintai calon menantu mami. Sebelum mereka melamar Almaira, lebih baik kamu terlebih dahulu melamarnya.


Usiamu kalah dengan usia dosen dan sahabat yang sangat mencintai Almira. Mami sangat mengetahui semua apa yang dilakukan Almaira diluar sana. Jangan kamu kira Mami lepas tangan. Anak buah Mami berada dimana-mana.


Untuk itu Mami mengetahui Almaira sudah menolak mentah-mentah dosennya itu. Tetapi jangan salah tidak menutup kemungkinan jika sang dosen berusaha untuk mencuri perhatian Almaira, Almaira bisa luluh dan menerima cinta sang dosen. Begitu juga dengan sahabatnya itu." ucap Nyonya Anita yang begitu mengkhawatirkan Almaira akan berpaling ke lelaki lain.


"Iya mom, Mami Tenang saja." ucap Bimo kepada Nyonya Anita. Nyonya Anita menyudahi pembicaraannya dengan Bimo. setelah selesai berbicara dengan Bimo di dalam sambungan telepon selulernya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2