
"Selamat pagi semuanya."sapa Bimo
"Yang saya hormati Bapak dekan Pak Wijaya Kusuma "Yang saya hormati para dosen dan juga jajarannya yang saya hormati seluruh staf kampus. Dan yang paling saya sayangi dan cintai para mahasiswa mahasiswi semuanya..
Saya Bimo bin Setiawan mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mengucapkan sepatah dua kata dalam acara wisuda wisudawan hari ini." ucap Bimo dengan nada wibawanya. Semua mahasiswa-mahasiswi tidak berani membuka bicara. Ketika Bimo yang berbicara di depan.
Bahkan ketika pulpen jatuh sekalipun pasti akan terdengar karena keheningan acara wisuda saat Bimo memberikan sepatah dua kata. Bimo mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa mahasiswi dan juga para dosen, Dekan dan juga jajarannya. Dan yang terakhir kalinya, Ia juga mengungkapkan jati dirinya sebagai penyandang dana kampus . Membuat setiap orang yang hadir di sana langsung bertepuk tangan.Tak terkecuali dengan Almaira dan juga Stefani lain halnya dengan Ricardo. Ia sudah mengetahui dari kedua orang tuanya.
"Aku tidak menyangka ternyata Tuan Bimo salah satu penyandang dana di kampus ini."ucap Stefani kepada Almaira.
"jangankan kamu, aku aja yang sudah tinggal di rumahnya tidak mengetahui kalau Tuan Bimo salah satu penyandang dana di kampus ini. Yang Almaira tahu ia menyumbangkan sebagian harta kekayaannya ke panti asuhan kasih bunda. Tempat Almaira dibesarkan ucap Almaira menatap heran Bimo yang tampil di podium.
__ADS_1
Ketika Bimo Setiawan sudah selesai mengucapkan sepatah dua kata. Bimo mengakhiri pembicaraannya lalu ia pun kembali turut duduk di tempatnya semula. acara wisuda itu berjalan dengan lancar tanpa kekurangan suatu apapun. Terlihat para mahasiswa mahasiswi, yang turut dalam acara wisuda Itu tampak antusias untuk berfoto bersama dengan teman-teman mereka. Termasuk orang tua dan pendamping hidup mereka masing-masing.
Abimayu dan adik-adik Panti lainnya datang menghampiri Almaira yang baru keluar dari aula. tidak menyangka Almaira salah satu mahasiswa mendapat IP tertinggi di kampus itu. Membuat Almaira sangat bahagia sekaligus bangga. aku sudah yakin kalau kau yang mendapatkan IP tertinggi."ucap Stefani kepada Almaira yang terlihat ikut bahagia mendengar nama sahabatnya diumumkan peraih IP tertinggi.
kau memang sangat luar biasa ucap Stefani kepada Almaira. Ricardo datang menghampiri keduanya. Selamat Almaira kau peraih IP tertinggi. Selamat juga untuk kamu Ricardo kau juga salah satunya termasuk IP tertinggi ucap Stefani kepada Ricardo karena Ricardo juga peraih IP nomor 2 tertinggi di kampus.
Bimo memilih untuk membiarkan ketiga sahabat itu, saling memuji dan memberi selamat. sembari menunggu kejutan yang akan Ia berikan kepada Almaira. Ia sudah meminta kepada para asistennya untuk menyiapkan segalanya.
"Selamat ya mom."ucap Devan sambil memberikan setangkai bunga mawar merah yang sudah ia persiapkan sebelumnya.
Devan sengaja meminta kepada baby sitter untuk menemani dirinya membeli bunga setangkai bunga mawar merah, ketika Almaira dan Bimo berada di aula mengikuti acara wisuda. Almaira begitu bahagia ia bingung kapan Devan mempersiapkan kejutan itu untuknya." Almaira memberikan kecupan hangat di wajah tampan Devan yang begitu menggemaskan baginya.
__ADS_1
Ia tidak menyangka bocah kecil itu memberikan kejutan yang begitu berarti untuknya. Almaira terharu mendapat kejutan dari bocah kecil yang sudah menganggap Almaira seperti ibu kandungnya sendiri. air mata Almaira sudah memenuhi kedua kelopak matanya. Ia menangis terharu akan apa yang ia dapatkan hari ini. Di samping karena dirinya mendapatkan nilai tertinggi, dia juga mendapat kejutan dari orang-orang yang menyayangi dirinya.
Ibu Fatimah dan adik-adik Panti lainnya juga memberikan kejutan yang sangat berarti untuk Almaira. Ia pasti tidak dapat melupakan ini semua. "jangan menangis seharusnya kau bahagia mendapat nilai tertinggi dan dapat meraih gelar sarjana muda sesuai dengan apa yang kau impikan ucap Ibu Fatimah sambil memeluk Almaira dengan pelukan kasih sayang.
Bimo masih berbicara dekan dan para dosen lainnya. Sementara mahasiswa mahasiswa lainnya sudah sibuk berfoto bersama dengan orang-orang yang mereka sayangi. Kini giliran Almaira dan adik-adik Panti lainnya bersama dengan Devan Stefani dan Ricardo foto bersama.
"Ada kebahagiaan tersendiri di hati ibu Fatimah, melihat salah seorang anak yang ia asuh berhasil meraih gelar sarjana dengan nilai tertinggi. "Masya Allah aku tidak menyangka ternyata Almaira dapat meraih gelar sarjananya."gumam Ibu Fatimah sambil terus memperhatikan interaksi Almaira dengan Devan dan juga adik-adik Panti lainnya.
Bersambung.....
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
mampir yuk ke karya baru outhor ceritanya seru loh.