
Benar-benar bersyukur mendengar kabar tentang kehamilan Almaira. Nyonya Anita tidak kalah bahagia setelah ia mendengar kabar itu. "Selamat ya akhirnya Devan akan memiliki adik." ucap Nyonya Anita sambil langsung memeluk putranya.
Mata Bimo berkaca-kaca mendapat pelukan hangat dari Nyonya Anita. "Terima kasih mom, semua ini berkat mami. Mungkin kalau Mami tidak bersikeras untuk meminta Almaira tinggal di rumah, mungkin kebahagiaan ini tidak akan menghampiri Bimo." ucap Bimo sambil membalas pelukan Nyonya Anita.
Beberapa menit kemudian, Almaira sudah mulai membuka kedua kelopak matanya. Netranya menelisik se isi ruangan. Ia menatap langit-langit ruangan UGD itu. Perlahan ia menoleh ke samping dan netranya menakup ada Bimo dan juga Nyonya Anita di sana.
"Mas, Almaira ada di man? tanya Almaira dengan suara parau.
"Kamu sudah bangun sayang? tanya Bimo sambil langsung meraih tubuh istrinya kepelukannya, lalu memberikan kecupan hangat di kening Almaira.
"Pelan-pelan Bimo, istri kamu masih belum sembuh. Dia masih butuh istirahat." ujar Nyonya Anita.
"Kenapa Almira ada di sini Mas?
"Kata bibi, kamu jatuh pingsan di depan kamar mandi. Jadi bibi dan Mami menghantarkanmu ke rumah sakit, lalu mereka menghubungi Mas." ucap Bimo sambil mengelus wajah pucat istrinya, dan kembali memberikan kecupan hangat di keningnya.
"Terima kasih sayang, kau sudah memberikan kabar bahagia ini untuk Mas. Jujur Mas sangat bahagia.
"Kabar bahagia?
"Maksud kamu apa Mas?
"Iya sayang, Terima kasih karena kamu telah mengandung cucu Mami." timpal Nyonya Anita sambil mengembangkan senyumnya mengelus rambut Almaira yang terurai begitu saja.
"Apa?
"Almaira hamil Mas?
"Iya sayang kamu hamil, Terima kasih kamu sudah membawa kabar bahagia ini untuk Mas. Jujur, kehidupan mas semakin berwarna setelah kehadiran kamu di tengah-tengah Keluarga Setiawan. Devan Pasti akan sangat bahagia mendengar berita bahagia ini. Jika Devan mengetahui kabar bahagia ini, pasti dia akan bersorak kegirangan."
Almaira yang belum percaya begitu saja apa yang dikatakan oleh Bimo. Ia pun masih terlihat bengong. "Apa Karena ini aku jatuh pingsan dan selera makanku menurun?
"Iya sayang, menurut keterangan dokter seperti itu. Dan itu biasa dirasakan oleh ibu muda yang sedang hamil muda.
__ADS_1
Tapi dokter sudah memberikan obat untuk mengurangi rasa mual. Dan dokter juga menyarankan agar kamu rajin mengkonsumsi vitamin dan memakan, makanan yang sehat dan jangan memakan jajanan sembarangan.
Almaira menganggukkan kepalanya. lalu ia meraih susu yang ada di atas nakas. sebelumnya asisten rumah tangga sudah membawa ponsel milik Almaira ke rumah sakit.
"Kamu mau ngapain sayang?
"Aku ingin memberitahu kabar gembira ini kepada Mami Anjani. Pasti mami Anjani akan sangat bahagia mendengar kabar kehamilanku." ucap Almaira sambil senyum sumringah.
Nyonya Anita langsung menepuk jidatnya astaghfirullah, Mami sampai lupa tidak memberitahu Besanku itu." ucapnya sambil tertawa geli.
"Ya Sudah mom, tidak apa-apa. Biar Almaira yang memberitahu.
"Tidak perlu. Mas yang akan memberitahu langsung kepada Mami dan Papi. sahut Bimo sambil langsung meraih ponsel milik Almaira dari tangan Almira. Membuat Almaira mendecak kecil menatap suaminya dengan tatapan tajam.
Tetapi Bimo seolah tidak peduli. Ia langsung mencari nomor ponsel Tuan Anggara yang ada di list contact ponsel milik Almaira. Setelah Bimo menemukan nomor ponsel Tuan Anggara, ia menekan tombol hijau yang ada di layar ponsel itu. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Tuan Anggara
Kring...
Kring ...
Kring ...
Tuan Anggara melihat nomor ponsel milik Almaira yang menghubunginya. Tuan Anggara menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, berharap sambungan telepon seluler itu tersambung kepada putrinya.
"Hallo assalamualaikum Putri Papi yang cantik." Sapa Tuan Anggara di dalam sambungan telepon selulernya.
"Waalaikumsalam Pi, ini Bimo,
"Iya, ada apa Nak Bimo tiba-tiba menghubungi Papi pagi-pagi seperti ini? tanya Tuan Anggara.
"Bimo hanya ingin mengetahui kabar Papi dan Mami saja. Bagaimana kabar Papi dan Mami di sana apa baik-baik saja?
"Alhamdulillah kabar Mami dan Papi baik-baik saja. Bagaimana kabar kalian di sana, apa semua berjalan dengan lancar?
__ADS_1
"Alhamdulillah kami baik pi. Tapi saat ini Almaira sedang dirawat di rumah sakit.
"Apa?
"Putriku dirawat di rumah sakit?
"Di rumah sakit mana? Papi dan Mami akan segera ke sana." ucap Tuan Anggara langsung mematikan sambungan telepon selulernya, tanpa mendengar penjelasan Bimo terlebih dahulu.
Tuan anggaran langsung menyudahi sarapan paginya, dan menghampiri nyonya Anjani yang sedang berada di kamar, baru selesai melakukan ritual mandinya.
"Cepat! kita harus segera ke rumah sakit. sekarang putriku dirawat di rumah sakit." teriak Tuan Anggara panik. Membuat Nyonya Anjani juga ikutan panik.
Dengan cepat-cepat, Tuan Anggara bersiap-siap dan juga Nyonya Anjani ,Tuan Anggara langsung memanggil sopir pribadinya. Agar segera mempersiapkan mobil untuk menghantarkan mereka ke rumah sakit di mana Almaira dirawat.
Sementara di tempat lain, Almaira menatap Bimo dengan tatapan tajam. "Pasti Papi dan Mami akan panik. Karena kau mengatakan kalau aku sedang dirawat di rumah sakit. sementara mas tidak memberitahu Mengapa Almaira dirawat di rumah sakit.
"Papi pasti panik.Apalagi dengan Mami. Mas harus bertanggung jawab." gerutu Almaira. Bimo kembali menghubungi nomor ponsel Tuan Anggara. Agar Tuan Anggara tidak panik, dan juga Nyonya Anjani. Tuan anggaran dan nyonya Anjani yang sedang dalam perjalanan tidak mengetahui dan mendengar kalau Bimo kembali menghubungi mereka.
Tuan Anggara meminta kepada sopir pribadinya untuk segera melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi.
Sekitar 30 menit kemudian, mereka pun tiba di rumah sakit. Tuan Anggara keluar dari mobil miliknya. Lalu ia pun langsung melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah sakit, diikuti dengan nyonya Anjani.
Salah satu suster yang kebetulan bertugas di sana, di hampiri oleh Tuan Anggara untuk bertanya, di mana keberadaan ruang rawat inap putrinya. Saat Tuan Anggara dan nyonya Anjani sudah mengetahui Di mana keberadaan ruang rawat inap Almaira mereka berlari ke sana.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak "Antara kutub Utara dan Selatan.(YOU & ME)
__ADS_1