GAIRAH DUDA KECE

GAIRAH DUDA KECE
BAB 60. STEFANI PANIK_GDK


__ADS_3

Stefani mencoba menghubungi nomor ponsel milik Almira yang tak kunjung tiba di lokasi wisuda. Tetapi ketika Stefani menghubungi nomor ponsel milik Almaira, Almaira tak kunjung mengangkat sambungan telepon selulernya.


Membuat Stefani sedikit panik. "Almaira sering sekali membuatku panik seperti ini. Padahal kan Almaira yang memberikan kata sambutan dari mahasiswa. gerutu stefany yang mondar-mandir si pintu ruang aula kampus, Di mana acara wisuda itu dilaksanakan.


Kini mobi Bimo sudah memasuki areal kampus. Terlihat Ricardo langsung berlari menghampiri Almaira. "Kau lama sekali, aku dan Stefani sudah panik. acara wisuda akan segera dimulai. Apa kau lupa akan tugasmu?" tanya Ricardo bertubi-tubi kepada Almaira. Membuat Almaira mengembangkan senyumnya, melihat sahabatnya itu yang sudah panik oleh karena dirinya sendiri.


" Maafkan aku sudah membuat kalian menunggu. Tapi maklum ada urusan penting." ucap Almaira tentunya berbohong.


"Ya sudah ayo kita samperin Stefani dia sudah panik menunggu kamu sudah dari tadi mondar-mandir di sana Dan hampir perang mulut dengan mahasiswa lainnya."ucap Ricardo sambel terkekeh berjalan bersama Almaira Bimo dan juga Ibu Fatimah.


Ibu Fatimah memilih untuk menunggu di luar bersama adik-adik Panti lainnya. Tamu undangan yang diperbolehkan masuk hanya orang tua mahasiswa atau wakil dari mahasiswa sendiri. Bimo sebenarnya meminta Ibu Fatimah yang masuk mendampingi Almaira.


Tetapi ibu Fatimah membiarkan Bima saja yang mendampingi Almaira, mengingat adik-adik Panti lainnya ikut ingin melihat acara wisuda itu. Stefani yang melihat Almaira sudah tiba di pintu aula kampus. Stefani langsung menghampiri Almira.


"Aku rasa kalau kau tidak bikin aku panik di dalam situasi genting seperti ini kau tidak merasa bahagia." gerutus Stefani yang tampak kesal melihat Almaira datang sedikit telat.


"Kan belum telat juga."


"Belum telat kepala kau peyang? kamu pikir tadi tidak melakukan latihan terlebih dahulu? Apa kamu tahu dosen killer itu terus mengomel kepadaku. Meminta segera menghubungimu. Padahal aku sudah mencoba menghubungimu tapi tak kunjung kamu angkat. "membuatku panik. apalagi dosen killer itu selalu saja mengomel membuatku gerah." ucap Stefani yang mampu membuat Almaira merasa bersalah.


Stefani tidak menyadari kehadiran Bimo di sana. Sehingga dia berbicara kepada Almaira seenak jidatnya saja. Hingga tiba-tiba seorang dosen menegur sapa Tuan Bimo Setiawan. membuat Stefani baru tersadar kalau Bimo berada di sana juga.

__ADS_1


"Eh ada Tuan Bimo." ucap Stefani sambil nyengir kuda. Bimo hanya mengembangkan senyumnya melihat sahabat Almaira yang sedari tadi mengomel kepadanya.


Terlihat salah satu dosen datang menghampiri Bimo ketika Bimo Sudah tiba di kampus. "Selamat datang Tuan Bimo suatu kehormatan, bagi kami Tuan menyempatkan Waktu datang ke acara wisuda di kampus ini." ucap salah satu dosen yang mengajar di kampus itu. Sambil memberi salam kepada Bimo.


Bimo mengembangkan senyumnya dan menyambut salam Sambil menatap sang dosen dengan tatapan seksama. Pak Wijaya Kusuma mempersilahkan Bimo duduk di kursi VIP yang disediakan oleh penyelenggara wisudawan wisudawati.


Almaira mengerutkan keningnya ketika melihat Pak Wijaya Kusuma dosen yang terkenal killer sejagat universitas begitu akrab dengan Tuan Bimo Setiawan. "Mengapa pak Wijaya Kusuma seperti dekat dengan Tuan Bimo? tanya Stefani kepada Almaira yang penasaran melihat kedekatan sang dosen killer kepada Tuan Bimo Setiawan selaku majikan Almaira sekaligus calon suami Almaira.


Almaira mengertikan bahunya pertanda dia juga tidak mengetahui Mengapa pak Wijaya Kusuma begitu akrab dengan Bimo.


"Tapi sepertinya Tuan Bimo Sudah kenal dekat dengan Itu dosen killer. ucap Stefani sambil memperhatikan langkah Bimo berjalan beriringan dengan Pak Wijaya Kusuma.


Tapi ngomong-ngomong kamu cantik sekali memakai gaun kebaya seperti ini.


"kamu kenapa menatapku seperti itu stef !"


"Sumpah aku baru nyadar sedari tadi kau c


perfect banget, cantik dan elegan."puji Stefani kepada sahabatnya Almaira


"Kamu juga terlihat anggun memakai gaun itu." puji Almaira kepada Stefani yang mengenakan gaun kebaya berwarna silver melekat di tubuh Stefani

__ADS_1


"Tidak perlu mengejek gitu dong Al, sejujurnya Aku tidak percaya diri memakai gaun seperti ini. Secara Kamu kan tau sendiri aku jarang pakai gaun."


"Iya seharusnya kamu harus biasakan karena kamu seorang wanita, sudah sewajarnya wanita mengenakan gaun kebaya atau gaun apapun.


Stefani hanya nyengir, ia menatap Almaira dengan tatapan penuh takjub.


Ketika acara sedang berlangsung, kata-kata sambutan dari Dekan dan juga pemilik kampus atau yayasan dipanggil oleh MC yang membawakan acara wisuda itu. Ketika salah satu penyandang dana di kampus mendapat giliran yang memberikan kata-kata sambutan nama Bimo Setiawan disebut oleh MC membuat Almaira dan Stefani terhenyak. mereka seolah tidak percaya, ternyata kampus yang selama ini tempat Almaira dan Stefani kuliah ternyata salah satu penyandang dana di sana adalah keluarga Setiawan. Dengan wibawanya Bimo Setiawan tampil kedepan untuk memberikan kata-kata sambutan.


Siapa yang tidak mengenal sosok Bimo Setiawan, semua mahasiswa-mahasiswi pasti mengenalnya. Apalagi wajah Bimo Setiawan sering sekali menghiasi media massa dan juga layar kaca karena dirinya sukses dalam mengembangkan bisnis keluarga Setiawan.


"Selamat pagi semuanya."sapa Bimo


"Yang saya hormati Bapak dekan Pak Wijaya Kusuma "Yang saya hormati para dosen dan juga jajarannya yang saya hormati seluruh staf kampus. Dan yang paling saya sayangi dan cintai para mahasiswa mahasiswi semuanya..


Saya Bimo bin Setiawan mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mengucapkan sepatah dua kata dalam acara wisuda wisudawan hari ini." ucap Bimo dengan nada wibawanya. Semua mahasiswa-mahasiswi tidak berani membuka bicara. Ketika Bimo yang berbicara di depan.


Bahkan ketika pulpen jatuh sekalipun pasti akan terdengar karena keheningan acara wisuda saat Bimo memberikan sepatah dua kata. Bimo mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa mahasiswi dan juga para dosen, Dekan dan juga jajarannya. Dan yang terakhir kalinya, Ia juga mengungkapkan jati dirinya sebagai penyandang dana kampus . Membuat setiap orang yang hadir di sana langsung bertepuk tangan.Tak terkecuali dengan Almaira dan juga Stefani lain halnya dengan Ricardo. Ia sudah mengetahui dari kedua orang tuanya.


Bersambung.....


Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


mampir yuk ke karya baru outhor ceritanya seru loh.


__ADS_2