
Stefani sudah menunggu Almira di parkiran mobil. Ia tampak gelisah karena Almaira tak kunjung tiba. Padahal Ia sudah mengatakan kalau dirinya akan tiba 10 menit kemudian, setelah Stefani menghubungi dirinya. Tetapi sudah 15 menit lamanya, Almaira tak kunjung tiba di sana.
Ricardo datang menghampiri Stefani yang tampak gelisah. "Bagaimana apa Almaira sudah datang?" tanya Ricardo penuh selidik.
Stefani menggerdikkan bahunya, ia belum mengetahui kalau Almaira datang atau tidak pagi itu. Yang pasti ia sudah sangat khawatir kalau sang dosen keburu pergi meninggalkan kampus sebelum Stefani tiba di kampus.
Stefani meminta Ricardo agar mengulur waktu kepada sang dosen, supaya sang dosen tidak pergi meninggalkan kampus itu, sebelum Almaira tiba di sana. Tiba-tiba otak jenius Ricardo berputar. Ia langsung berlalu meninggalkan Stefani di sana,dan berusaha ngobrol bersama dengan sang dosen.
Untuk mengulur waktu, Ricardo berusaha mengalihkan perhatian sang dosen. Dengan mengajukan beberapa pertanyaan masalah skripsi yang ia punya. Terlihat rencana Ricardo berhasil membuat sang dosen tidak pergi dari ruangan kerjanya.
Sementara Stefani berusaha untuk menghubungi Almaira yang masih berada di jalan. Almaira meraih ponsel miliknya yang sudah berdering. Ia menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada stephani.
"Kau dimana? ini sudah lewat 20 menit. Apa kau tahu kami berusaha untuk menahan dosen, agar dosennya tidak keburu pergi sebelum kau datang. Cepat Jangan sampai membuat dosen itu bosan akan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh Ricardo kepadanya.
"Apa kau tahu, Ricardo beralasan menanyakan masalah skripsinya kepadanya berulang-ulang agar sang dosen tidak pergi. "Ya sebentar lagi aku sudah sampai, tinggal sekitar beberapa meter lagi." ucapnya dengan mobil Bimo Sudah masuk ke areal kampus. Setelah tiba di parkiran, Almaira langsung turun dari mobil yang dikendarai oleh Bimo.
Tanpa berpamitan kepada Bimo terlebih dahulu, Ia berlari menghampiri Stefani yang sudah menunggunya disana. Kedua sahabat itu berlalu meninggalkan parkiran masuk ke ruang dosen yang sudah lama menunggu Almaira.
Almaira mengetuk pintu ruangan dosen itu. sang dosen menatapnya dengan tatapan tajam. "Kau dari mana saja, Mengapa jam segini baru datang?" ucap dosen itu dengan wajah yang datar."Maaf Pak saya telat ada urusan penting yang harus saya kerjakan ucap Almaira beralasan.
__ADS_1
Sang dosen menggelengkan kepalanya, lalu meminta skripsi Almaira untuk segera ia tanda tangani saat itu juga. sang dosen melirik jarum jam yang ada di pergelangan tangannya. Ia langsung menandatangani skripsi milik Almaira tanpa membacanya terlebih dahulu, karena ia yakin akan kemampuan Almaira.
"Okey kalian tinggal masuk ke meja hijau, sebelum kalian mengikuti meja hijau, kalian terlebih dahulu mendapat tanda tangan pembina kalian." ucap sang dosen sambil beranjak dari tempat duduknya. Karena sang dosen harus segera meninggalkan kampus saat itu juga.
"Maaf saya harus segera pergi." ucap sang dosen sambil berjalan keluar dari ruang kerjanya, diikuti oleh Almaira, Ricardo dan juga Stefani di sana. Ricardo merangkul Almaira. Ia tampak bahagia akhirnya Almaira berhasil mendapat tanda tangan sang dosen sebelum sang dosen pergi ke Singapura.
"Apakah kau tahu bagaimana siasat ku agar kamu mendapat tanda tangan dari itu dosen?" tanya Ricardo kepada Almaira. Almaira menggelengkan kepalanya. Pertanda ia tidak mengetahui sama sekali apa yang dilakukan oleh Ricardo sehingga sang dosen tidak berlalu dari kampus.
Stefani dan Ricardo tertawa ngakak membuat Almaira mengerutkan keningnya. "Kau tahu Ricardo mengulang-ulang pertanyaan yang sama mengenai skripsinya. Agar sang dosen menerangkannya dan membuang waktunya hanya untuk menunggu kamu." ucap Stefani yang mampu membuat Almaira mengembangkan senyumnya. "Thank you, buat kalian berdua. Kalian memang best friend forever." ucap Almaira kepada kedua sahabatnya.
"Lebih dari best friend juga bisa." ucap Ricardo yang sudah lama mencintai Almaira, tetapi ia enggan untuk mengungkapkannya karena ia khawatir jika Almaira tidak menerima cintanya, ia akan dijauhi oleh Almaira. Mereka terus berjalan hingga ke parkiran mobil, Ricardo terus merangkul Almaira seolah dirinya ingin sekali dekat dengan Almaira.
"Jangan mencari kesempatan Dalam kesempitan." pekik Bimo yang tidak suka melihat Ricardo merangkul wanita yang sangat ia cintai. "Apa-apaan sih!" gerutu Almaira kesal lalu mereka bertiga berjalan ke parkiran mobil.
"Terima kasih untuk kalian berdua. Kalian memang sahabatku yang sangat luar biasa. Kalau tidak ada kalian Mungkin aku tidak akan mendapat tanda tangan sang dosen, dan aku tidak akan wisuda tahun ini." ucap Almaira sambil merangkul kedua sahabatnya.
Ketiga sahabat itu tertawa cengengesan mengingat apa saja yang mereka lakukan saat berada di kampus itu. Apalagi jika Stefani dan Ricardo mengingat Apa yang dilakukan Ricardo kepada sang dosen, untuk mengulur waktu membuat mereka semakin tertawa ngakak.
Terlihat Almaira melupakan kejadian malam itu sejenak, saat bersama kedua sahabatnya. Almaira berpamitan kepada Stefani dan berjanji akan bertemu kembali esok harinya. Karena sesuai dengan perjanjian mereka, mereka akan mengadakan pesta karena telah mendapat tanda tangan dari dosen pembimbing mereka.
__ADS_1
"Kau tidak boleh tidak datang besok, kalau kau tidak datang, aku pasti akan menjemputmu." ucap Stefani kepada Almaira dibalas anggukan dari Almaira. Ketiga sahabat ini memang berbeda keyakinan. Stefani berkeyakinan Nasrani, sementara Almaira teguh dengan agamanya muslim. Ricardo yang menganut agama Khonghucu.
Mereka selalu saling menghargai satu sama lain, akan keyakinan masing-masing. Tidak pernah ada di antara mereka pertikaian Bahkan mereka selalu saling membantu. Termasuk dalam situasi genting saat seperti yang dihadapi Almaira saat ini. Mereka rela melakukan apa saja hanya untuk membantu Almaira.
Sama seperti apa yang dilakukan Almaira terhadap Stefani, untuk terbebas dari hukuman sang dosen. Almaira rela selalu memberikan contekan kepada Stefani yang selalu malas belajar dan mengerjakan tugasnya yang diberikan oleh dosen. Apalagi Stefani paling gemar menonton drama Korea. membuat dirinya lupa akan tugas yang diberikan dosen kepada mereka.
Hal itulah yang membuat Stefani sering akan dihukum oleh dosen. Karena tidak mengerjakan tugas yang diberikan dosen. tetapi Almaira selalu mempersiapkan cadangan tugas yang diberikan dosen untuk membantu Stefani, jika Stefani membutuhkannya.
Banyak diantara teman-teman Satu kampus atau satu kelas mereka cemburu melihat kedekatan mereka. Apalagi sang dosen sangat salut melihat kedekatan persahabatan antara ketiga sahabat ini. Almaira yang otaknya jenius selalu mendapatkan nilai A. sementara Stefani mendapat nilai B karena bantuan dari Almaira.
Ricardo yang jago dalam beladiri dan juga ilmu pengetahuan matematika membuat nilai plus bagi dosen. Ia juga selalu mendapatkan nilai A, karena Ia memang termasuk lelaki yang pintar di kampus. Persaingan ilmu pengetahuan yang dimiliki Almaira dan Ricardo tidak berbeda jauh. Kedua sahabat ini saling beradu untuk mendapatkan prestasi yang sangat luar biasa di kampus.
Tetapi tidak pernah terbesit di hati mereka untuk saling memojokkan dan saling menyalahkan. Bahkan jika di antara mereka mendapat prestasi yang sangat luar biasa mereka selalu saling mendukung. Hal itulah yang membuat dosen selut melihat persahabatan mereka.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1