
Tuan Anggara dan nyonya Anjani memohon kepada Bimo agar segera membawa mereka bertemu dengan Putri mereka sesil yang dinamai sekarang Almaira. "Tolong bawa kami bertemu dengan putri kami. kami sudah sangat lama mencari Sesil." ucap Tuan Anggara dan nyonya Anjani memohon kepada Bimo.
"Tuan Anggara dan nyonya Anjani tenang saja. Saya akan membawa Tuan dan nyonya bertemu dengan Almaira. Bimo dan salah satu anak buahnya, mempersilahkan Tuan Anggara dan nyonya Anjani untuk mengikuti mereka.
"Kalau begitu kita langsung saja ke rumah saya Tuan. Sekarang Almaira ada di sana.
Tuan Anggara dan nyonya Anjani tanpa berpikir panjang langsung menyetujui mengikuti Bimo dan anak buahnya pergi ke rumah utama keluarga Setiawan.
Bimo, Tuan Anggara dan nyonya Anjani berada di mobil yang sama. Dikendarai oleh anak buah Bimo sendiri. Sementara Ibu Sarah sudah lebih dulu dibawa oleh beberapa anak buah Bimo untuk diserahkan ke kantor polisi.
Setelah memastikan Bimo,Tuan Anggara dan nyonya Anjani duduk dengan leluasa di dalam mobil, anak buah Cornelius melajukan mobilnya ke arah jalan raya keluar dari pekarangan rumah Tuan anggaran.
Sebelumnya Tuan Anggara juga meminta kepada anak buahnya untuk mengikuti mereka. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam, Mereka pun tiba di rumah utama keluarga Setiawan.
Malam itu terlihat Almaira, Devan dan nyonya Anita belum istirahat. Karena menunggu Bimo yang tak kunjung pulang. saat mendengar suara klakson mobil milik Bimo, terlihat Almaira dan Devan berlalu meninggalkan Nyonya Anita. Yang sedang duduk menikmati siaran televisi yang tayang di salah satu televisi swasta.
Almaira membuka pintu utama di sampingnya ada Devan. Saat melihat Bimo Sudah turun dari dalam mobil, terlihat Devan berlari menghampiri Devan berlari menghampiri Bimo. "Papi....!!!! teriak Devan sambil langsung memeluk Bimo yang sudah berjongkok menunggu pelukan putranya.
Terlihat Almaira mengembangkan senyumnya, senyuman itu memudar kalau melihat lelaki paruh baya dan wanita paruh baya, yang baru turun dari dalam mobil milik Bimo. Almaira tidak mengetahui siapa sosok orang tua yang baru turun dari mobil milik Bimo.
Almaira menghampiri Bimo. lalu memberi salam kepadanya layaknya seorang istri menunggu kepulangan suaminya. Almaira memberi salam kepada lelaki paruh baya dan wanita paruh baya yang baru turun dari dalam mobil milik Bimo.
Walaupun masih penasaran siapa sosok lelaki dan wanita paruh baya itu, Ia tetap mengembangkan senyumnya. Bertegur sapa dengan mereka. "Mas Siapa mereka? bisik Almaira tepat di telinga Bimo.
"Nanti akan Mas jelaskan lebih baik kita masuk dulu. Almaira menganggukkan kepalanya lalu mempersilahkan pria dan wanita paruh baya itu masuk ke dalam rumah utama keluarga Setiawan.
"Papi Dari mana saja Mengapa lama sekali pulang. Apa papi tahu Devan sangat merindukan Papi. Mami juga sudah dari tadi sudah menunggu papi, ia juga pasti merindukan Papi. ucap Devan yang mampu membuat Bimo dan Almaira tertawa cengengesan.
__ADS_1
Mendengar ocehan bocah kecil itu, Tuan Anggara dan nyonya Anggara mengembangkan senyumnya, mereka sudah tidak sabar lagi ingin segera bertemu dengan Putri mereka yang hilang. Mereka belum menyadari kalau mereka sudah bersalaman kepada putri mereka sendiri.
Nyonya Anita melihat kehadiran Tuan Anggara di rumah utama keluarga Setiawan menatap heran mengapa salah satu sahabat dari almarhum suaminya itu berada di sana.
"Tuan Anggara dan nyonya Anjani!"Nyonya Anita berusaha bangkit berdiri melihat kehadiran Tuan Anggara dan nyonya Anjani di sana. "Nyonya Anita,!
"Apa kabar Sudah lama kita tidak bertemu.
"iya sudah sangat lama kita tidak bertemu, semenjak suamiku memilih pindah ke daerah Cimanggis. sahut nyonya Anjani.
Kedua wanita paruh baya itu pun akhirnya saling berpelukan. Istri dari sahabat lama suaminya juga merupakan teman Nyonya Anita juga. Tuan Anggara yang sudah, tidak sabar ingin bertemu dengan putrinya Ia pun langsung angkat bicara. Bertanya kepada Bimo di mana sosok Sesil yang sebenarnya.
"Katakan di mana Sesil saat ini? kami sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya. Putri kami yang sudah kami cari-cari selama puluhan tahun. Tolong kami pertemukan kepada putri kami Tuan Bimo. Aku sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dan memeluk putriku.
Bimo mengembangkan senyumnya. lalu mempersilahkan Tuan Anggara dan nyonya menjadi untuk lebih dulu duduk dengan tenang. "Tuan dan nyonya tenang saja, duduk dan minumlah dulu."ujar Bimo ketika melihat sang asisten rumah tangga Sudah menyuguhkan beberapa minuman di sana.
"Sayang sini deh, ada kejutan untukmu. Kau pasti akan sangat bahagia jika aku memberitahunya.
"Ada apa mas? tanya Almaira sambil datang menghampiri Bimo bersama kedua orang tua kandungnya.
"Perkenalkan ini Tuan Anggara dan Ini Nyonya Anjani orang tua kandung kamu." ucap Bimo kepada Almaira membuat Almaira sangat terkejut.
"Apa Mas?
"Mereka orang tua kandung Almaira?
"Mas pasti bercanda, Tapi sayangnya candaannya tidak lucu. Mas jangan keterlaluan Almaira tidak suka. Kalau ingin membuat kejutan kepada Almaira sah saja.
__ADS_1
Tapi tolong jangan berikan harapan palsu kepada Almaira dapat bertemu kembali dengan orang tua kandung Almaira."ucap Almaira yang tidak percaya begitu saja apa yang diucapkan oleh Bimo.
Nyonya Anjani langsung bangkit berdiri, melihat jenjang leher Almaira yang paling belakang. Tanda lahir tahi lalat yang ada di jenjang leher paling belakang milik Almaira benar-benar ada. Itu berarti Almaira benar Sesil.
Nyonya Anjani langsung memeluk Almaira dengan erat dan menangis sesungguhkan.
"Putriku Sesil.....!!! tangis Nyonya Anjani, Tuan Anggara yang melihat itu semua pun langsung memeluk kedua wanita berbeda generasi itu.
"Putriku...!!!! Tuan antara ikut menangis terharu, iya tidak menyangka kalau mereka dapat bertemu lagi kembali dengan Putri mereka yang hilang sekitar 20 tahun yang lalu.
Hal itu membuat Nyonya Anita terhenyak. bertanya kepada putranya kebenaran yang sebenarnya. "Iya mom Almaira putra dari tuan anggaran dan nyonya Anjani. Almaira dulu diculik oleh ibu Sarah, wanita di masa lalu Tuan Angkara yang tidak terima kalau Tuan antara mereka dengan Nyonya Anjani.
Karena Tuan Anggara sangat mengetahui sikap serakah Ibu Sarah membuat Tuan Anggara memutuskan hubungannya dengan Ibu Sarah dan memilih menikah dengan Nyonya Anjani. Nyonya Anita mengangkat paham.
lain halnya dengan Almaira yang masih bingung. Ia belum benar-benar percaya begitu saja. Kalau wanita paruh baya lelaki paruh baya, yang datang bersama Bimo ternyata kedua orang tuanya.
Tuan Anggara Nyonya Anjani dan Bima pun mencoba untuk menjelaskannya kepada Almaira. Hingga tangis Almaira pun pecah memeluk Tuan Anggara dan nyonya Anjani. yang sudah berada di rumah utama keluarga Setiawan.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya teman emak
__ADS_1