
Ada kebahagiaan tersendiri di hati Bimo ketika Almaira memuji dirinya tampan, di hadapan para karyawan karyawati lainnya. sekalipun itu mengatasnamakan Devan. Itu satu pujian baginya. Mereka berlalu masuk ke ruang khusus CEO. Tetapi sepertinya Devan tidak ingin masuk ke sana dan memilih bermain di ruang para karyawan karyawati lainnya.
"Mom turunkan Devan di sini, Devan mau main di sini saja." ucapnya sambil meminta kepada Almaira untuk memberikan template miliknya dimainkan di sana. Sayang jika main tablet saja, Mengapa tidak di ruang Papi saja?" tanya Almaira penuh selidik.
"Tidak mom, jika Devan nanti berada di ruang kerja Papi, maka Papi tidak akan konsentrasi mengerjakan pekerjaannya. lebih baik Devan bermain di sini." ucap Devan sambil langsung berkutat di tablet miliknya, untuk memainkan game cucak bebek yang ada di sana.
Almaira menggelengkan kepalanya mendengar pola pikir putranya yang masih belum genap 3 tahun dan tinggal menunggu Hari Devan akan merayakan ulang tahunnya. Almaira berniat merayakan ulang tahun Devan di Panti asuhan kasih bunda bersama adik-adik Panti, yang ia sayangi. Itu pun kalau bingung setuju dan juga Devan.
Terlihat prakaryawan-karyawati yang bekerja di perusahaan Setiawan group gemas melihat kecerdasan yang dimiliki oleh Devan. Selain berparas tampan dan ramah kepada orang-orang yang ada di sana, sekalipun dia Putra atau ahli waris dari perusahaan Setiawan group. Devan selalu berbicara sopan kepada para karyawan-karyawati lainnya.
****
Jam sudah menunjukkan pukul 03.00 sore, Bimo keluar dari ruang kerjanya. menghampiri Devan dan Almaira yang berada di kantin kantor. Menikmati menu makan siang yang ada di sana. Bimo memang melewatkan jam makan siangnya, Karena sarapan pagi mereka sudah agak siang sehingga rasa lapar belum terasa hingga pukul 03.00 sore.
"Papi lama banget makan siangnya, apa papi tidak lapar? tanya Devan penuh selidik sambil langsung memeluk Bimo. Bimo berjongkok meraih tubuh putranya menyamakan dirinya dengan Devan. "Mas Lebih baik makan dulu baru kita pulang, ini sudah pukul 03.00 sore. Mas sudah melewatkan makan siang.Tidak baik untuk kesehatan." ujar Almaira sambil memesan makanan kesukaan Bimo.
"Apa kau merasa bosan menungguku? tanya Bimo penuh selidik.
"Tidak, kami asik bermain bersama Putraku. apalagi Putraku membuatku gemas dan tertawa melulu.
__ADS_1
"Benarkah? Mas kok tidak diajak bermain?" tanya Bimo merasa komplain.
"Bagaimana bisa kami mengajak Mas bermain, sementara mas saja bekerja. Jika kami mengajak Mas bermain, sama saja kami mengganggu pekerjaan Mas." ucap Almaira sambil mengembangkan senyumnya.
Beberapa menit kemudian, setelah Bimo duduk di sebelah Almaira, salah satu pelayan kantin datang membawakan nampan berisikan menu makanan yang dipesan Almaira untuk Bimo. "Silakan dimakan Tuan Bimo." ucap pelayan itu sambil mengembangkan senyumnya menatap Bimo dan Almaira secara bergantian.
"Pasangan yang serasi." gumam pelayan itu tetapi masih bisa didengar Bimo dan Almaira. Membuat Bimo mengembangkan senyumnya mendengar apa yang diucapkan oleh pelayan itu. "Kamu dengar kan sayang, pelayan itu mengatakan kalau kita pasangan yang serasi. itu artinya kita berjodoh." ucap Bima sambil mengembangkan senyumnya.
"Sudah tidak perlu menggombal seperti itu lebih baik Mas makan baru menggombal, nanti mas sakit karena terlambat makan. "ujar Almaira sambil bangkit dari tempatnya duduknya. Tetapi ketika Almaira bangkit dari tempat duduknya Bimo langsung menarik tangannya hingga Almaira pun kembali duduk di kursinya semula.
"Jangan pergi, tunggu Mas siap makan dulu, biarkan Devan bermain sendiri. Setelah ini kita akan pulang ke rumah utama. Mami pasti sangat merindukan kamu dan Devan. "ucap Bimo sambil menyantap menu makanan yang ada di hadapannya.
Ditempat lain terlihat Nyonya Anita sudah menunggu kepulangan Putra dan cucunya, begitu juga dengan calon menantunya. Bimo melajukan mobil miliknya ke arah jalan raya menuju rumah utama keluarga Setiawan setelah memastikan Almaira dan Devan duduk dengan nyaman.
setelah melakukan perjalanan kurang lebih 25 menit dari kantor Setiawan group menuju rumah utama keluarga Setiawan kini mereka sudah tiba di rumah utama. Terlihat petugas keamanan yang berjaga di pintu gerbang langsung membuka gerbang dengan lebar. Agar mobil yang dikendarai oleh Bimo dapat masuk dengan leluasa setelah melihat mobil Bimo Sudah berada di pintu gerbang.
Terlihat Nyonya Anita mengembangkan senyumnya menatap kepulangan Putra cucut dan calon menantunya. Devan langsung berlari menghampiri nyonya Anita yang duduk di sofa Karena sekarang Nyonya Anita sudah tidak terlalu memerlukan kursi roda yang selama ini ia gunakan. Karena nyonya Anita sudah mulai dapat berjalan setidaknya satu dua langkah dengan bantuan tongkat.
"Oma..... teriak Devan langsung memeluk Nyonya Anita. Nyonya Anita langsung memberikan kecupan hangat di wajah tampan cucu yang sangat ia sayangi.
__ADS_1
"Aduh cucu Oma sudah pulang Oma sangat rindu sekali sudah dua hari tidak bertemu dengan cucu Oma." ucap Nyonya Anita sambil terus mengeratkan pelukannya kepada Devan Sabil tertawa.
Almira memberi salam kepada Nyonya Anita.
"Maaf mom, sudah meninggalkan Mami 2 hari ini.
"tidak apa-apa Yang penting jujur dan Putra mau bahagia itu sudah cukup bagi Mama ucapkannya Anita sambil mengedipkan matanya sebelah ke arah Bimo. Seolah Nyonya Anita ingin mempertanyakan sesuatu kepada putranya itu.
Almaira berpamitan kepada Nyonya Anita untuk segera membersihkan diri dengan Devan. "Mom Almaira tinggal dulu, Tubuh Devan pasti sudah gerah dan badannya sudah terasa lengket. Sama sepertiku." ucap Almaira sambil mengembangkan senyumnya meraih tubuh Devan.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya teman ema
__ADS_1