GAIRAH DUDA KECE

GAIRAH DUDA KECE
BAB 14. MERASA BERAT_GDK


__ADS_3

Saya akan berusaha semaksimal mungkin agar tempat ini tidak jadi digusur seperti yang diucapkan Almaira kepada saya. Jika panti ini digusur dia akan kesulitan untuk bertemu dengan kedua orang tuanya.


Jadi saya tidak akan membiarkan itu terjadi. tetapi dengan satu syarat. "Almaira harus tinggal di rumah saya membantu merawat Putra saya. Karena sepertinya Putra saya Devan sangat membutuhkan Almaira di sana.


Devan sangat sulit berinteraksi dengan setiap wanita termasuk babysitter. Tetapi sepertinya ketika Devan bersama Almaira kedekatan Devan dengan Almaira, membuat hati saya meminta agar Almaira yang membantu saya merawat Devan di rumah utama keluarga Setiawan.


Jadi saya mohon, izinkan Almaira untuk tinggal di rumah saya membantu saya. Jika Ibu mengizinkan Almaira tinggal di rumah saya. Saya pasti menjamin tempat ini tidak akan digusur.


Sebagai pengganti Almaira membantu ibu di panti ini, Asisten saya yang ada di rumah akan saya alihkan ke sini." ucap Bimo kepada Ibu Fatimah yang mampu membuat Ibu Fatimah dilema.


Di satu sisi Ibu Fatimah tidak ingin berpisah dengan anak kesayangannya itu. Tetapi di sisi lain, Sama halnya seperti yang dikatakan oleh Almaira dan juga Bimo kalau Almaira akan kesulitan menemukan orang tua kandungnya sendiri jika tempat itu digusur.


Dan anak-anak panti lainnya juga masih membutuhkan tempat tinggal yang layak. Begitu juga dengan membutuhkan biaya kehidupan mereka sehari-hari. Jika Ibu Fatimah tidak mengizinkan Almaira tinggal di rumah utama keluarga Setiawan, maka tidak menutup kemungkinan Bimo Setiawan akan menyetop dana ke panti asuhan.


Membuat Ibu Fatimah tidak dapat menjawab apa-apa. Sorot bola mata Ibu Fatimah menatap Almaira seolah-olah dirinya meminta persetujuan kepada Almaira. Hanya terdiam menatap Ibu Fatimah dengan tatapan penuh tanya.


Sejujurnya Almaira tidak ingin berpisah dengan ibu Fatimah, dan anak-anak panti lainnya. Tetapi dia tidak memiliki pilihan lain, selain menyetujui syarat yang diberikan oleh Bimo kepadanya.


Karena bagaimanapun dia harus menyelamatkan panti itu dan anak-anak yang di sana juga. Ia tidak ingin anak-anak panti di sana terlantar. Membuat Almaira menganggukkan kepalanya, pertanda Almaira setuju jika Almaira harus tetap tinggal di rumah utama Setiawan, untuk membantu Bimo merawat di sana.

__ADS_1


Karena sudah mendapat persetujuan dari Almaira akhirnya Ibu Fatimah setuju akan syarat yang diberikan Bimo kepadanya. Setelah Ibu Fatimah menyetujui syarat yang diberikan oleh Bimo kepada mereka. Bimo meraih ponselnya yang ada di saku celananya seperti ingin menghubungi seseorang.


"Kamu urus semuanya Saya tidak ingin panti ini dirobohkan atau dihancurkan. Paham!" perintah Bimo di dalam sambungan telepon selulernya kepada salah satu asistennya, yang selama ini setia membantu dirinya di perusahaan yang ia kelola semenjak kepergian Tuan Setiawan.


Setelah mendapat persetujuan dari ibu Fatimah, Bimo meminta agar Almaira segera berkemas dan kembali ke rumah utama Setiawan."Bagaimana Tuan, apa tempat ini bisa dipertahankan? tanya ibu Fatimah ketika Bimo meminta kepada Almaira untuk segera berkemas dari panti itu.


"Ibu tenang saja. Semua sudah diurus oleh asistenku. Tempat ini tidak akan digusur lagi. karena saya sudah meminta kepada asistenku untuk meminta kepada pemilik sahnya sekarang. Agar bersedia menjualnya kembali kepada Setiawan grup." ucap Bimo yang mampu membuat Ibu Fatimah langsung bersyukur.


" Ya Allah hambaMu bersyukur ternyata masih ada orang baik. Sebaik Tuan Bimo gumam Ibu Fatimah di dalam hati." gumam Ibu Fatimah di dalam hati sembari terus menatap Almaira dan Bimo secara bergantian.


Ibu Fatimah berusaha memberikan pengertian kepada anak-anak panti lainnya. termasuk Abi. Kalau saat ini Almaira harus meninggalkan panti itu untuk menyelamatkan panti itu agar tidak digusur.


Mereka sudah menganggap Almaira seperti kakak kandung mereka sendiri. Walaupun di antara mereka tidak ada ikatan darah. Kini Almira sudah selesai membereskan barang-barangnya untuk segera dibawa ke rumah utama Setiawan.


Almaira memeluk satu persatu adik-adik yang sangat ia sayangi itu. Sebelum Almaira pergi dari sana, ia menitipkan pesan kepada anak-anak panti yang selama ini menemani hari-harinya. Meminta kepada anak anak panti yang ada di sana, agar menurut kepada Ibu Fatimah dan selalu bekerja sama dengan baik.


"Jangan pernah ada yang berantem, menurut kepada ibu. Jangan ada yang saling jahil, selama kakak tidak ada di sini. Ingat Kakak akan selalu datang ke sini untuk melihat kalian. Kakak tidak pergi kemana-mana kok hanya ke rumah utama keluarga Setiawan." ucap Almaira sambil meneteskan air matanya tidak sanggup meninggalkan adik-adiknya, yang selama ini menemani hari-harinya.


Terakhir Almaira memeluk Ibu Fatimah. deraian air mata mengalir di wajah cantik Maafkan Almaira harus meninggalkan panti ini. ini semua untuk kebaikan kita semua." "Tidak apa-apa sayang, suatu saat nanti kamu juga harus meninggalkan tempat ini, jika kamu menikah dengan lelaki yang mencintai dan menyayangimu, yang akan menjadi imammu kelak." ucap Ibu Fatimah sambil menghapus air mata yang mengalir di wajah cantik Almaira.

__ADS_1


Saat ini Almaira sudah berlalu bersama Bimo dari panti asuhan kasih bunda, yang selama ini ditempati oleh Almaira dan anak-anak panti lainnya. Tampak Almaira merasa berat meninggalkan panti itu. Ia tidak bisa memungkiri begitu banyak kenangan yang indah dan pahit ketika berada di panti selama ini.


"Sudah jangan terlalu sedih, kamu bisa kok sering-sering mengunjungi mereka. Lagian tempat tinggalmu saat ini bukan jauh. Dekat kok, suatu saat ketika kamu sangat merindukan mereka kamu tinggal pergi ke sini." ucap Bimo untuk menenangkan hati Almira yang tampak sedih meninggalkan panti asuhan itu.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit kemudian, mereka pun tiba di rumah utama keluarga Setiawan. Terlihat mobil yang dikendarai oleh Bimo Sudah tiba di rumah utama keluarga Setiawan.


Devan yang sudah sedari tadi rewel meminta untuk segera dihantarkan bertemu dengan Almaira pun sudah terdengar jelas suara tangisnya dari teras rumah. Sehingga Almaira langsung berlari menghampiri Devan meninggalkan Bimo begitu saja.


Mengangkat barang bawaannya, dibantu oleh sopir pribadi dan asisten rumah tangga lainnya. Ketika Almaira sudah berada di sana Almaira meminta maaf kepada Devan karena sudah meninggalkannya.


"Maafkan Mami sayang, meninggalkan kamu sebentar. Karena Mami ingin mengambil barang-barang Mami yang ada di tempat tinggal Mami selama ini." ucap Almaira sambil memegang kedua daun telinganya.


Pertanda dirinya menyesali telah meninggalkan Devan sendiri di kamarnya. Devan langsung berlari memeluk Almaira Jangan pergi mami Devan sangat menyayangi mami. ucap Devan sambel terus menangis sesungguh kan di pelukan Almaira.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


__ADS_2