
"Dari aromanya pasti masakan ini enak dan aku akan makan dengan lahap. ucap Bimo sambil langsung meresendok yang ada di dalam piringnya menyendok makanan itu ke dalam mulutnya. "Sumpah makanan ini enak sekali, aku menyukainya. Citra rasanya terasa banget." ucapnya sambil terus menyantap menu makan siang yang dihantarkan oleh Almaira kepadanya.
Tiba-tiba suara deringan ponsel milik Almaira terdengar jelas di telinganya. Ia meraih ponselnya yang ada di tas sandang miliknya. Almaira melihat nomor yang menghubungi dirinya. Nomor ponsel salah satu dosen yang mengajar di kampus tempat Almaira kuliah.
"Ada apa ini pak dosen menghubungiku? Almaira membatin. Almaira menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada sang dosen.
"Hallo assalamualaikum Sapa Almaira di dalam sambungan telepon selulernya.
"Kamu dimana Almaira?
"Saya sedang berada di kantor teman saya Pak Memangnya ada apa ya pak?
"Saya bukan bapak kamu jadi tolong jangan pernah memanggil saya dengan panggilan Bapak kalau lagi di luar kampus teriak sang dosen dari ujung telepon.
Membuat Almaira mengerutkan keningnya.
"Bagaimana mungkin saya tidak memanggil bapak itu dengan panggilan Pak, sementara bapak itu dosen saya." ucap Almaira di dalam sambungan telepon selulernya.
"Saya memang dosen kamu itu kalau lagi berada di kampus. Masalahnya sekarang ini di luar kampus." ucap sang dosen yang merasa komplain dirinya dipanggil dengan panggilan Pak.
Bimo yang mendengar percakapan keduanya pun merasa heran."Siapa sih yang menghubungi Almaira? gumamnya dalam hati sembari menghabiskan menu makanan yang ada di hadapannya.
Terdengar suara sang dosen terputus-putus dan akhirnya Almaira pun menghidupkan speaker phone-nya. Hingga pembicaraan keduanya pun terdengar jelas di telinga Bimo.
"Okey ngapain sih berdebat masalah panggilan, sekarang Almaira mau tanya kepada Pak Rohdian. "Ada apa menghubungi Almira? tanya Almaira penuh selidik.
"Judul skripsi kamu sudah di acc, Apakah kamu sudah melanjutkannya? Saya ingin bertemu dengan kamu sekarang juga.
"Tetapi judul skripsi saya memang sudah di-acc dan di tandatangani oleh dosen pembimbing. Saya tinggal melanjutkan bab 3 sampai bab 4 nya." ucap Almaira kepada sang dosen membuat sang dosen sedikit kebingungan Apa alasannya supaya dirinya dapat bertemu dengan Almaira.
"Sekarang juga aku ingin bertemu dengan kamu temui saya di cafe dekat kampus." ucap sang dosen kepada Almaira membuat Bimo sedikit curiga terhadap dosen yang meminta Almaira untuk segera menemuinya.
__ADS_1
Almaira menghela nafas panjang. Padahal sebelumnya ia tidak memiliki janji untuk bertemu dengan pak dosen. apa sih maunya ini dosen. Suka-suka hatinya saja memintaku untuk bertemu dengannya. padahal sebelumnya kan aku tidak memiliki janji. untung tampan, kalau jelek Entahlah Pasti gue semakin kesal gumamnya yang masih dapat didengar oleh Bimo.
Setelah mendapat perintah dari sang dosen. sang dosen langsung mematikan sambungan telepon selulernya. Membuat Almaira sedikit kesal akan sikap sang dosen yang ingin menang sendiri. "uh kesalnya, Untung saja kamu dosenku kalau tidak sudah remuk-remuk kan kamu."gerutu Almaira yang mendengar perintah sang dosen asal.
"Mas sepertinya aku harus pulang sekarang. dosenku tiba-tiba menghubungiku dan meminta ingin bertemu di kafe dekat kampus. Entahlah mau apa iya bicarakan kepadaku padahal judul skripsiku sudah di-acc dan tinggal melanjutkan bab tiga dan empat. entah apa mau dibicarakan yang pasti Almaira tidak tahu. ucap Almaira kepada Bimo berpamitan kepada Bimo untuk segera meninggalkannya.
"Aku akan hantarkan kamu! pekik Bimo.
"Tidak perlu Mas, Aku tidak ingin merepotkan Mas. karena Almaira tahu kalau Mas saat ini sedang sibuk menangani kantor."ucap Almaira sambil langsung melangkah meninggalkan Bimo di sana begitu saja. karena ia tidak ingin sang dosen terlalu lama menunggunya. Almaira pasti akan kena omel oleh Pak Rohdian.
Bimo menatap kepergian Almaira. hatinya gelisah seolah tidak percaya kepada sang dosen. "Ada apa dosennya meminta Almaira menemuinya di cafe? gumam Bimo di dalam hati. apalagi Bima mendengar gumaman Almaira yang mengatakan sang dosen masih lajang dan tampan. Membuat hati Bimo sedikit gelisah yang entah mengapa dirinya tidak rela kalau Almira bertemu dengan lelaki lain.
Setelah tiba di lobby, Almaira langsung menaiki taksi yang ada di depan kantor.
setelah melakukan perjalanan kurang lebih 25 menit. Akhirnya Almaira tiba di kafe. iya melangkah masuk ke dalam Cafe melihat keberadaan sang dosen.
Pak rohdian mengangkat tangannya ke udara, agar Almaira mengetahui keberadaannya. Almaira yang melihat tangan terangkat ke atas pun langsung menghampiri Pak Rohdian.
"saya sudah katakan jangan pernah panggil saya dengan panggilan Bapak kalau di luar kampus. Kamu dengar atau tidak?'
lagi-lagi Almaira mau minta maaf. "Maaf lupa!"
"Ada apa ya Pak mau manggil saya datang ke sini?
Pak Rohdian menatap Almaira dengan tatapan tajam. Seketika Almira sadar akan kesalahannya.
"Ada apa mas memanggilku?
"Nah gitu panggilnya enak didengarnya.
"Kamu mau makan apa?
__ADS_1
"Maaf tapi aku masih kenyang baru selesai makan."sahut Almaira.
"Ya sudah kamu mau minum apa? terlihat Rohdian memanggil salah satu pelayan yang ada disana. "Ada apa mas? tanya salah satu pelayan yang datang menghampiri meja yang ditempati oleh Almaira dan sang dosen.
"Pesan orange juice aja Mas!' sahut Almaira sambil mengembangkan senyumnya kepada pelayan itu.
"Senyuman yang manis." gumam rohyan di dalam hati sembari terus memperhatikan Almaira dengan seksama. "langsung ke intinya saja Mas ada apa memanggilku ke sini? apa ada sangkut pautnya dengan skripsiku?
"Lebih baik kita minum dulu baru membicarakan sesuatu hal yang penting. Almaira semakin bingung dengan sikap sang dosen. "Ada apa sih kok main teka-teki segala seperti ini? gumamnya sembari memalingkan pandangannya ke arah keluar.
"Almaira Aku mencintaimu."ucap sang dosen kepada Almaira yang mampu membuat Almaira terhenyak seolah tidak percaya apa yang ia dengar dari mulut sang dosen.
Almaira terdiam. ia tidak menjawab sama sekali.
"Almaira Jujur semenjak kamu duduk di semester pertama aku sudah sangat mencintaimu. Tetapi aku sadar kamu itu mahasiswaku sehingga aku menahan itu semua sejak dulu. Jujur aku tidak pernah menemukan wanita sebaik dan setangguh kamu. Selain kamu baik kamu juga wanita saleha. Untuk itu setelah kamu wisuda nanti aku berniat untuk melamar kamu menjadi pendamping hidupku."ucap sang dosen sambil memegang tangan Almaira yang berada di atas meja.
Berharap Almaira menerima cintanya. tanpa Almaira sadari, Bimo mendengarkan segalanya. Ia tidak mengetahui keberadaan brimo di sana karena Bimo pengikutnya saat keluar dari ruang kerjanya. Bimo langsung mengikutinya dari belakang.
"Bagaimana Almaira?
"Ma....maaf Pak! ini tidak benar. bapak itu dosen saya, Bagaimana mungkin Bapak cinta kepada saya." ucap Almaira seolah tidak percaya apa yang diucapkan oleh sang dosen."
"Saya serius Almaira saya tidak pernah main-main aku sangat mencintaimu."ucapkan dosen dengan nada memohon. Almaira hanya terdiam sama sekali tidak menjawab.
"Maaf Pak Sepertinya saya harus segera kembali."ucap Almaira mendengar suara panggilan telepon seluler dari Bimo.
Sang dosen sangat kesal. Tiba-tiba saja Almaira meminta langsung pulang. Karena mendapat sambungan telepon seluler, dari seseorang yang entah siapa yang menghubungi Almaira. Sehingga Almaira harus langsung meninggalkannya begitu saja.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓