
Bimo mengembangkan senyumnya menatap Almaira dengan tatapan seksama. Bimo mengambil beberapa gaun yang sudah dipegang oleh Almaira sebelumnya. Lalu membawanya ke kasir. Dan Bima langsung melakukan pembayaran di sana.
Almaira tercengang ketika ketika kasir itu memberitahu kepada Bimo jumlah biaya yang harus dikeluarkan Bimo untuk membayar gaun yang di tangan Bimo saat ini.
"Untuk apa Mas membeli gaun sebanyak itu?
Bimo tidak menjawab, lalu langsung meraih dompet yang ada di saku celananya memberikan black card kepada kasir itu. Kemudian berlalu dari sana setelah kasir mengembalikan black card milik Bimo. Kini mereka berlalu ke toko mainan anak-anak yang kebetulan ada di samping butik itu.
"Papi....,mau yang itu." ucap Devan sambil menunjukkan mainan robot-robotan yang ada di sana. Almaira dan Bimo pun mengikuti Devan masuk ke toko mainan itu. Devan langsung ngambil robot-robotan dan beberapa mainan lainnya termasuk dengan mobil-mobilan yang ukurannya lumayan besar.
Tentunya Almaira sudah mengetahui harga mainan itu tidaklah murah. Karena sudah ada tertera di sana harga mainan itu. Tetapi sepertinya Bimo tidak peduli dengan harganya, yang ia inginkan saat ini putranya bahagia mendapatkan mainan yang diberikan oleh Bimo kepadanya.
Devan tampak senang sekali mendapatkan mainan. Setelah Bimo melakukan pembayaran, Tiba tiba pemilik butik yang ada di samping toko mainan itu, yang belum menyadari kedatangan Bimo ke sana, langsung menghampiri Bimo meminta maaf kepada Bimo.
"Tuan Bimo Setiawan yang terhormat, maafkan kami. Kami tidak menyadari kedatangan Tuan disini. satu kehormatan besar bagi kami karena Tuan sudah mampir ke butik kami." ucap wanita paruh baya itu sambil memberi salam kepada Bimo Setiawan.
Bimo hanya mengembangkan senyumnya. "Tidak apa-apa, lebih baik tidak perlu diberitahu sama karyawan yang ada di sini." ucap Bimo memohon kepada pemilik butik kalau kedatangan Bimo ke sana tidak perlu diberitahu oleh orang-orang yang menyewa toko di mall miliknya.
"Mas kenapa orang itu meminta maaf kepada Mas? Memangnya orang itu buat salah apa? tanya Almaira penuh selidik. Bimo hanya mengembangkan senyumnya sejenak berhenti menatap Almaira yang masih heran dengan perlakuan orang orang yang ada di mall itu. Memang hingga saat ini Almaira belum mengetahui kalau mal yang mereka jalan saat ini mal milik Bimo Setiawan.
"Putra Papi mau apa Lagi? apa semuanya sudah cukup? tanya Bimo sambil berjongkok bertanya kepada putranya.
__ADS_1
"Sudah cukup Papi." sahut Devan sambil tersenyum langsung mengecup wajah tampan Bimo membuat Bimo pun tertawa cengengesan melihat tingkah putranya yang sangat bahagia mendapat mainan darinya.
Bimo meminta kepada salah satu pegawai toko itu, untuk langsung menghantarkan mainan itu ke mobil miliknya yang terparkir di parkiran mall. Sementara mereka Langsung berlalu meninggalkan mall itu.
Tampak beberapa manajer yang bertugas di sanak memberi hormat kepada Bimo, membuat Almaira mengerutkan keningnya.ia bingung Mengapa setiap orang yang berpas-pasan dengannya, memberi hormat kepada Bimo Setiawan terutama orang-orang yang bekerja dan juga pemilik toko yang ada di mall itu.
"Mas Kenapa sih orang di sini semua aneh dan menunduk hormat kepada Mas?" tanya Almaira penuh selidik. Membuat Bimo Setiawan hanya mengembangkan senyumnya. "Namanya juga kita pengunjung di sini. Otomatis mereka ramah dan memberi hormat kepada kita. Karena kita kan menghantarkan uang di sini." ucapnya dengan santai sambil berjalan dengan tangan kirinya memegang tangan Devan. Begitu juga dengan Almaira. Membuat setiap orang yang melihat mereka, seperti pasangan suami istri yang lagi bahagia.
Setelah beberapa menit kemudian, mereka pun tiba di parkiran. Mainan yang di pilih oleh Devan, sudah berada di sana. Sementara Almaira hanya menggelengkan kepala melihat para security yang bertugas di sana tampak membungkukkan badan mereka. Ketika melihat Bimo Setiawan keluar dari dalam mall, seolah-olah Mereka memberi hormat kepada presiden direktur mereka sendiri.
"Papi, Devan bahagia banget hari ini. Soalnya bisa jalan-jalan sama papi dan mami." ucap Devan sambil mengembangkan senyumnya mengungkapkan apa yang ia rasakan saat ini. Entahlah hanya Devan yang mengetahui bagaimana rasa bahagianya saat ini. Karena sebelumnya ia belum pernah merasakan hal yang sama.
Almaira melirik ke arah Bimo. Tetapi Bimo seolah-olah tidak melihatnya, dan memilih duduk di bangku kemudian bersama dengan Devan yang terlebih dulu duduk di sana, diikuti oleh Almaira berada di samping Devan.
"Maaf Tuan kita langsung pulang atau singgah di mana?" tanya sopir pribadi yang setia selalu menghantarkan Bimo ke mana saja.
"langsung pulang ke rumah saja pak. sepertinya Putraku dan Almaira sudah lelah dan butuh istirahat." ucap Bimo meminta kepada sopir pribadinya untuk segera menghantarkan mereka ke rumah utama keluarga Setiawan.
setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit akhirnya mereka pun tiba di rumah utama keluarga Setiawan. Jam sudah menunjukkan pukul 20.00 malam. Terlihat Nyonya Anita sudah menunggu kepulangan Putra dan cucunya Begitu juga dengan Almaira
Nyonya Anita membaringkan tubuhnya di atas sofa yang ada di ruang tamu sambil menunggu Devan dan juga Bimo."Oma.....,teriak Devan sambil berlari memeluk Nyonya Anita. Almaira benar-benar bahagia melihat wajah ceria dari Devan yang tampak bahagia ketika dirinya sudah tiba di rumah bertemu dengan Nyonya Anita.
__ADS_1
"Cucu Oma sudah pulang?" ucap Nyonya Anita berusaha untuk bangkit dari pembaringannya. Tetapi ia tidak mampu melakukannya, dengan sigap Almaira langsung menghampiri Nyonya Anita dan membantunya untuk duduk di sana. Sebentar mom, Almaira bantu ucapnya sambil mengembangkan senyumnya membantu Nyonya Anita bangkit dari pembaringannya.
Terlihat Devan sangat antusias bercerita kepada Nyonya Anita, Apa saja yang mereka lakukan saat pergi bersama Almaira dan juga Bimo. Terlihat Ia menggebu-gebu menceritakan segalanya, membuat Nyonya Anita pun tertawa cengengesan mendengar cerita dari cucunya yang tampak sangat bahagia pergi bersama Almaira.
Tanpa mereka sadari pemberitaan kebersamaan mereka sudah di viral di media sosial. Ketika Bimo menghidupkan layar televisi yang ada di ruang tamu, mereka mendengarkan pemberitaan itu. Yang berjudul "Akhirnya Bimo Setiawan akan segera melepaskan masa dudanya setelah ditinggal pergi oleh sang istri tercinta. pemberitaan itu yang langsung terdengar jelas di telinga Bimo dan orang-orang yang ada di rumah itu.
Kebersamaan mereka saat di mall pun disorot beberapa orang wartawan. saat mereka berada di mall. Membuat Almaira terhenyak mendengar pemberitaan ini.
"Ada apa ini? Mengapa ada pemberitaan ini seperti ini tentang kamu Mas? tanya Almaira yang belum mengetahui siapa sebenarnya sosok lelaki yang pergi membawa Devan dan dirinya ke salah satu mall ternama di kota ini.
Bimo tidak menjawab. Dia langsung menghubungi asistennya untuk mencari tahu siapa yang memberitakan dan siapa yang lancang telah memberitakan tentangnya di layar televisi, yang itu belum tentu terjadi.
"Cari tahu siapa yang membuat berita itu. saya tidak mau tahu, dan minta kepada mereka untuk datang menghadapku!" perintah Bimo Setiawan kepada asistennya lalu langsung mematikan sambungan telepon selulernya dengan sepihak.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓 sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya teman emak
__ADS_1