
Sementara Almaira dan Bimo Sudah tiba di rumah. Disambut oleh suara Devan berteriak dan berlari menghampiri Almaira dan juga Bimo yang baru tiba di sana. Almaira meraih tubuh Devan kepelukannya. Ia tahu Devan pasti merindukannya saat ini.
Biasanya Devan selalu bermain dengan Almaira. Tapi untuk hari ini Devan benar-benar bisa diajak kompromi.
"sayang kamu turun deh, Mami saat lelah hari ini. izinkan Mami dan Papi istirahat."ucap Bimo memohon kepada putranya agar memberikan ruang kepada Almaira malam ini untuk istirahat
Karena Bimo mengetahui Almaira saat ini pasti sangat lelah."Ya sudah Mami istirahat deh, Devan juga akan masuk ke kamar istirahat juga. Devan melihat Mami sangat lelah. Almaira mengembangkan senyumnya melihat putranya Devan sekolah paham akan situasinya saat ini.
Setelah Devan berlari Pergi ke kamarnya untuk istirahat kini giliran Almaira dan juga masuk ke dalam kamar. Salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Setiawan datang menghampiri keduanya sebelum naik menaiki anak tangga.
"Maaf Tuan Nona mau dimasakin apa malam ini?
"Tidak perlu Bi, buatkan saya susu putih saja. dan untuk istri saya juga." ucap Bimo sambil mengikuti langkah Almaira masuk ke dalam kamar. Tetapi saat Almaira masuk ke dalam kamar yang selama ini ia tempati, Bimo langsung menarik tangan Almaira.
"Sayang kamar kamu, tidak di situ lagi. berang-berang mu sudah mas pindahkan ke kamar kita." ucap Bimo yang mampu membuat Almaira terhenyak. "Kapan memindahkan barang-barang Almaira ke kamar Mas?
"Bukan kamar Mas sayang, tapi kamar kita. Bimo langsung menuntun Almaira masuk ke dalam kamar utama keluarga Setiawan.
Almaira ingin melihat semua barang-barangnya sudah berada di kamar itu, tertata rapi. "Kapan Mas ngerjain ini semua? tanya Almaira heran.
"Kamu tenang saja, semua bisa mas kerjakan. asalkan untuk kebahagiaan kamu." sahutnya sambil meraih tubuh Almira ke pelukannya. Ia pun memberikan kecupan hangat di kening Almaira.
Sudah Mas, nanti saja deh. Tubuh Almaira sangat gerak Almaira ingin sekali langsung mandi." ucapnya sambil berusaha melepaskan pelukan Bimo.
"Janji ya, siap mandi.
__ADS_1
Almaira hanya mengembangkan senyumnya ia tahu apa yang diinginkan suaminya.
Almaira mengetahui saat ini Bimo ingin mendapatkan haknya sebagai seorang suami. Apalagi tidak bisa dipungkiri, dia sudah seorang duda dan sudah pernah merasakan indahnya memiliki Seorang Istri. Jadi untuk saat ini, Bimo pasti menginginkan apa yang seharusnya ia miliki dari tubuh istrinya.
Terlihat tidak mempermasalahkan hal itu. yang ia inginkan saat ini, tubuh gerahnya segera dibersihkan. Agar dirinya lebih nyaman dan merasa percaya diri saat disentuh oleh suaminya.
Ayo mandi bareng saja, biar cepat.
"Nanti bukan malah mandi tapi....????
"Tapi apa Sayang? tanya Bimo yang mampu membuat Almaira langsung menundukkan kepalanya.
Almaira ingin membuka gaun pengantin yang ia gunakan saat resepsi pernikahan itu. Tetapi sepertinya ia agak kesulitan untuk membuka. akhirnya Bimo yang melihat istrinya sedikit kesulitan, untuk membuka gaun yang menggunakan Almaira, Ia pun membantu Almaira.
Lalu Almaira masuk ke dalam kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri biarpun Kembali keluar duduk di tepi ranjang yang selama ini di tempat Bernando.
Tangan Bimo sudah mulai bergerilya di balik lingerie yang digunakan oleh Almaira. Membuat Almaira pun semakin merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Almira sudah mulai memberikan kecupan hangat di jenjang leher suaminya. Ia tidak ingin membuat suaminya kecewa terhadapnya. Untung saja sebelum Almaira menikah, ia sempat menonton bagaimana cara melayani suami di atas ranjang, agar suaminya tidak kecewa kepadanya.
Almaira sudah mulai merespon gerakan demi gerakan yang dilakukan suaminya. Dan Almaira membuat tanda merah di jenjang leher suaminya pertanda kepemilikannya.
Kini keduanya sudah larut dalam keadaan. larut dalam kobaran Asmara. Jantung Almaira semakin berdetak kencang, ketika Bimo kembali memainkan jemarinya di bagian gunung kembar Almaira. Hingga Almaira pun mende$@h. Membuat Bimo semakin melancarkan aksinya. Ia seolah tidak ingin membiarkan istrinya merasa tidak mencapai kepuasannya.
Bimo menuntun Almaira naik di atas tempat tidur yang berukuran King size itu. Entah Siapa yang memulai sehingga tak sehelai benang pun yang melekat di tubuh Almaira hingga tubuh mulus milik Almaira terekspos jelas di mata Bimo
Begitu juga dengan Bimo, tubuh polosnya sudah terlihat jelas di mata Almaira hingga dada bidang Bimo terlihat jelas di mata Almaira Berbentuk kotak-kotak seperti roti sobek. Membuat Almaira semakin terpesona kepada suaminya.
__ADS_1
Bimo menuntun Almaira agar Almaira memainkan adik kecilnya yang sudah mulai lancang depan. Almaira yang tak ingin suaminya kecewa pun langsung melakukannya dengan tulus. Bahkan ia melihatnya dengan menggunakan mulutnya, dan menahannya seperti memakan es krim. membuat Bimo merasakan sensasi yang sangat luar biasa.
Kini Bimo sudah semakin tidak dapat menahan hasratnya "sayang, mas sudah tidak tahan lagi apakah Mas sudah bisa memulainya?" tanya Bimo meminta persetujuan dari istrinya.
"Almaira menganggukkan kepalanya tetapi Almaira memohon agar Bimo melakukannya dengan selembut mungkin.
"Kamu jangan khawatir Sayang , Mas akan melakukannya dengan selembut mungkin "ucap Bimo
Satu kali dua kali masih tetap gagal membobol tembok pertahanan Almaira. Entah karena sudah terlalu lama tidak bercocok tanam, sehingga Bimo gagal menembus tembok pertahanan Almaira. Apa karena Almaira memang benar-benar Masih suci sehingga tembok pertahanannya masih kokoh.
Setelah bersusah payah untuk membobol tembok pertahanan milik Almaira akhirnya Bimo berhasil membobol nya. Beriringan dengan suara teriakan Almaira yang meringis kesakitan, Setelah Bimo berhasil membobol tembok pertahanan Almaira.
"Terima kasih sayang,kamu sudah menjaga kesucian kamu untuk Mas.
Terima kasih untuk segalanya. Terima kasih karena sudah menjaganya untukku. I love you my wife."ucap Bimo sambil langsung mengucap kening Almaira. Almaira menganggukkan kepalanya.
"I love you too my husband." sahut Almaira sambil membalas kecupan suaminya.
Almaira masih tetap berbaring tepat di samping Bimo suaminya. Bimo meraih tubuh Alamaira kepelukannya. Entah karna faktor kelelahan, hingga Almaira pun tertidur pulas berada dalam dekapannya. Tidak menunggu lama, Bimo menyusul istrinya memejamkan matanya hingga keduanya pun akhirnya tertidur pulas.
Berharap esok harinya hari baik menghampiri pasangan suami istri, yang baru satu malam sah menjadi suami istri.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓